Foto: Dok. Boenkus by Beeyond
Memiliki kesamaan hobi dan interest pada lingkungan, sembilan mahasiswa School of Business & Management Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat menciptakan produk pembungkus makanan ramah lingkungan pada September 2018 lalu. Puti Shania Sastrosatomo (20), akrab dipanggil Naya, salah satu dari anggota tim ini mengatakan bahwa penciptaan produk ini sebenarnya untuk memenuhi tugas kuliah dari dosen.
Nyatanya produk tersebut menjadi komoditas yang dapat dijual dan bermanfaat. “Produk kami terbuat dari 100 persen katun organik, termasuk pewarnanya. Bahan-bahan yang kami gunakan dapat terurai di tanah,” ujar Naya.
Foto: Dok. Boenkus by Beeyond
Meski baru di Indonesia, produk sejenis ini sudah ada banyak di dunia dan sangat diminati. Beberapa negara seperti Taiwan, Jepang, dan Australia bahkan sudah lebih dahulu mengembangkan produk pembungkus ramah lingkungan ini.
Produk Boenkus sendiri memiliki banyak fungsi, seperti bisa digunakan untuk membungkus berbagai jenis makanan termasuk sayur dan buah-buahan dan membuat makanan tahan lebih lama. Produk ini juga dapat digunakan berulang kali, hingga satu tahun lamanya, dan bisa dicuci dengan air dingin (tanpa deterjen).
Foto: Dok. Boenkus by Beeyond
Saat ini untuk produksi, Boenkus memberdayakan enam ibu rumah tangga di kawasan Dago, Bandung, Jawa Barat. “Mereka ini yang mengerjakan dari proses pemotongan dan setrika hingga pengemasan. Kami memiliki SOP sendiri dalam proses produksi, seperti menggunakan sarung tangan, mengikat rambut, dan menjamin kebersihan tempat maupun peralatan yang mereka gunakan saat proses produksi,” terang Naya.
Untuk memasarkan produk, mereka fokus pada digital marketing seperti Instagram @boenkus dan hadir di acara atau pameran yang berkaitan dengan tema lingkungan dan zero waste. Selain itu, pemasaran produk juga dilakukan lewat e-commerce dan reseller di Greater-good.co. “Saat ini, kita juga sedang melakukan penjajakan kerjasama dengan beberapa kedai kopi di daerah Bandung,” ungkap Naya. Khusus untuk wilayah Jakarta, produk Boenkus dapat dibeli di Lemon Disco Fish, Kemang, Jakarta Selatan.
Foto: Dok. Boenkus by Beeyond
“Kami tidak menyangka permintaannya cukup tinggi, jadi kami jarang memiliki stock barang. Selalu habis terjual,” katanya. Saat ini kapasitas penjualan mereka memang baru 200 packs per bulan (satu pack berisi tiga wrap berukuran small, medium, dan large), namun Naya optimis jika angka produksi ini akan terus meningkat setelah mereka memiliki tempat produksi sendiri. (f)
Baca Juga:
Di Surabaya, Anda Bisa Naik Bus Bayar Pakai Plastik
Belanja Tanpa Kemasan di Bulk Store, Yuk
Topic
#rumahtangga, #makanan, #zerowaste


