Sex & Relationship
9 Hal Ini Tak Perlu Dilakukan Demi Laki-laki, Nomor 6 Wajib Diingat!

15 Jul 2025

9 Hal yang Tidak Perlu Dilakukan Demi Laki-lakiDari Na Hee-do kita belajar bahwa hubungan cinta jangan menghambat mimpi, biarpun Baek Yi-jin laki-laki yang baik. Foto: tvN (drama 2521)


Dalam dunia relasi modern, perempuan kerap dihadapkan pada dilema antara menjaga hubungan dan menjaga diri sendiri.

Padahal, hubungan percintaan yang sehat tidak mensyaratkan pengorbanan sebagai alat pembuktian. Justru ketika seorang perempuan mulai meleburkan diri demi laki-laki yang dikasihi, hubungan menjadi timpang dan rasa hormat pun memudar. 

Ahli relasi dan juga life coach Amerika berdarah Kuba, Ismael Gomez III, pada salah satu tayangan YouTube merangkum sembilan hal penting yang sebaiknya tidak dilakukan perempuan ketika menjalani sebuah hubungan, apalagi jika dilakukan demi menjaga martabat, keseimbangan emosional, bahkan menjaga kesan kualitas diri di mata pasangan.  

"Berhenti melakukan apa pun yang sedang kamu lakukan sekarang. Jika ingin menjadi wanita yang menarik, alih-alih mengejar, kalian perlu mengenali perilaku-perilaku yang membuat pria kehilangan rasa hormat terhadap wanitanya. Karena, ketika seorang pria kehilangan rasa hormat, ia tidak akan mencintai dengan cara yang sama," ujarnya.

Jadi, mari kita mulai strateginya!

1/ Hindari jadi versi dirinya

Menyukai hobi pasangan boleh-boleh saja, tapi memodifikasi diri agar lebih dicintai pasangan justru menunjukkan kurangnya penerimaan terhadap diri sendiri.

Keunikan dan jati diri justru yang membuat seseorang berharga. Memaksakan diri menjadi versi perempuan yang disukai pasangan hanya akan membuat relasi tidak seimbang. Catat!
 

2/ Jangan sembunyikan kecerdasan

Kecerdasan bukanlah ancaman. Jika laki-laki merasa terintimidasi karena kecerdasan pasangannya, itu mencerminkan ketidakamanan/ insecurity dirinya sendiri. Menutupi kapasitas intelektual demi membuat pasangan nyaman justru berisiko menciptakan rasa frustrasi dan kehilangan koneksi yang bermakna.
 

3/ Hindari mengambil peran “ibu” 

Mengurus pasangan layaknya anak sendiri—misalnya, menyelesaikan segala urusan dari hal kecil hingga keuangan— dapat mengikis energi dan menghancurkan keseimbangan peran antar pasangan.

Kedewasaan dalam hubungan artinya adalah pasangan perlu saling mendukung, bukan bergantung secara sepihak. Relasi yang sehat tumbuh dari kontribusi dua arah, bukan dominasi atau menguntungkan satu pihak.
 

4/ Jangan korbankan impian pribadi demi dia

Relokasi, meninggalkan karier, atau menunda pendidikan demi pasangan adalah bentuk pengorbanan yang sering kali sulit dipulihkan karena menyangkut momen yang tak bisa diulang.

Hubungan yang sehat mendukung pertumbuhan masing-masing individu. Impian pribadi tak seharusnya dikorbankan demi kenyamanan satu pihak.

Jika ada yang mengganjal di hati terkait keputusan bersama, bicarakanlah! Jangan diputuskan sendiri, karena pasangan bukan mind reader.
 

5/ Pantang lari dari konflik demi “kedamaian”

Menghindari konfrontasi dengan alasan menjaga hubungan sering kali berujung pada ketidakjujuran emosional.

Konflik yang sehat merupakan bagian dari proses berkomunikasi. Pasangan yang tepat akan menerima perbedaan pendapat tanpa menjadikannya sebagai ancaman.


6/ Hindari bergantung sepenuhnya secara finansial

Kemandirian finansial bukan hanya tentang uang, melainkan tentang memiliki kendali atas keputusan hidup.

Ketergantungan total terhadap pasangan berisiko menciptakan relasi tidak seimbang, bahkan membuka peluang untuk manipulasi bahkan kontrol/ dominasi yang tidak sehat.

Bagi perempuan yang memutuskan tidak bekerja maupun bekerja dari rumah, memiliki kontrol keuangan sendiri sebaiknya sudah dibicarakan sejak awal.  
 

7/ Hindari membenarkan perilaku buruk dia

Memaafkan berkali-kali tanpa perubahan nyata hanya akan memperpanjang siklus yang merugikan.

Mencari alasan atas sikap menyakitkan pasangan bukanlah bentuk cinta, melainkan cerminan rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri.
 

8/ Jangan isolasi diri dari lingkungan

Ketika hubungan membuat seseorang menjauh dari keluarga dan sahabat, ini adalah tanda peringatan bagi hubungan yang mulai menjadi kurang sehat.

Dukungan sosial di luar pasangan adalah hal yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan emosi dan perspektif.

Ingat, relasi yang sehat tidak akan memutus koneksi tapi justru memperkaya kehidupan sosial masing-masing.
 

9/ Jangan abaikan batasan dalam intimasi

Menjalani hubungan intim seharusnya didasari rasa nyaman dan kesepakatan. Tekanan dari pasangan untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan bukanlah bentuk cinta, melainkan pelanggaran terhadap integritas personal.

Ini adalah soal menjaga batasan sebagai hak setiap manusia, bukan karena kita egois.

Dari kesembilan hal yang tidak perlu dilakukan untuk pasangan, kita belajar bahwa hubungan yang sehat dibangun atas dasar saling menghargai, bukan pengorbanan sepihak.

Menjadi perempuan yang utuh—dengan impian, kebebasan berpendapat, batasan, dan memiliki identitas sendiri—adalah cara terbaik menciptakan relasi yang setara dan bermakna.

Jangan lagi berkompromi terhadap hal-hal yang mengikis harga diri hanya demi mempertahankan seseorang. Cinta yang layak tidak akan meminta lebih dari yang pantas diberikan. 

Mulai hari ini, kenali nilai diri, tegakkan batasan, dan bangun relasi yang memuliakan, bukan mengendalikan.

Baca juga:
Ternyata Ini Alasan Terjadinya ADHD Dewasa
7 Pelajaran tentang Hubungan Manis dalam Drakor Love Next Door
Sedang Cari Pacar? Tren Kencan 2025 Bisa Jadi Masukan

 

Laili Damayanti


Topic

#PerempuanBerdaya, #CintaTanpaLuka, #JanganKorbankanDiri , #HubunganSehat

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?