
Foto: dok. Femina
Di tengah maraknya kue Barat, menjual kue lokal menjadi kesempatan diferensiasi usaha. Apalagi jika menjual yang unik semacam Putu Sokok yang belum ramai persaingannya. Kemas dengan branding yang modern untuk masuk ke pasaran kaum muda.
Untuk 30 buah
250 g beras ketan putih, cuci bersih
200 ml santan kental dari ½ butir kelapa parut
2 lembar daun pandan, simpulkan
1½ sdt garam
200 g kelapa parut setengah tua
Air daun suji, tumbuk bersama, peras:
20 lembar daun suji
5 lembar daun pandan
2 sdm air
Cara membuat:
1/ Kukus ketan dalam dandang panas selama 10 menit, angkat. Sisihkan.
2/ Didihkan santan bersama daun pandan dan 1 sdt garam. Masukkan ketan kukus, aduk rata. Masak hingga santan terserap habis, tuangi air daun suji, aduk rata. Angkat.
3/ Kukus dalam dandang panas selama 30 menit hingga matang, angkat.
4/ Masukkan ketan ke dalam cetakan kue putu (bambu berbentuk tabung sepanjang 5 cm, berdiameter 2½ cm). Tekan dan padatkan adonan, keluarkan dari cetakan. Lakukan terus hingga adonan habis. Sisihkan.
5/ Campur kelapa parut dengan sisa garam, aduk rata. Kukus dalam dandang panas selama 10 menit, angkat. Sisihkan.
6/ Gulingkan kue putu ke dalam kelapa parut hingga tersalut rata. Sajikan.
Baca juga:
Chibo: Rasa Osaka di Jakarta
Resep Rujak Soto dari Jawa Timur
Topic
#pandan, #berasketan


