
Foto: Ficky Yusrini
Museum Fatahillah dan sekitarnya, Jalan Taman Fatahillah No.1, Kota Jakarta BaratDi wilayah Kota Tua ada beberapa museum yang bisa kita kunjungi. Di antaranya Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Keramik, dan yang terbaru adalah Museum Bank Indonesia. Dalam sekali jalan, kita bisa mendapat cerita sejarah Jakarta, melihat barang-barang yang memiliki nilai historis, dan foto-foto dengan latar belakang bangunan tempo dulu. Asyiknya lagi di sekitar Kota Tua banyak café buat melepas penat. Komplet!
Foto: Alice
Jika penasaran ingin mengetahui sejarah seni dan budaya Jawa—terutama zaman Dinasti Mataram—bisa mampir ke sini. Seorang pemandu akan menemani kita melihat-lihat koleksi Ullen Sentalu (singkatan dari "ulating blencong sejatine tataraning lumaku", yang artinya nyala lampu blencong akan menjadi petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan) hingga cerita kehidupan putri tercantik dari keturunan Dinasti Mataram, yaitu Gusti Nurul Koesoemawardhani. Kita pun bisa bertanya mengenai motif kain-kain batik yang biasa dipakai oleh keluarga kerajaan. Sayang, hanya spot tertentu yang boleh difoto.
Foto: Instagram/@Museumangkut
Penggemar otomotif pasti sangat menikmati menghabiskan waktu melihat-lihat koleksi moda transportasi dunia di sini. Ada sepeda, mobil, kereta, hingga replika pesawat terbang lengkap dengan keterangan dan sejarahnya. Cocok buat mengajak anak atau keponakan karena ada unsur edukasi. Jangan lewatkan pula pertunjukan maupun parade di area Broadway. Seru!

Foto: Balistarisland.com
Inilah satu-satunya museum di Bali—bahkan dunia—yang memberikan informasi mengenai sistem irigasi air sawah di pulau Bali. Subak atau metode sistem irigasi air sudah ada di Bali sejak abad ke-11 dan terus berkembang hingga sekarang. Adalah I Gusti Ketut Kaler, seorang ahli adat dan agama di Bali, memiliki ide untuk melestarikan lembaga tradisional Subak sebagai salah satu warisan budaya. UNESCO bahkan memasukkan Subak di Tabanan sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia pada Mei 2012.
Foto: Twitter/@AsiAfricaMuseum
Kita bisa mengintip momen bersejarah Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang diadakan di Bandung pada tahun 1955 melalui diorama dan foto-foto di sini. Museum ini diresmikan pada tanggal 24 April 1980 sebagai bagian dari 25 Tahun KAA. Jika ingin menggali sejarahnya lebih dalam, tinggal mampir ke perpustakaannya. Kadang, nih, ada juga acara kunjungan malam hari, alias Night at the Museum. Suasananya yang sangat tenang dipastikan memacu adrenalin, he he he.

Foto: Indonesia.travel
Di Benteng Ujung Pandang a.k.a Fort Rotterdam terdapat Museum La Galigo—dulu bernama Museum Celebes yang menggunakan tiga gedung. Saat ini gedung yang masih dipakai untuk pameran adalah Gedung No.2 dan Gedung No.10. Isi koleksinya sangat beragam, mulai dari alat-alat pertanian dan pertukangan kayu, alat berburu maupun dapur, pakaian tradisional Sulawesi Selatan, alat musik, hingga perahu phinisi. Sst, perahu phinisi pertama di dunia berasal dari Suku Bugis! (f)
Topic
#museum



