
Foto: Dok. Femina
BAHAN
- 225 g tepung beras
- 25 g tepung sagu
- 50 ml santan kental, dari ¼ butir kelapa parut
- 100 ml air, untuk menguleni
- ¼ sdt garam
- 2 sdm air daun suji, untuk pewarna hijau
- 2 tetes pewarna makanan warna merah
Kuah, didihkan, saring:
- 300 ml santan kental, dari 1 butir kelapa parut
- 150 g gula merah, sisir
- 2 lembar daun pandan
- ½ sdt garam
CARA MEMBUAT
- Perciki tepung beras dan tepung sagu dengan santan. Bungkus dengan kain tipis, padatkan. Kukus di dalam dandang panas selama 10 menit. Angkat.
- Tuang air ke dalam tepung yang sudah dikukus secara bertahap, sambil diuleni hingga adonan kalis (tidak lengket di tangan).
- Bagi adonan menjadi dua bagian. Tambahkan air daun suji ke dalam satu bagian adonan, aduk rata. Tambahkan pewarna makanan warna merah ke dalam sisa adonan, aduk rata.
- Masukkan adonan dalam cetakan petulo (cetakan putu mayang). Tekan secukupnya hingga membentuk mi yang bergelung.
- Ulangi proses yang sama hingga adonan habis. Alasi tiap putu mayang dengan selembar daun pisang beroleskan minyak. Kukus di dalam dandang panas hingga matang (± 15 menit). Angkat.
- Tata putu mayang hijau dan merah di tiap mangkuk saji. Siram dengan kuah. Sajikan hangat. (f)
Untuk 6 porsi
Resep telah diuji coba di Dapur Uji Femina Media
Simak juga resep berikut ini:
Topic
#snack


