Sex & Relationship
Berbeda Pola Asuh Anak dengan Suami

20 May 2016



Foto: Fotosearch

Di saat Anda ingin menyenangkan hati anak dengan membelikan mainan idamannya, suami malah melarang. Ia tak ingin si kecil  jadi anak yang konsumtif. Atau, ketika Anda ingin memasukkan anak ke sekolah bergengsi dengan pengantar bahasa asing, suami malah mendaftarkannya ke sekolah negeri yang biasa-biasa saja.
 
Solusi:
Segala hal yang berkaitan dengan anak pasti akan memengaruhi perkembangannya. Karena itu, sedari awal Anda dan suami perlu mengomunikasikan keinginan dan impian masing-masing dalam membesarkan si buah hati. Hal ini sebaiknya dimulai jauh-jauh hari sebelum si kecil lahir, sehingga ada kesepakatan yang menjadi pegangan Anda berdua dalam pengasuhannya kelak.

Tapi, kalau pembicaraan itu tak ada, bukan berarti perbedaan pendapat tak bisa dikompromikan.  Perbedaan pendapat antara suami-istri sah-sah saja terjadi. Sesekali terlihat oleh anak pun boleh saja, agar anak Anda terbiasa  menghargai perbedaan. Namun, hindari mempertentangkan perbedaan itu lewat perdebatan sengit, karena rawan dimanipulasi oleh anak untuk mendapatkan keinginannya.

Untuk lebih memperkuat argumen Anda atau melunakkan hati suami, dukunglah pendapat Anda dengan informasi atau fakta yang menguatkan. Misalnya, dalam pemilihan sekolah, sebaiknya Anda mengumpulkan bahan referensi yang mendukung pilihan Anda. Dengan begitu, minimal suami memahami sudut pandang Anda, dan pikirannya lebih terbuka pada pilihan lain. 

Niken Wastu Mahestri
Konsultan: ​Psikolog Dra. Clara Kriswanto dari Jagadnita Consulting


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?