
Foto: Shutterstock
Camilan tradisional yang manis untuk berbuka puasa. Campuran tepung beras dan tepung sagu membuat teksturnya lebih kenyal.
Untuk 6 porsi
Bahan:
225 g tepung beras
25 g tepung sagu/ tapioka
50 ml santan kental, dari ¼ butir kelapa parut
100 ml air, untuk menguleni
¼ sdt garam
2 sdm air daun suji, untuk pewarna hijau
2 tetes pewarna makanan warna merah
Kuah, didihkan, saring:
300 ml santan kental, dari 1 butir kelapa parut
150 g gula merah, sisir
2 lembar daun pandan
½ sdt garam
Cara membuat:
1/ Perciki tepung beras dan tepung sagu dengan santan. Bungkus dengan kain tipis, padatkan. Kukus di dalam dandang panas selama 10 menit. Angkat.
2/ Tuang air ke dalam tepung yang sudah dikukus secara bertahap, sambil diuleni hingga adonan kalis (tidak lengket di tangan).
3/ Bagi adonan menjadi dua bagian. Tambahkan air daun suji ke dalam satu bagian adonan, aduk rata. Tambahkan pewarna makanan warna merah ke dalam sisa adonan, aduk rata.
4/ Masukkan adonan dalam cetakan petulo (cetakan putu mayang). Tekan secukupnya hingga membentuk mi yang bergelung.
5/ Ulangi proses yang sama hingga adonan habis. Alasi tiap putu mayang dengan selembar daun pisang beroleskan minyak. Kukus di dalam dandang panas hingga matang (± 15 menit). Angkat.
6/ Tata putu mayang hijau dan merah di tiap mangkuk saji. Siram dengan kuah. Sajikan hangat. (f)
Baca juga:
Resep Beignet. Lebih Simple Dari Donut!
Step By Step Resep Donut Kentang yang Empuk Banget
Resep Padamaran
Topic
#ramadan, #takjil, #menuramadan, #bukapuasa



