
Foto: Pixabay
Anggota keluarga squah ini lalu bermunculan di mana-mana. Baik yang lokal maupun impor, summer squash dan winter squash kini bisa ditemui di supermarket kita!
Summer Squash
Memiliki masa tanam singkat dan semua bagiannya bisa dimakan. Setelah berbunga, 2-7 hari kemudian buahnya langsung dipanen. Telat sedikit, dagingnya akan mengeras dan kurang juicy karena kulit dan bijinya menebal. Kandungan airnya tinggi sehingga tidak cocok direbus lama. Ini beberapa di antaranya:

Foto: Pixabay
1/ Pattypan Squash (Melopepo f.clypeiformis)
Menyerupai kepala jamur dengan kulit kuning, putih, atau hijau bercorak garis putih. Lezat dikonsumsi ketika mencapai diameter 7,5-10 cm. Lucunya, ketika kulitnya mengeras, jenis ini biasa dikelompokkan ke dalam winter squash.
Olah dengan cara: tumis, panggang, dan diberi isi.

Foto: pixabay
2/ Zucchini/Courgette (Cucurbita pepo)
Selain berkulit hijau gelap dan kuning, zucchini terkadang bisa berwarna hijau dengan corak garis putih. Paling enak disantap ketika mencapai diameter 15–20 cm. Olah dengan cara : sebagai campuran salad, diberi isi, vegetarian lasagna, fritter, dipanggang, atau isi sandwich.

Foto: Fotosearch
3/ Labu Siam/ Chayote (Sechium edule)
Banyak ditanam karena tidak berpengaruh pada musim. Ada dua jenis, berkulit mulus dan berduri-duri lunak. Bobotnya bisa mencapai 2 kg! Olah dengan cara: jadikan lalapan, tumis, fritter (Australia), atau salad dan salsa ala Meksiko. (f)
Baca juga:
Yuk, Bikin Telur Asin Sendiri di Rumah!
Apa Bedanya Cokelat Compound dan Couverture?
5 Bahan Pengganti Garam
Topic
#tipmasak, #labu


