Saking cintanya Sigi pada olahraga lari, Oktober lalu Sigi mengikuti Nike Women’s Marathon (NWM) di San Francisco. Meski sudah terbiasa lari jarak jauh, Sigi mengaku gugup. Ketika berlari pun Sigi tersentuh dengan aksi yang dilakukan suporter di sisi jalan.
“Gugupnya dalam arti positif, kok, karena saya senang banget menghadiri acara lari yang besar dan ini juga pertama kalinya saya ke Amerika. Pas lari, wah, saya hampir menangis melihat foto gadis sakit yang terpampang di kaus peserta, karena dia berlari untuk anaknya yang menderita leukimia. Di sisi jalan, suporter lainnya saling memegang foto peserta yang didukungnya,” ujar Sigi.
Demi tampil prima, Sigi melakukan program latihan tiga bulan sebelumnya dengan Matias Ibo (profesional cyropractic untuk timnas Indonesia), Agung Mulyawan (pelatih lari), Rini Budiarti (atlet pemenang medali emas 5000-10000 M), dan Laila Munaf (Nike Training Club Trainer). Bahkan agar mood-nya tetap terjaga, Sigi juga menyiapkan playlist yang dibuatkan DJ Hogi Wirjono, Anton Wirjono dan Dipha Barus khusus untuknya. “Daftar lagu yang disiapkan selalu membuat saya ingin berlari atau berolahraga," jelas Sigi.
Setelah berlatih di Jakarta, Sigi menganggap lari di SF sebagai hadiah. Maklum, kota ini memiliki udara yang segar, trek lari yang bersih, dan pemandangan indah. Namun, nggak berarti Sigi melupakan lari di Jakarta.
“Justru saya bangga dengan tangguhnya pelari Indonesia karena kurangnya fasilitas di sini tapi mereka tetap berprestasi. Saya pasti akan berlari di NWM lagi suatu saat nanti,” ujarnya. (SM/FOTO:NIKE)


