Yap, jerawat memang bisa timbul di mana saja, termasuk organ sensitif Anda. Tapi dari semua jerawat, dijamin Anda paling kesal kalau munculnya di vagina. Sebabnya saat jerawat ini baru muncul, pasti membuat vagina terasa pegal, sementara begitu jerawatnya matang, kulit menjadi perih. Jika Anda nggak ingin jerawat ini muncul lagi, ketahui dulu penyebabnya agar Anda dapat mencegahnya.
Hormon
Menjelang menstrusi, hormon estrogen menjadi fluktuatif sehingga membuat kelenjar di seluruh tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak. Cairan yang muncul di sekitar vagina pun berisiko membuat kulit memproduksi minyak lebih banyak sehingga jerawat mudah muncul. Memang, sih, Anda nggak bisa menghindarinya, minimal kurangi mengonsumsi gorengan dan makanan berlemak agar produksi hormon nggak berlebihan.
Celana dalam ketat
Biasakan mengenakan celana dalam yang pas, bukan terlalu ketat. Pasalnya celana yang terlalu ketat membuat sirkulasi udara di sekitar vagina menjadi minim. keringat yang terjebak pun menyebabkan bakteri, dan saat bakteri ini tergesek oleh kulit dan bahan celana, gesekannya menyebabkan kulit iritasi dan jerawat.
Malas cukur
Nggak berarti harus dicukur habis, minimal cukurlah usai menstruasi. Soalnya usai menstruasi, masih ada sisa bakteri yang menempel di kulit dan rambut pubis. Nggak hanya menyebabkan kulit vagina iritasi, tapi juga berbau tak sedap. Vagina yang minim rambut dijamin lebih adem, deh.
Makanan olahan
Tanpa Anda sadari, makanan olahan seperti makanan kaleng dan junkfood mengandung natrium dan lemak yang tinggi. Lemak akan menutup pori-pori kulit, termasuk pori-pori di vagina. Batasi mengonsumsi makanan tinggi pengawet dan ganti dengan makanan berserat yang memudahkan metabolisme.
Kurang dibasuh
Setelah berkemih, biasakan membilas vagina hingga betul-betul bersih dengan air mengalir. Jangan hanya membasuhnya sekilas. Sisa urine nggak hanya berisiko menyebabkan infeksi vagina--seperti keputihan--tapi juga jerawat (karena bakteri yang terkandung di dalam urine tersebut.)
Hormon
Menjelang menstrusi, hormon estrogen menjadi fluktuatif sehingga membuat kelenjar di seluruh tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak. Cairan yang muncul di sekitar vagina pun berisiko membuat kulit memproduksi minyak lebih banyak sehingga jerawat mudah muncul. Memang, sih, Anda nggak bisa menghindarinya, minimal kurangi mengonsumsi gorengan dan makanan berlemak agar produksi hormon nggak berlebihan.
Celana dalam ketat
Biasakan mengenakan celana dalam yang pas, bukan terlalu ketat. Pasalnya celana yang terlalu ketat membuat sirkulasi udara di sekitar vagina menjadi minim. keringat yang terjebak pun menyebabkan bakteri, dan saat bakteri ini tergesek oleh kulit dan bahan celana, gesekannya menyebabkan kulit iritasi dan jerawat.
Malas cukur
Nggak berarti harus dicukur habis, minimal cukurlah usai menstruasi. Soalnya usai menstruasi, masih ada sisa bakteri yang menempel di kulit dan rambut pubis. Nggak hanya menyebabkan kulit vagina iritasi, tapi juga berbau tak sedap. Vagina yang minim rambut dijamin lebih adem, deh.
Makanan olahan
Tanpa Anda sadari, makanan olahan seperti makanan kaleng dan junkfood mengandung natrium dan lemak yang tinggi. Lemak akan menutup pori-pori kulit, termasuk pori-pori di vagina. Batasi mengonsumsi makanan tinggi pengawet dan ganti dengan makanan berserat yang memudahkan metabolisme.
Kurang dibasuh
Setelah berkemih, biasakan membilas vagina hingga betul-betul bersih dengan air mengalir. Jangan hanya membasuhnya sekilas. Sisa urine nggak hanya berisiko menyebabkan infeksi vagina--seperti keputihan--tapi juga jerawat (karena bakteri yang terkandung di dalam urine tersebut.)


