Tip Alat Dapur
4 Kiat Praktis Memiliki Dapur Sehat

16 Oct 2016


Foto: Pixabay.com

Untuk menjaga kebersihan dapur, pastikan Anda tidak melewatkan 4 hal ini!

1/ Wadah air
Air bisa jadi sumber penyakit jika tercemar oleh jamur maupun kuman. Sayang kan kalau air mineral yang Anda beli  justru tercemar dari wadahnya.
• Jika Anda menggunakan dispenser, bersihkan secara rutin. Angkat galon air, buang semua sisa air. Campur cuka dapur dengan air, lalu isi ke dalam tangki air, biarkan 10-15 menit supaya cuka dapat merontokkan kotoran yang melekat di tangki. Setelah itu bilas menggunakan air bersih.
• Jika Anda menggunakan pemurni air, bersihkan sesuai petunjuk. Jangan lupa mengganti saringan airnya secara berkala.
• Bersihkan juga bagian luar wadah, terutama kerannya.
 
2/ Peralatan masak antilengket

Peralatan masak antilengket, seperti wajan atau panci, bisa mengelupas bila sudah usang atau tidak tepat dalam merawatnya. Bila menjumpai bahan antilengketnya mengelupas, sebaiknya tidak digunakan lagi. Dikhawatirkan bahan tersebut akan tertelan dan menimbulkan masalah di kemudian hari.

3/ Koleksi bumbu
Bumbu masakan seperti daun thyme, basil, daun salam segar, maupun yang lainnya, direkomendasikan oleh Dr. Yadi Haryadi, M.Sc., dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, dapat disimpan dengan cara direndam dalam minyak zaitun lalu disimpan di dalam freezer.

Untuk kecap asin dan saus teriyaki, selama masih di dalam botol yang belum dibuka, dapat disimpan pada suhu ruang. Bila sudah dibuka sebaiknya disimpan di dalam lemari es.

“Bumbu bubuk tidak perlu disimpan di dalam kulkas. Cukup dimasukkan  dalam wadah kaleng atau wadah kedap udara,” ujar Yadi. Setelah itu, wadah disimpan di dalam lemari tertutup untuk memperpanjang masa simpan hingga 6 bulan. Bila tidak dalam bentuk bubuk, bumbu dapat bertahan hingga 2 tahun.

3/ Tempat beras
Beras termasuk bahan pangan yang relatif tahan lama disimpan pada suhu ruang dan tergolong tidak mudah rusak. Meski demikian, lingkungan (khususnya kelembapan ruang) dan hama serangga bisa menjadi penyebab utama kerusakan beras. Beras (yang umumnya memiliki kadar air 14%) yang disimpan pada ruang dengan kelembapan tinggi lambat laun akan meningkatkan kadar airnya. Beras dengan kadar air tinggi akan menyebabkan datangnya serangan kapang (jamur) sehingga beras menjadi bau apek. Beras juga kerap diserang serangga seperti kutu beras.

Yadi menyarankan agar tidak memakai beras berkutu atau berjamur. Kutu beras akan menghasilkan senyawa yang dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan di kemudian hari bila terkonsumsi. Demikian pula kapang pada beras apek. Agar terhindar dari kerusakan, sebaiknya beli beras sesuai dengan kebutuhan keluarga, sehingga beras cepat habis dan tidak terlalu lama disimpan.

Selain itu, penting bagi Anda untuk membersihkan tempat penyimpanan beras secara berkala. Jika beras baru dimasukkan ke dalam tempat yang masih ada sisa-sisa beras lama yang bercampur serangga, maka beras yang baru pun akan ikut rusak.

Untuk menghindarinya, wadah beras harus dicuci secara berkala, sebulan sekali. “Cuci dengan cara disiram atau disemprot air panas, lalu jemur di bawah panas matahari hingga semua bagian di dalam wadah benar-benar bersih dan kering,” saran Yadi.

Baca juga:
4/ Peralatan Lain
• Oven. Suasana oven yang gelap dan hangat juga disukai jamur, apalagi jika ada sisa makanan yang tertinggal. Karenanya, bersihkan bagian dalam oven, terutama rak, dengan kain yang dibasahi air setelah digunakan. Jika ada sisa makanan yang lengket, beri soda kue, biarkan semalaman sebelum dibersihkan.
• Exhaust van. Bersihkan minimal dua kali sebulan. Kotoran yang menumpuk akan membuat sirkulasi udara buruk.
• Rak piring.  Mengingat rak piring sering terpapar cairan atau tetesan air dari peralatan makan atau alat lain, sebaiknya cuci dua kali seminggu. Ini akan mencegah karat dan kotoran yang bisa menjadi media berkembangnya kuman. Jangan biarkan air menggenang di rak karena akan menjadi media kuman bahkan nyamuk bertelur. (f)


Topic

#Dapur

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?