Sex & Relationship
6 Faktor yang Memengaruhi Bentuk Vagina

2 Apr 2017


Foto: 123RF

Waktu turut membawa berbagai perubahan pada tubuh wanita, tak terkecuali organ intim. Bila pada usia 20-an hingga 30-an tidak banyak terjadi perubahan pada vagina, wanita berusia 40 tahun ke atas akan mulai merasakan sejumlah perbedaan menjelang masa menopause. Faktor yang memengaruhi kondisi vagina di antaranya usia, hormonal, aktivitas seksual, kehamilan dan melahirkan, juga penggunaan alat kontrasepsi. Apa saja yang perlu kita perhatikan?
 
“Pada dasarnya, vagina memiliki tiga fungsi, yaitu untuk menstruasi, melahirkan, dan aktivitas seksual,” papar dr. Yusfa Rasyid, SpOG dari RSIA YPK Mandiri Jakarta. Wanita yang belum pernah melakukan aktivitas seksual perlu menjaga kebersihan vulva dan kelancaran aliran (drainase) lendir vagina. Bila seorang wanita sudah tak menginginkan keturunan, fungsi vagina menjadi murni untuk kenikmatan seksual. Maka, kesehatan dan kesegaran vagina harus diperhatikan agar tidak terjadi infeksi, kekuatan ototnya tidak menjadi kendur ataupun lemah, ataupun timbul. penyakit ganas di area tersebut.

Vagina bukan area tubuh yang steril. Di dalamnya terdapat flora yang menjaga keseimbangan keasaman pH organ intim di rentang antara 3, 8 - 4, 5. Dalam keadaan normal, kondisi vagina akan mengikuti siklus reproduksi wanita. Pengaruh hormon kadang membuat vagina berlendir saat menjelang dan setelah haid, dan menjadi lebih berlendir menjelang ovulasi. Namun, selama tidak timbul gatal, bau, maupun perubahan warna dan konsistensi lendir yang keluar dari vagina, keseimbangan flora normal di dalamnya bisa dianggap stabil.

Pada usia reproduksi di rentang umur 20-an hingga 30-an, faktor hormon turut memengaruhi kondisi maupun bentuk fisik vagina. Permukaan vagina, yang terbentuk dari jaringan mukosa (selaput lendir), masih memiliki sel-sel yang cepat beregenerasi sehingga tidak mudah mengalami luka ataupun lecet.
 
Kondisi normal vagina dapat terganggu pada keadaan-keadaan tertentu. Contohnya  kebersihan area vagina yang kurang terjaga, menurunnya daya tahan tubuh, terganggunya kelancaran pengeluaran lendir vagina karena tekanan akibat obesitas atau terlalu sering mengenakan pakaian dan celana dalam terlalu ketat, atau pada wanita yang sudah aktif secara seksual.

Hal pertama yang perlu diperhatikan untuk memantau kondisi vagina adalah dari lendir yang keluar, dalam kaitannya dengan warna dan bau. Ketika terjadi infeksi, pH dalam vagina akan meningkat sehingga mengganggu keseimbangan flora, yang bisa menimbulkan bau tak sedap dan rasa gatal atau panas di sekitar organ intim.

Bagi wanita yang sudah aktif secara seksual, kondisi patologis dalam vagina bisa ditemukan lewat pemeriksaan papsmear setahun sekali. Mereka juga disarankan untuk melakukan vaksinasi kanker mulut rahim dan senam kegel untuk melatih otot panggul. Perubahan kondisi vagina juga dapat dirasakan oleh pasangan, sehingga kita hendaknya memperhatikan pendapatnya saat ia merasa kurang nyaman saat berhubungan intim.
 
Banyak orang percaya, elastisitas vagina akan mengendur karena frekuensi hubungan intim. Padahal, tidak ada kaitan antara keduanya. Elastisitas vagina berkaitan dengan kekuatan otot-otot dasar panggul, yang justru dapat dilatih dengan aktivitas fisik seperti senam kegel. Yang memang bisa memengaruhi kekencangan otot-otot vagina adalah usia dan faktor-faktor terkait melahirkan normal, seperti frekuensi kelahiran, ukuran bayi, lamanya proses melahirkan, dan jarak antarkelahiran.
 
Wanita hamil yang melahirkan normal umumnya berusia di bawah 40 tahun. Dalam rentang usia ini, pemulihan otot-otot panggul pascamelahirkan umumnya tidak membutuhkan waktu yang terlalu panjang. Selain memengaruhi elastisitas, tekanan pada vagina menyebabkan berkurangnya kerutan di permukaan vagina.

Sementara itu, wanita yang berulang kali bersalin secara normal dan memiliki varises (pembengkakan pembuluh darah vena akibat penumpukan darah) di kaki rentan mengalami varises vagina. “Faktor genetik juga berpengaruh. Wanita umumnya mengalami varises vagina setelah beberapa kali melahirkan normal; kasus seperti ini jarang terjadi di kehamilan pertama,” jelas dr. Yusfa. (f)

Baca juga:
Vagina Gatal Usai Bercinta? Baca Penyebabnya di Sini
Saat Perut dan Vagina Keram
Cek Benjolan Kecil di Vagina


Topic

#vagina

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?