Tip Alat Dapur
9 Tip Memilih & Merawat Pisau Dapur

24 Nov 2016


Foto: Pixabay
 
Sering tertegun melihat aksi seorang chef resto Cina dengan pisau besarnya yang selalu sukses mencincang halus bawang bombay hingga daging? Penasaran melihat seorang chef di acara masak televisi yang dengan santainya memotong fillet dari daging ayam atau ikan, dan memisahkan bagian tulangnya dengan sangat mudah? Jangan langsung minder hanya karena Anda tak bisa beraksi layaknya juru masak profesional. Agar sukses ’berlaga’ seperti mereka, Anda hanya perlu alat bantu bernama: pisau khusus! 

 Konon, pada awal ditemukannya pisau, sekitar 2,5 juta tahun lalu, pisau terbuat dari batu yang dipukul-pukul hingga tipis dan membentuk bilah pisau sederhana. Sekitar 5.000 tahun yang lalu, bahan pembuat pisau selain dibuat dari batu, kayu, atau tulang, bersalin rupa dengan menggunakan tembaga, besi, dan aluminium.

Pisau besi yang pertama, kedua sisi bilahnya, pada bagian kiri dan kanan, sama-sama tajam. Ini terjadi karena menyontek belati. Pada masa itu, manusia hanya mengolah makanan dengan cara membakar atau memanggang hasil buruan, jadi cocok menggunakan pisau dengan kedua sisi yang sama tajam.  Selanjutnya, sisi pisau yang tajam hanya pada satu sisi saja. Kenapa? Sebab pisau tak lagi hanya digunakan untuk memotong-motong hewan buruan, tetapi juga sudah mulai digunakan saat  memasak.

Kini, ’wajah’ pisau  makin beragam. Bahan untuk bilah pisaunya  pun ada yang terbuat dari aluminium, keramik, atau titanium. Sedangkan gagangnya, tampil kian modis dengan warna-warni yang memikat. Agar koleksi pisau Anda awet, ikuti 9 tip berikut ini:

1/ Lebih bijaksana membeli pisau satu per satu sesuai kebutuhan, daripada membeli pisau satu set. Pilih yang berkualitas baik. Mungkin harganya relatif mahal, namun pisau bisa jadi sebuah investasi bagi dapur Anda. Tetapi, jika bujet terbatas, pilihlah pisau serbaguna yang bisa dipakai untuk mengiris segala jenis bahan masakan.

2/ Saat membeli, pegang gagang pisau untuk menimbang-nimbang ukuran dan beratnya, apakah sesuai dengan genggaman tangan Anda. Jangan terlalu berat hingga Anda kesulitan memegangnya, jangan juga terlalu ringan. Pisau yang berat justru lebih stabil dan tidak akan terpeleset saat dipakai.

3/ Pegangan pisau pun harus nyaman saat digenggam. Jika bahannya licin, pisau tersebut tetap harus bisa digenggam dengan erat tanpa membuat tangan Anda terpeleset. Pastikan juga bagian gagang pisau yang melengkung melekuk nyaman di dalam genggaman tangan.

4/ Meski tersedia jenis pisau serbaguna, idealnya, setiap pisau didesain dengan fungsi  masing-masing untuk memberikan hasil optimal.

Baca juga: 5/ Sebaiknya tempatkan pisau dalam wadah pisau sehingga bagian tajamnya tidak saling tergores dan membuat bilah pisau jadi tumpul.

6/ Hindari menyimpan pisau dalam laci dapur bersama-sama dengan barang-barang lainnya karena bagian tajamnya bisa ’melukai’ barang lainnya yang ada di dalam laci tersebut.

7/ Setelah dipakai, cuci segera pisau dan keringkan dengan lap lembut agar ketajamannya tetap terjaga. Hati-hati, jangan meninggalkan pisau dalam keadaan terendam di air sabun di tempat cucian piring. Selain dapat menumpulkan mata pisaunya, jika tak hati-hati karena tertutup busa sabun, tangan Anda bisa terluka saat mengambilnya.

8/ Paling tidak, asah pisau satu minggu sekali agar mata pisau selalu dalam keadaan tajam. Bentuk sudut sekitar 20° antara pisau dan pengasah pisau sehingga didapatkan hasil asahan yang sempurna.

9/ Saat dipakai untuk mengiris bahan makanan, gunakan talenan dari kayu atau polyethylene. Jangan pernah memakai talenan dari granit, kaca, atau besi karena bisa menumpulkan mata pisau. (f)

Heni Pridia



Topic

#TipMasak

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?