Reviews
Terbaru dari Kang Dong-woon, Kim Tae-ri, dan Yeo Jin-goo, Film 1987: When The Day Comes, Tentang Awal Demokrasi di Korea Selatan

22 Jan 2018

Poster: Dok. CJ Enterteinment

Dari segi penjualan, film arahan Jang Joon-hwan ini sukses meraup pendapatan. Sejak tayang di Korea Selatan pada 27 Desember 2017 hingga 20 Januari 2018, film ini menurut catatan Korean Film Biz Zone telah ditonton lebih dari 6,4 juta orang.  Yang pasti, begitu film selesai, penonton pasti tergelitik untuk googling tentang peristiwa yang menjadi latar belakang film ini.

Film ini memang terinspirasi peristiwa nyata yang diberi bumbu fiksi agar menjadi sebuah cerita menarik. Beberapa tokoh dalam film pun nyata, yaitu dua tokoh mahasiswa yang menjadi tokoh penting dan menjadi simbol perjuangan mahasiswa dalam menegakkan demokrasi modern di Korea Selatan. Mungkin tanpa melewati peristiswa yang disebut sebagai June Democracy Movement pada tahun 1987, mungkin dunia tidak akan mengenal hallyu atau gelombang k-pop.

Terlepas dari fakta sejarah yang melatarinya, film ini digarap rapi, penuh ketegangan sejak awal hingga akhir, yang terjalin lewat rentetan adegan yang cepat dan membuat kita harus konsetrasi mengingat tokoh-tokoh dan detail cerita. Apalagi begitu banyak tokoh yang datang dan pergi di layar. 

Baca juga:
Di Usia Matang, 5 Bintang Korea Ganteng ini Masih Belum Berkeluarga

Film langsung dibuka dengan kepanikan, saat seorang mahasiswa Seoul National University, Park Jong-chul (Yeo Jin-goo) meninggal dunia di ruang interogasi. Park Cheo-won (Kim Yoon-seok), kepala badan investigasi antikomunis memerintahkan anak buahnya untuk menutupi peristiwa ini. Namun, Choi Hwan (Ha Jung-woo) seorang jaksa yang diminta untuk menandatangani surat kematian menolak, dan memerintahkan otopsi. Ia juga membocorkan berita kematian Park pada media. Tindakannya tergolong nekat, ia bisa saja kehilangan nyawa, karena saat itu badan investigasi antikomunis sudah seperti preman berlisensi. Pokoknya yang tidak menuruti pemerintah, dianggap komunis dan mereka bantai.

Namun, setelah otopsi susah payah dilakukan pun, kebenaran sulit dan hampir tidak mungkin diungkap. Semua akses seolah tertutup. Publik pun takut karena dibungkam penguasa. Hingga pada akhirnya saat setiap orang mulai dari sipir penjara, mahasiswa, dokter, jaksa, hingga pendeta berkontribusi sesuai dengan kemampuan mereka, pemerintahan militer yang dipimpin presiden Chun Doo-hwan bisa diruntuhkan.

Untunglah di antara ketegangan dan intrik politik, penonton masih bisa bernapas dan tersenyum melihat love line antara Yeon-hee (Kim Tae-ri) dan Lee Han-yeol (Kang Dong-woon). Lee Han-yeol, adalah tokoh nyata. Ia mahasiswa Yonsei University yang terluka di kepala saat demo di depan kampus pada bulan Juni 1987. Fotonya saat itu ditampilkan di halaman depan surat kabar, dan segera menjadi simbol perjuangan mahasiswa. Ia meninggal dunia pada bulan Juli, pemakamannya dihadiri 1,6 juta orang.

Film yang banyak memperlihatkan adegan interogasi yang membuat ngilu ini, tak pelak akan membuat penonton Indonesia membayangkan peristiwa Tragedi Trisakti dan Semanggi 1 pada tahun 1998 dan Tragedi Semanggi 2 tahun 1999, yang mengakhiri kekuasaan mantan Presiden Soeharto.      

Anda tertarik menonton? Film 1987:When The Day Comes saat ini sedang diputar di jaringan bioskop CGV. (f)

Baca juga:
Dunia Hiburan Korea Kembali Berduka, Aktor Jeon Tae-soo Meninggal Dunia karena Depresi
5 Alasan Anda Akan Menyukai Hwayugi, Drama Seri Korea Tentang Kera Sakti Versi Modern
6 Aktivitas Ayana Jihye Moon, HIjaber Mantan Idol Korea Saat ke Indonesia
5 Alasan untuk Menonton Judge to Judge, Drama Seri Yeon Woo-jin dan Park Eun-bin yang Ceritanya Bikin Penasaran


Simak juga:



 


Topic

#koreancorner, #filmkorea

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?