
Foto: Stocksnap.io
Setiap orang pasti pernah dikuntit setidaknya sekali dalam hidupnya. Entah itu di dunia nyata atau di dunia maya. Era media sosial kini memungkinkan orang-orang dari masa lalu kita atau orang asing sekalipun menelusuri keseharian kita lewat jejak di dunia maya. Menguntit merupakan pola perilaku seseorang untuk membuat malu, mengintimidasi, atau meneror korbannya.
Biasanya, target utama para penguntit adalah mantan pasangan atau mantan kolega. Berbagai penelitian mendapati 70-80% penguntit adalah pria! Namun, ada juga satu tipe menguntit yang biasanya dilakukan oleh wanita. (Lihat nomor 3)
Ada 7 tipe dan alasan seorang penguntit menurut Dr. Ronald M. Holmes, profesor emeritus kriminologi di University of Louisville, Amerika Serikat.
1/ Domestik: penguntit tipe ini mengawasi mantan pasangan atau kekasihnya. Tipe ini biasanya muncul dari tempat kerja, dan sangat berisiko karena sehari-hari dekat dengan korban.
2/ Gairah: Inilah predator yang memangsa satu demi satu korbannya. Para pemerkosa dan pembunuh berantai biasanya berawal dari sini.
3/ Patah Hati: Sosoknya bisa berasal dari rekan kerja, kenalan, tetangga, atau siapa pun yang ingin menjalin hubungan dengan korban, tapi bertepuk sebelah tangan. Salah satu penguntit tipe bisa jadi mengalami delusional erotomania, biasanya wanita, yang yakin kalau korbannya sangat tergila-gila padanya. Padahal, yang terjadi, justru sebaliknya.
4/ Fans Selebritas: Para fans yang tergila-gila dan selalu memantau apa pun kegiatan idolanya, bahkan, menguntit hingga rumah sang idola!
5/ Penguntit politis: Penguntit tipe ini tidak sepakat dengan pandangan politik korbannya.
6/ Menguntit untuk Membunuh: Kalau yang ini memang profesional, disewa untuk mengikuti dan menghabisi korbannya. Ngeri!
7/ Dendam kesumat: Siapa pun bisa masuk kategori ini. Mantan karyawan yang tak puas dengan kebijakan perusahaan, tetangga yang kesal, kerabat yang bertengkar dengan kita, atau orang lain dari lingkungan terdekat kita.
Dalam sebuah penelitian, separuh dari jumlah penguntit yang diteliti ternyata menderita gangguan jiwa klinis dan gangguan kepribadian. Umumnya, para penguntit ini termasuk kategori psikopat, tapi sebagian di antaranya cenderung narsistik atau antisosial. Para penguntit juga lebih cerdas dibandingkan pelaku kejahatan lainnya.
Dalam penelitian yang berbeda, wanita ditemukan cenderung lebih takut jika penguntitnya adalah orang asing ketimbang orang yang ia kenal. Padahal, ancaman yang lebih mengerikan datang dari penguntit yang Anda kenal, namun tanpa Anda sadari diam-diam menyimpan dendam. Mungkin seseorang yang pernah Anda tolak cintanya? Atau pernah Anda marahi di kantor? Yuk, mulai introspeksi diri! (f)
(Sumber: Psychology Today)
Topic
#Stalking


