Pertarungan Héra dan Wulf di klimaks cerita sekaligus menunjukkan jiwa kesatria Héra. Foto: Warner Bros. Animation
Diadaptasi dari karya legendaris J.R.R Tolkien, film trilogi The Lord of the Rings dan spin-off-nya, trilogi The Hobbit, telah jadi kisah klasik epik untuk para penontonnya, dan terakhir tayang 2014 (The Hobbit: The Battle of the Five Armies).
Serial The Rings of Power yang merupakan prekuel ribuan tahun sebelum setting kedua trilogi ini mungkin bisa jadi pengobat rindu bagi pencintanya, namun kehadiran film layar lebar tentu punya impresi tersendiri.
Hadirlah The Lord of the Rings: The War of Rohirrim, film animasi gaya anime (animasi 2D, latar belakang lukisan fotografis) yang ber-setting 183 tahun sebelum setting dalam The Fellowship of the Ring.
Raja Rohan, Helm Hammerhand, dengan dua putra yang dibanggakannya, Haleth dan Hama. Foto: Warner Bros. Animation
Kisahnya tentang Helm Hammerhand (pengisi suara: Brian Cox), Raja Rohan, yang tanpa sengaja membunuh Lord Freca, penguasa Dunlending yang menunjukkan gelagat pemberontakan. Awalnya Lord Freca ingin agar putranya, Wulf (Luke Pasqualino) menikah dengan putri satu-satunya Helm, Héra (Gaia Wise).
Insiden ini membuat Wulf dibuang dari Rohan, dan bermusim-musim kemudian akhirnya kembali untuk membalas dendam atas kematian ayahnya, dan merebut takhta milik Helm. Harga diri membuat Helm mengusir keponakannya, Fréaláf (Laurence Ubong Williams) dan tidak peduli pada saran Héra.
Wulf dan Jenderal Targg, tangan kanan Wulf yang mulai waswas pada ambisi Wulf. Foto: Warner Bros. Animation
Dan terbukti apa yang diprediksi Héra terjadi, Helm dikhianati sekutunya. Helm dan rakyatnya bersembunyi di benteng Hornburg, yang dalam film The Two Towers dikenal sebagai Helm's Deep.
Ketika Helm terluka dan kedua putranya, Haleth dan Hama, terbunuh, Héra yang memimpin rakyatnya, termasuk minta bantuan elang raksasa, dan Fréaláf. Sementara Wulf bertahan di musim dingin yang keras untuk mengepung Hornburg sambil membangun menara penyerangan.
Disutradarai Kenji Kamiyama (Ghost in the Shell: Stand Alone Complex), The Lord of the Rings: The War of Rohirrim menyorot keberanian Héra dan jiwa kesatrianya dalam kisah klasik linear. Nama Héra sendiri tak pernah disebut-sebut dalam buku J.R.R Tolkien.
Héra, putri raja pemberani yang mampu minta bantuan kepada elang raksasa. Foto: Warner Bros. Animation
Dengan narasi oleh Miranda Otto (Éowyn dari Rohan dalam TLOTR), film ini fokus pada keberanian dan balas dendam para tokohnya, manusia. Tidak ada keterlibatan peri, yang biasanya selalu ada dalam kisah TLOTR dan spin-off-nya.
Tunggu kameo di akhir film yang seru ini, yang menjadi benang merah dengan cerita TLOTR lainnya. The Lord of the Rings: The War of Rohirrim tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Desember 2024.
Zornia Harisantoso




