
Dok. Unsplash
Ketika dilamar oleh pasangan, tentu akan membuat hati senang. Rasanya ingin saja langsung mengatakan ‘i do’ dan menjadi pasangan suami istri.
Tapi tunggu dulu, sebelum melangsungkan pernikahan ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Memahami masalah ini, Personal Growth melakukan penelitian apa yang perlu dipersiapkan sebelum pernikahan dari perspektif para pasangan yang akan menikah.
Menurut Ratih Ibrahim, psikolog dan CEO Personal Growth, penting untuk pasangan berdiskusi mendalam tentang beberapa hal sebelum melangsungkan pernikahan. Diskusi ini berguna untuk mencegah terjadinya culture shock yang berbeda antara dua insan.
“Jangan sampai setelah menikah kedua pasangan terkejut karena perbedaan pandangan dalam menghadapi suatu isu. Ketika tidak pandai mengatasi hal ini, bisa-bisa akan memengaruhi keharmonisan hubungan suami istri setelahnya,” jelas Ratih dalam acara Before I Say I Do yang diadakan Personal Growth bersama Kinokuniya pertengahan September lalu.
Selain itu, kadang kurangnya kesiapan mental, fisik dan sosial membuat pasangan lebih rentan mengalami konflik internal. Banyak pasangan muda berpikir bahwa hanya dengan cinta, hubungan suami istri akan berjalan mulus.
Namun tentu tak semudah itu. Menurut Ratih, cinta bisa jadi pondasi dasar sebuah pernikahan. Tapi cinta adalah sebuah emosi dan untuk mempertahankannya dibutuhkan usaha yang lebih.
Maka dari itu ada beberapa aspek yang perlu dipersiapkan dengan pasangan melalui diskusi mendalam. Adapun aspek-aspek kesiapan menikah yang perlu diperhatikan adalah :
1. Pola komunikasi dengan pasangan
2. Minat dan pemanfaatan waktu luang
3. Latar belakang dan relasi pasangan dengan keluarga besar
4. Keuangan
5. Agama
6. Pembagian peran rumah tangga
7. Perubahan pada pasangan dan pola hidup
8. Anak dan pola pengasuhan
BACA JUGA :
PDA di Media Sosial Tanda Perkawinan Bermasalah?
Pernikahan Yang Terlihat Sempurna Pun Tak Luput Dari Perselingkuhan. Ini Alasannya.
Menikah di Atas Usia 30, Rawan Kejenuhan Seks?
Topic
#pernikahan


