Kelompok paduan suara yang terdiri dari 40 orang penyanyi anak dan remaja (berusia 10-17 tahun) ini membawakan lima lagu berjudul Ihauteri Habanera (karya David Azurza), Ikustenduzu (karya Basque Josu Elberdin), Táncnotá (karya komposer Hungaria Zoltán Kodály), 137 Hip Street (karya Fero Aldiansya Stefanus) dan lagu daerah Papua,Yamko Rambe Yamko (aransemen Bambang Jusana).
Pada kategori children’s choir, tidak hanya TRCC, kelompok paduan suara anak Indonesia lain, yaitu Saint Angela Choir (dari Bandung) pimpinan Roni Sugiarto, turut meraih prestasi dengan menjadi juara kedua. Selain TRCC dan Saint Angela, kategori children’s choir diikuti oleh paduan suara anak Liepaites (Lituania), Choir of the Old Town Music (Estonia), Lautitia Children’s Choir (Hungaria) dan Prague Philharmonic Children’s Choir (Ceko).
Gelar Juara Umum diberikan pada TRCC setelah mereka mendapat nilai tertinggi, menyisihkan seluruh peserta kompetisi, termasuk sembilan kelompok paduan suara dewasa pada kategori chamber choir.
Dengan kemenangan TRCC sebagai juara umum, kelompok paduan suara berusia 10 tahun ini pun berhak maju ke kompetisi European Grand Prix in Choral Singing, pada tanggal 21 April 2018, di kota Maribor, Slovenia.
Selain berkompetisi di kota Tolosa, TRCC juga melakukan serangkaian konser di kota-kota lain sekitar Tolosa, antara lain di Ordizia, Zarauts, dan Artajona.
Selamat, The Resonanz Children’s Choir!(f)
Baca juga:
Operet Aku Anak Rusun, Kisah Persahabatan Beda Suku Budaya
Peter Pan, Drama Musikal Penuh Keistimewaan untuk Hari Autisme Sedunia
Topic
#paduansuaraanak


