Sex & Relationship
Membandingkan Payudara dan Bokong: Lebih Seksi Mana?

14 Jul 2016


Foto: Image Collect

Jessi Klein, komedian dan head writer untuk Inside Amy Schumer, pernah menuliskan opini di majalah pria ternama di Amerika tentang tubuhnya. Ketika remaja, ia khawatir sekali soal dadanya yang rata. Ia menulis, tidak pernah terlintas untuk memikirkan soal bokong. Ia pikir, Tuhan meletakkan bokong di bagian belakang tubuh supaya wanita tidak perlu repot memikirkan soal dia. Namun, nyatanya, bokong berada di belakang supaya pria bisa ngobrol seru soal bokong kita tanpa kita ketahui.

“Ketika beranjak dewasa, payudara saya membesar dan saya percaya bahwa saya sudah memiliki segala perlengkapan agar bisa dianggap menggairahkan. Sayangnya, pada saat yang sama Out of Sight dirilis dan Jennifer Lopez menjadi superstar. Itulah titik balik bagi bokong. Saya tiba-tiba tersadar bahwa pria akan atau sebenarnya sudah memperhatikan bokong selama bertahun-tahun. Akhirnya saya berdiri di depan cermin dan untuk pertama kalinya mengamati bokong saya,” begitu tulisnya.

Barangkali, sebagian besar wanita di dunia menganggap payudaranya sebagai aset seksual. Tapi, apakah pasangannya –atau pria pada umumnya-- juga berpikir demikian?
 
KIBLAT: SELEBRITAS HOLLYWOOD
Dari tahun ke tahun wanita merasa bahwa payudara tetap menempati posisi teratas sebagai aset seksual terbesar mereka. Namun, bukan tidak mungkin kedudukannya akan digeser oleh bokong, yang keindahannya makin serius dijaga sejak beberapa tahun terakhir. (Thanks to J-Lo!).
Pada era ini, Kim Kadarshian juga dinilai sebagai ‘tertuduh’ utama di balik gagasan tentang bokong superseksi. Meski menyangkal tuduhan bahwa ia melakukan operasi bokong, istri Kanye West ini dikabarkan oleh www.dailymail.co.uk telah mendapatkan suntikan pembesar bokong seharga 12.000 poundsterling (kira-kira hampir seperempat miliar rupiah).

Faktor lainnya adalah fashion icon yang bergeser. Dulu, yang dipuja adalah peragawati bertubuh tinggi kurus, seperti Kate Moss. Kini, kamera dan panggung catwalk menyukai selebritas bertubuh seksi, seperti Kim, Beyoncé Knowles, dan Christina Hendricks.
Bentuk tubuh mereka --berlekuk, berisi, dan berbokong besar-- justru menjadi incaran para desainer papan atas dunia, seperti Dolce & Gabbana. Dolce & Gabbana seolah melontarkan pujian terhadap tubuh Kim dan Beyonce lewat pakaian yang dirancangnya. Hal ini mendorong wanita dengan ukuran tubuh apa pun untuk memamerkan kemolekan tubuh mereka. Begitu kutipan dari www.mirror.co.uk.
Menurut situs about-face.org, berkat public figure seperti Kim, Nicky Minaj, dan J-Lo, tren seputar sex appeal pun bergeser. Para selebritas ini bahkan melahirkan istilah ‘belfies (butt selfies alias selfie bokong) dan mengajak para penggemar untuk mulai berani memamerkan bokong. Majalah Vogue sudah memastikan bahwa sejak tahun 2015 kita resmi memasuki Era of the Big Booty.

Itu memang terjadi di Amerika. Tapi, Asia tidak mau kalah. Situs www.mumbaimirror.com menyatakan bahwa Mumbai, India, sempat dinilai terlambat 5 tahun dalam hal tren busana. Tapi, tidak dalam mengikuti booty trend. Pada tahun 2016 the bottom has blossomed. Para wanita India tidak lagi menyembunyikan bokong mereka yang besar dengan mengenakan pakaian longgar. Kini mereka lebih berani menampilkan lekuk tubuh bagian belakang.

Menurut Audrey D. Brashich, penulis All Made Up: A Girl’s Guide to Seeing Through Celebrity Hype and Celebrating Real Beauty, para aktris Hollywood kini  makin gencar memberikan semangat untuk memaksimalkan aset apa pun yang Anda miliki. Jika dulu wanita enggan memiliki bokong besar, berkat acuan baru, mereka justru bisa bangga dan tampil lebih menawan.(f)
 


Topic

#payudarabokong

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?