Travel
Pilihan Destinasi Ekowisata di Dunia

23 Apr 2016


Foto: Flickr
 
Tidak lengkap kehadiran Hari Bumi tanpa membicarakan ekowisata. Ekowisata bagi turis sendiri, seperti dilansir situs Nature.org, memberikan manfaat seperti hindari kerusakan lingkungan, dana yang dibayarkan bermanfaat bagi ekonomi lokal serta lebih memahami mengenai keragaman hayati dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Pada akhirnya, setelah mengunjungi lokasi ekowisata, turis bukan cuma lebih rileks, tapi bisa wawasan baru mengenai lingkungan.
 
Berikut beberapa tempat di dunia yang menawarkan ekowisata menarik untuk dikunjungi—salah satunya ada di Indonesia, dong. Bisa jadi bucket list traveling Anda, nih!
 
 
Foto: Flickr/aleenfm
 
Petualangan Konservasi Amazon – Peru
Traveling ke Peru identik dengan mengunjungi reruntuhan kunonya, Machu Picchu. Namun, sebelum itu, jangan lewatkan kesempatan menjelalajahi hutan Amazon di sekitarnya. Sebuah agen traveling, Elevate Destinations memiliki paket bagi turis untuk bertualang di area ekowisata Tambopata (Tambopata Ecotourism Corridor). Dipandu oleh beberapa LSM  lingkungan yang ada di wilayah tersebut, turis bisa membantu menjaga hewan-hewan yang hidup di hutan Amazon, bermalam di tengah hutan, serta bertemu penduduk setempat. Petualangan berakhir di Machu Picchu.
Biaya trip: mulai dari 4.000 dolar AS per orang

 

Foto: Flickr/MatthewJPhilips
 
Siyafunda – Afrika Selatan
Siyafunda merupakan bagian dari area ekowisata Makalali, di Hoedspruit, Afrika Selatan—dekat dengan pegunungan Drakensdberg. Selama 2 minggu, melalui paket yang disiapkan Enkosini.org, memberikan pengalaman tinggal di alam liar sambil berinteraksi dengan hewan “lima besar” dari Afrika—singa, leopard, gajah, banteng, dan badak. Organisasi Siyafunda Wildlife and Conservation akan mengajak Anda juga untuk melakukan pemotongan tanaman parasite liar, pemeliharan jalan, dan rehabilitasi habitat, selain diajarkan cara bertahan hidup di alam liar.
Biaya trip: mulai dari 895 dolar AS
 
 
Foto: Flickr
 
Thailand Coastal Marine Expedition – Thailand
Organisasi nonprofit Global Vision International memiliki program traveling—sambil jadi volunteer--untuk  konservasi lingkungan di Thailand. Bukan sekadar traveling, karena Anda akan diajak menengok penangkaran penyu, hutan mangrove, dan membersihkan pantai di wilayah Phang Nga. Anda juga akan mengunjungi Taman Nasional Khao Sok dan menjelajah hutan hujan “rumah: bagi monyet, burung, harimau dan leopard.
Biaya trip: mulai dari 1499 USD per orang

 

Foto: Flickr/Willo Eurlings
 
 
Borneo – Indonesia
Organisasi World Wildlife Fund mencatat meski hanya 1% bagian dari daratan di dunia, pulau Kalimantan memiliki 6% keragaman hayati dunia. Didukung oleh organisai WWF dan pemerintah setempat, masyarakat di jantung Borneo, meliputi wilayah Hulu Pujungan, Hulu Bahau (Malinau) dan bukit Krayan (Nunukan) membangun ekowisata sendiri. Cara ini diaharapkan dapat membantu memelihara kelestarian lingkungan sekaligus menambah pemasukan warga lokal. Kegiatan ekowisatanya meliputi trekking ke hutan pedalaman, menyusuri sungai, pemukiman lokal, reruntuhan arkeologi serta kampung budaya.
Biaya trip: (kunjungi website www.borneo-ecotourism.com)
 
Baca juga: Wisata Alam Borneo
 

Foto: Flickr/matthew lee
 
Pelestarian Terumbu Karang di Pulau Kihavah – Maladewa
Salah satu atraksi yang ditawarkan oleh sebuah resor di Maladewa, Anantara Kihavah, adalah program adopsi terumbu karang. Sambil snorkeling, pengunjung bisa berpartisipasi menanam kembali terumbu karang di ekosistem Baa Atoll. Dengan cara ini, pengunjung ikut melestarikan terumbu karang di Maladewa yang sempat rusak gara-gara El Nino  tahun 1998.

Biaya: jumlah karang yang ditanam bervariasi dan dihargai mulai dari 100 dolar AS. Biaya ini tidak termasuk biaya menginan di Anantara Maldives Resort. (f)
 
 


Topic

#ekowisata

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?