Tom yam goong, pad Thai, atau khao neow ma muang (nasi ketan mangga) memang selalu jadi daftar wajib kala menelusuri Kota Bangkok. Percayalah, banyak yang masih bisa ditelusuri selain itu. Tak ada salahnya melewatkan makan pagi di hotel demi mewujudkan agenda kuliner lokal selagi berlibur. Beberapa lokasi jajan menarik yang buka di pagi hari ini bisa menjadi pengalaman berharga sebelum menghabiskan waktu berbelanja di siang hingga malam hari.
Chinatown Market
Anda menyukai wisata pasar tradisional? Kawasan niaga ini merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Kota Bangkok. Selain fungsinya sebagai pasar tradisional, tempat ini juga menjual suvenir, peralatan rumah tangga dan fashion, terutama sepatu dalam jumlah grosir. Tentu saja yang membuat femina ke sini adalah banyaknya jajanan menggiurkan untuk dijelajahi. Belum lagi beberapa toko yang terletak di jalan besar, seolah membawa kita masuk ke sebuah pusat perdagangan yang besar. Tersedia bahan makanan kering ala pecinan dan camilan khas Thailand. Beli oleh-oleh di pasar selalu lebih menarik karena memperlihatkan warna lokal dan lebih murah!
Guay Jub
Mi kuah berisi mi lebar dan pendek seperti kwetiau yang umum ditemukan. Lembaran mi dari tepung beras ini digulung dan dicelup ke dalam kaldu babi yang bening. Isi lainnya, potongan jeroan babi serta bakso yang memenuhi mangkuk. Dijamin bikin puas! Guay jub juga bisa ditemukan dalam versi daging sapi. Yang juga populer, guay tio, versi lain dalam kaldu ayam beserta potongan fish cake.
Tord Man Pla
Tak boleh terlewatkan, yakni perkedel ikan berbumbu kari merah. Biasanya, pedagang perkedel ikan ini juga menjual gorengan seperti otak-otak dan sosis, dilengkapi acar mentimun dan saus cuka pedas. Sedap! Yang satu ini mudah ditemukan sepanjang hari.
Sai Ooah
Juicy, kenyal, dan gurih. Sosis daging babi ini masuk dalam daftar teratas wajib coba. Sosis gaya Thailand bagian utara ini berbumbu serai, bawang putih, dan daun ketumbar. Aroma dan rasa bahan khas Asia yang membuat rasanya lebih kuat dibanding sosis kebanyakan.
Or Tor Kor Market
Ingin melihat penampilan pasar tradisional modern di ibu kota Thailand? Kunjungi pasar premium ini. Terkumpul semua bahan terbaik dari Thailand di dalam sebuah pusat belanja yang bersih dan tertata rapi. Dimulai dari bahan segar, buah, bahan kering, hingga aneka kue. Bumbu olahan seperti terasi bahkan memiliki kios tersendiri. Isinya berbagai jenis terasi dari ragam bumbu masakan di Thailand. Harga bahan di pasar yang berlokasi di seberang Chatuchak Weekend Market ini 30% di atas harga pasaran. Namun terbayar, dengan kualitas dan kenyamanan berbelanja. Saat menjelajahi lorong di dalamnya, mata akan digoda oleh beragam kue manis berpenampilan cantik yang ‘memanggil’ untuk dijinjing pulang.
Kanom Beuang
Proses pembuatannya sempat membuat terkecoh. Melihat tampilannya, sempat terpikir tekstur adonannya encer seperti crêpe. Ternyata konsistensi adonan mentah kue supermanis ini cukup padat. Dimasak di atas wajan datar yang lebar, adonan kulit ditekan dan dilebarkan menjadi bentuk bulat menggunakan punggung sendok. Setelah matang, kemudian diisi dengan meringue (putih telur yang dikocok bersama gula), gulali, dan manisan melon.
Lup Chup
Mungkin ini sudah tak asing lagi bagi Anda. Kue cantik yang dibentuk seperti buah-buahan kemudian dilukis sesuai warna aslinya. Diracik dari kacang hijau kupas yang dimasak kemudian dibungkus adonan tepung ketan yang diberi pewarna alami.
Ja Mong Kut
Ini juga yang membuat jatuh hati karena penampilannya yang menarik. Berbahan dasar kuning telur dan gula, kemudian dicetak bentuk bunga. Makin cantik dengan hiasan gold leaves di tengah bunganya. Cocok sebagai buah tangan.
Wat Traimit
Disebut juga Temple of The Golden Buddha yang berlokasi tak jauh dari area Chinatown. Mengapa di tempat ini? Di sekitar kuil yang menyimpan patung Buddha emas terbesar di Thailand ini banyak dijual menu sarapan enak. Di sekitar ‘rumah’ Buddha yang dibuka sejak pukul 8 pagi ini, pedagang kaki lima sudah terlihat sibuk menyajikan menu sarapan untuk para pekerja yang melintas. Harganya terbilang murah jika dibandingkan harga jajanan di pusat kota atau area turis. Satay Gai (satai ayam)
Aroma satai ayam saat melintasi jalanan ini tak bisa diabaikan begitu saja. Bumbu kecap ikan sangat terasa di tiap potongan daging ayam ini. Harga tiap bagian ayam berbeda-beda, mulai dari 7 bath. Sausnya adalah kecap ikan, jeruk nipis, dan cabai rawit iris yang bikin ketagihan.
Jok (bubur)
Semangkuk bubur panas memang paling pas disantap di pagi hari. Kedai bubur yang berlokasi di seberang Golden Buddha Temple ini tak pernah sepi. Semangkuknya berisi daging babi dan jeroan babi. Taburannya jahe iris dan bawang daun, ditemani cakwe. Ingin lagi? Datang saja di malam hari, karena jok juga dijual di luar jam sarapan.
Som Tam
Kepiting kecil atau semacam kepiting soka goreng yang ditumbuk bersama cabai, bawang putih, terasi, kecap ikan, dan kacang tanah. Setelah tercampur sempurna kemudian diaduk bersama pepaya hijau serut. Biasa disantap beserta nasi atau semacam lontong berisi beras ketan.
Kanom Krok
Seperti serabi solo dalam bentuk mini. Bedanya, tanpa digulung, dengan cincangan bawang daun di atasnya. Rasanya manis, legit, dan gurih dengan sensasi aroma bawang daun.
Khas Di Pasar

- Seperti halnya warteg, nasi putih beserta aneka lauk pauknya dijajakan di segala penjuru untuk sarapan hingga makan malam. Dimulai dari masakan tumis, gorengan, hingga masakan kari (khas Thailand bagian selatan). – Wat Traimit
- Es serut justru dominan di hampir tiap jenis minuman. Terkadang, komposisinya justru lebih besar dibanding minumannya. Menurut warga lokal, ini karena cuaca Bangkok yang selalu panas. Tak heran, es serut sudah disajikan sejak pagi hari. –Wat Traimit.
- Aneka kue cantik yang dipajang manis di pasar Or Tor Kor.
- Tahukah Anda, bunga mawar, bunga telang, dan anggrek dimasak sebagai jajanan? Digoreng kering berbalut tepung seperti halnya tempura.


