
Foto: Fotosearch
Untuk beberapa pasangan, seks anal mungkin bisa menjadi variasi bercinta. Namun, otot di daerah anal tidak selentur otot vagina, sehingga penetrasi di anal tidak akan berjalan lancar karena cenderung dipaksakan. Bukannya nyaman, malah nyeri dan perih yang Anda rasakan. Apalagi jika dilakukan terus-menerus, kulit anus bisa lecet dan iritasi karena anal tidak memiliki cairan lubrikasi.
Selain itu, daerah anal adalah saluran pembuangan dari sistem pencernaan kita sehingga daerah ini nggak steril dan berisiko menularkan infeksi—sekalipun menggunakan kondom. Terutama jika setelah melakukan penetrasi anal, pasangan melakukan penetrasi ke dalam vagina Anda. Sangat tidak disarankan, ya. (f)
Baca juga:
7 Trik Menguasai Doggy Style
5 Fakta Pria Saat Mencapai Orgasme
Hitung Kalori yang Terbakar Saat Bercinta Hingga Orgasme
Topic
#posisiseks


