Tip Masak
6 Fakta dan Tip Mengolah Bebek

6 Jan 2017


Foto: Dok. Femina
 
Tak bisa dipungkiri, kian hari  demam sajian dari bebek makin menjamur. Coba lihat sekeliling Anda, mulai dari nasi bebek Madura di warung tenda pinggir jalan, bebek goreng dengan sambal pencit (sambal mangga), hingga warung makan bebek yang menyajikan bebek bakar, bebek kremes, hingga bebek cabai hijau. Berikut 6 hal yang perlu Anda ketahui tentang bebek dan tip mengolahnya.
 
1. ITIK = BEBEK?
Keduanya mengacu pada objek yang sama. Hanya, kata itik lebih banyak dipakai di daerah Sumatra, Kalimantan, Semenanjung Malaysia, dan Singapura. Sedangkan kata bebek biasanya dipakai di Pulau Jawa dan Indonesia bagian timur.

Dikutip dari buku  Mengelola Itik karya Bambang Agus Murtidjo, konon, penyebaran itik di Indonesia berawal dari masa datangnya orang-orang Hindu dan Buddha ke Pulau Jawa, pada abad ke-7. Mereka datang membawa itik untuk diternakkan sebagai penghasil telur karena pada zaman itu putih telur sangat berperan efektif untuk digunakan sebagai bahan perekat batu-batu saat membangun candi.

Versi lain, kehadiran itik di Indonesia ini ada hubungannya dengan adat istiadat dan kepercayaan mereka yang sering kali menjadikan daging bebek untuk keperluan sesaji. Di beberapa tempat. pengaruh tersebut masih tampak hingga kini, seperti dalam upacara keagamaan masyarakat Bali.
 
2. ITIK (TAK SELALU) BURUK RUPA
Kalau selama ini visualisasi Anda tentang bebek hanya mengacu pada binatang berbulu warna keabu-abuan, siap-siaplah terkejut. Ada begitu banyak jeniss bebek yang warna bulunya   berbeda-beda. Coba googling dengan kata kunci: duck. Dari situs wikipedia, Anda akan diperlihatkan beberapa gambar bebek luar negeri dengan bulu warna-warni. Bahkan, yang disebut mandarin duck, warna bulunya cantik seperti burung hias.
Walau mungkin tak sepopuler ayam, ternyata bebek pun cukup diminati di banyak negara, selain Indonesia. Sentra peternakan bebek dunia berada di Amerika Utara, Amerika Selatan, Filipina, Malaysia, Inggris, dan Prancis. Di Indonesia, ternak bebek terpusat di Pulau Jawa (Tegal, Brebes, dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai), Bali, serta Lombok.
 
3. TIKTOK, PERANAKAN ITIK-ENTOK
Pernah dengar kata entok? Jenis unggas ini masuk ke dalam keluarga bebek, meski bentuk fisiknya sedikit berbeda. Entok sebenarnya merupakan jenis itik manila. Di Jawa Timur, binatang ini disebut mentok dan di Bali dikenal dengan nama kuwir. Entok cenderung lebih besar, namun dagingnya tak segurih bebek biasa (bebek Jawa). Untuk mendapatkan keistimewaan bebek (yang gurih) dan entok (yang besar), seorang peternak bebek sekaligus pemilik tempat makan di wilayah Depok, Santoso, melakukan perkawinan antara bebek betina dan entok jantan. Ia menyebut hasil persilangannya itu dengan istilah tiktok (itik-entok), yang ukurannya lebih besar dan rasanya tak kalah gurih dari bebek.
 
4. LOKAL VS IMPOR
Mendapatkan jenis bebek impor di supermarket hingga saat ini mungkin baru menjadi ‘kemewahan’ warga kota besar, terutama Jakarta. Bebek impor dijual dalam kondisi bersih (tanpa jeroan). Ukurannya relatif besar, hingga 2,5 kg per ekor. Sedangkan bebek lokal, biasanya hanya sekitar 700 – 900 g per ekor (dalam kondisi bersih). Makanya, tak heran jika harga bebek impor jauh lebih mahal dibandingkan yang lokal. Jika Anda memerlukan bagian daging dada bebek dalam jumlah banyak, misalnya untuk satai, Anda bisa menggunakan bebek impor yang berdaging tebal.
 
5. MEMBERSIHKAN BEBEK
Di supermarket, bebek yang dijual sudah dalam keadaan bersih, Anda tinggal memotong dan mengolahnya sesuai keinginan. Jika Anda lebih memilih untuk membeli bebek yang masih hidup, demi alasan kesegaran (karena di supermarket bebek sudah disimpan di lemari pendingin), Anda bisa saja datang ke pasar tradisional. Pilih bebek hidup yang terlihat sehat, gemuk (dadanya tebal), dan tidak terlalu tua (makin tua,  makin keras sel-sel serabut ototnya). Minta kepada penjualnya untuk sekaligus memotong, membersihkan, dan membuang bulu-bulunya.  Setelah sampai di rumah, lakukan hal-hal berikut ini:
1. Cuci bersih bebek dari sisa kotoran. Buang kelenjar minyaknya yang berada di dekat ekor dan sebagian lemak yang terdapat dalam rongga perut. Bagian-bagian inilah yang menyebabkan bebek berbau anyir.
2. Bakar bebek di atas api sambil cabuti sisa bulu halus yang masih melekat di badan bebek. Dengan dibakar, aroma daging bebek jadi lebih harum dan enak.
3. Potong-potong bebek sesuai selera, kemudian beri sedikit cuka untuk mengurangi bau anyirnya.
 
6. AGAR TIDAK ALOT
Memang sudah ’kodrat’ jika daging bebek sedikit lebih keras atau alot dibandingkan dengan daging ayam (apalagi ayam negeri) karena bebek memang lebih banyak bergerak dan beraktivitas. Supaya daging bebek menjadi empuk, selain dimasak dengan pressure cooker, Anda bisa mencoba cara tradisional, yaitu mencucinya dengan air perasan daun pepaya. Caranya, ambil beberapa lembar daun pepaya, remas-remas dalam sedikit air hingga hancur. Gunakan air perasan daun pepaya ini untuk mencuci bebek. (f)

Cek juga koleksi resep olahan Bebek femina:
Lila Muliani


Topic

#TipMasak

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?