
Foto: Fotosearch
Setelah berpacaran dengan pria berkebangsaan Inggris selama 2 tahun, saya dan dia akan menemui keluarganya di Inggris. Lewat kesempatan itu, saya ingin lebih mengenal kepribadian pacar melalui sudut pandang keluarganya. Bagaimana cara yang santun untuk mengorek informasi dari keluarganya?
Nathania - Jakarta
Saran Irma Makarim
Walaupun berbeda rumpun, sebenarnya Anda berdua juga sama seperti kita semua. Anda dan pacar memiliki nilai-nilai universal yang serupa. Nilai pengasih, penyayang, rendah hati, kejujuran, toleransi, dan lainnya, ada dalam diri kita masing-masing tanpa mengenal latar belakang ras, agama, atau bangsa. Selama 2 tahun membina hubungan dengan pria dari negara berbeda, sebenarnya Anda berdua sudah mengenali nilai-nilai tersebut.
Rencana untuk berkunjung ke negara asal pacar dan keluarganya berarti menunjukkan kepercayaannya kepada Anda. Ia dan keluarga membuka pintu bagi Anda untuk saling berkenalan. Hati-hati bila Anda berniat melakukan sesuatu di belakang pacar, meski hanya berupa pertanyaan ke keluarganya. Ini memperlihatkan tidak adanya rasa percaya antara Anda berdua. Jika pacar tahu, bisa menciptakan jarak antara Anda berdua dan bahkan menyinggung perasaannya.
Sebaliknya, gunakan kesempatan ini untuk saling mengenal dan memahami budaya kedua belah pihak secara terbuka. Jadikan keterbukaan sebagai salah satu kebiasaan yang Anda bangun bersama. Selain bisa mengenalnya lebih dekat, Anda juga bisa mempelajari ketidakcocokan dan mencari solusinya. Ini semua bisa menjadi bahan pertimbangan bila Anda berdua kelak mengambil keputusan untuk melangkah lebih jauh.
Saran Monty Satiadarma
Ada beberapa hal penting yang harus Anda cermati dalam upaya membina hubungan interpersonal dengan seseorang yang Anda cintai dan kelak menjadi pendamping hidup. Pertama, ubah persepsi untuk tidak mengorek informasi layaknya investigator. Jika persepsi ini dipertahankan, maka sikap dan perilaku Anda akan cenderung mencurigai dan pihak yang merasa dicurigai akan cenderung mempertahankan diri. Sungguh tidak baik jika Anda berdua sudah mengembangkan sikap curiga satu sama lain.
Kedua, Anda sudah menyadari bahwa Anda berdua berasal dari budaya yang amat berbeda. Jadi, hindari pemaksaan untuk menjadikan calon pasangan Anda tunduk dan patuh pada budaya Anda. Begitu juga sebaliknya. Saling beradaptasilah secara alami. Pemaksaan hanya menimbulkan penerimaan sementara dan dalam waktu panjang akan menimbulkan kelelahan. Kendalikan diri Anda, bukan kendalikan orang lain.
Ketiga, sebaiknya Anda jangan merasa khawatir dulu. Sebab, kecemasan dan kekhawatiran akan mewarnai perilaku Anda menjadi tidak alami dan penuh kepura-puraan. Hal ini akan membawa rasa tidak nyaman bagi keluarga calon pasangan Anda. Bertindaklah wajar dan terbuka terhadap perbedaan persepsi, maka mereka akan lebih nyaman mengungkapkan diri dan Anda akan lebih mampu mengenali diri mereka.
Keempat, kesediaan berbagi dan bersikap saling terbuka merupakan kunci untuk mengenal satu sama lain. Itu pun belum menjamin Anda berdua bisa saling memahami. Akan ada hal-hal baru dan mungkin mengejutkan pasangan dalam perjalanan hidup bersama kelak. Keterbukaan bisa menyiapkan Anda dan pasangan untuk menghadapi hal-hal tak terduga itu. (f)
Topic
#TipCinta




