
Foto: Open Road Film
Sejak kemenangannya di ajang Oscar lalu, Film Spotlight masih menjadi pembicaraan hingga sekarang. Film menarik tentang jurnalisme investigasi yang dilakukan oleh tim desk investigatif wartawan Koran Boston Globe, yang bertajuk Spotlight ini memang mengangkat skandal paling kontroversial yang menyangkut kehidupan rohaniawan yang terjadi di tahun 2001.
Bergabungnya Marty Baron (Liev Schreiber) menjadi pemimpin redaksi di Boston Globes, sempat diragukan oleh para koleganya. Terlebih lagi, saat Baron mengajukan usul untuk menindak lanjuti sebuah kolom yang dimuat di Globe, yang menulis tentang tudingan seorang pengacara pada Keuskupan Agung, yang dianggapnya menutupi kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan pada anak-anak yang dilakukan oleh para pendeta, selama bertahun-tahun.
Kasus yang sebetulnya sudah menyeruak sejak lama, namun sempat diragukan oleh tim Globes, karena mereka menganggap para narasumber yang kurang bisa dipercaya. Sementara, tuduhannya tidak main-main, institusi gereja.
Meski ragu, tim kecil Spotlight mencoba menelusurinya. Dari pengacara, mereka juga mewawancarai korban, yang ternyata jumlahnya sangat besar. Betapa terkejutnya mereka ketika menemukan bahwa pelakunya tidak hanya 13, seperti yang dituturkan oleh narasumber mereka, melainkan mencapai 90 orang.
Ternyata, proses penulisan hasil investigasi juga tidak mudah. Mereka bersepakat baru akan mengangkat kasus tersebut jika bisa menemukan bukti bahwa ada sesuatu yang bersifat massif dan sistemik, sampai ke tingkatan Vatikan, yang membiarkan pelecehan seksual dan pemerkosaan itu terus berlangsung.
Film yang disutradarai oleh Tom McCarthy ini juga turut dibintangi oleh Mark Ruffalo, Rachel McAdams, Michael Keaton dan John Slattery. Hasil investigasi tim wartawan Boston Globe ini bahkan sampai membuat Paus dan Vatikan mengeluarkan permintaan maaf dan pengakuan atas dosa pemerkosaan yang dilakukan secara gila-gilaan oleh para rohaniawannya, yang jumlah korbannya mencapai ribuan orang. (f)


