
Foto: Stocksnap.io
Kelahiran seorang anak dalam sebuah perkawinan seharusnya disambut sukacita. Tapi, tak demikian halnya suami Anda. Sikapnya justru berubah setelah kehadiran si kecil. Bukannya membantu Anda mengasuh dan merawat anak, suami justru asyik menekuni hobinya tanpa memedulikan kerepotan Anda.
Solusi:
Sebagai istri, Anda memang perlu bersabar menghadapi suami jenis ini. Sebelum menumpahkan emosi panjang lebar, coba dinginkan dulu kepala Anda sebentar, lalu kaji dengan cermat masalah sebenarnya. Jangan-jangan, suami enggan membantu Anda karena ia merasa belum siap menjadi ayah. Atau, siapa tahu ia merasa bersaing perhatian dengan si kecil, karena konsentrasi Anda tercurah sepenuhnya untuk si kecil.
Nah, agar suami mau ikut berperan dan membantu Anda mengasuh buah hati, sesekali mintalah bantuannya dengan nada manis. Siapa tahu, akibat lelah mengurus si kecil, Anda selama ini lebih sering meminta bantuannya dengan gaya memerintah atau disertai omelan. Tak mengherankan bila suami jadi malas membantu Anda.
Berikan juga suami kesempatan untuk melakukan aktivitas berdua dengan si kecil. Misalnya, menemaninya bermain atau menyiapkan peralatan mandinya. Jangan lupa mengucapkan terima kasih agar suami merasa dihargai dan dibutuhkan. Yang tak kalah penting, jangan lupa memberi perhatian pada pasangan. Tetaplah membuatkan minuman atau menyiapkan camilan untuknya. Anda pun tetap perlu memelihara gairah bercinta. Memiliki anak bukan berarti hubungan intim bersama suami pantas dilupakan. Bercinta merupakan salah satu cara menunjukkan kepada suami bahwa Anda masih mencintai dan membutuhkannya.
Niken Wastu Mahestri
Konsultan: Psikolog Dra. Clara Kriswanto dari Jagadnita Consulting




