
Foto: Unsplash
1/ Calon Arang
Prosa lirik karya Toeti Heraty ini mengisahkan Calon Arang, janda di Desa Dirah, wilayah Kerajaan Daha. Kesaktian Calon Arang dikenal di seluruh penjuru kerajaan. Namun kesaktian itu digunakan untuk berbuat jahat hingga tak ada yang berani melamar putri Calon Arang yang cantik, Ratna Manggali. Murka dengan keadaan tersebut, Calon Arang minta pertolongan Durga, Dewi Pembinasa untuk sebarkan wabah penyakit ke segenap wilayah kerajaan.
2/ Raumanen
Perjumpaan Raumanen, wanita Minahasa yang idealis, dengan Monang, playboy dari tanah Batak berawal di sebuah pesta ulang tahun. Mereka saling jatuh cinta. Meski banyak yang menentang hubungan Raumanen dan Monang, kedekatan mereka terus berlanjut hingga Raumanen hamil. Monang ingin bertanggungjawab atas janin yang dikandung kekasihnya. Namun, di tengah kisah cintanya dengan Raumanen, Monang masih sempat menggandeng wanita lain yang diakui Monang sebagai saudara dari Sibolga. Situasi bertambah rumit karena sebagai anak laki-laki pertama dari suku Batak, Monang harus menikah dengan wanita Batak pula. Novel karya Marianne Katopo ini dinobatkan sebagai Pemenang Hadiah Buku Utama 1977 dan Pemenang Hadiah Sastra Asia Tenggara 1982.
3/ Orang-Orang Bloomington
Berisi 6 cerita pendek yang ditulis oleh Budi Darma, yaitu Laki-Laki Tua Tanpa Nama, Keluarga M, Orez, Yorrick, Ny. Elberhart, dan Charles Lebourne. Laki-laki Tua Tanpa Nama bercerita tentang seorang laki-laki yang tinggal di jalan Fess. Fess hanya dihuni oleh tiga orang wanita Ny. MacMillan, Ny. Casper dan Ny. Nolan. Ketiganya tinggal sendiri dan satu sama lain tidak pernah mencampuri urusan. Sampai akhirnya Laki-laki Tua Tanpa Nama meninggal di tangan salah satu wanita tua.
Lain halnya dengan cerita Orez. Orez adalah anak yang terlahir dengan fisik yang tidak biasa. Orez kerapkali bertingkah seperti binatang, melompat, menggeram. Kehadiran Orez seperti membawa petaka bagi orang tuanya. Mereka harus terus-terusan berpindah tempat karena tetangga selalu tidak nyaman dengan kehadiran Orez.
Masih ada beberapa cerita lainnya yang benar-benar sayang jika kita lewatkan. Penulis mengambil sudut pandang orang pertama di semua ceritanya. Aku menjadi pelaku, korban, pemerhati, pencerita yang berhasil menampilkan karakter lainnya menjadi hidup.
4/ Sergius Mencari Bacchus
Buku berisi 33 puisi karya Norman Erikson Pasaribu ini merupakan pemenang pertama Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta 2015. Karya tersebut sangat kontroversial di kalangan sastrawan dan akademisi sastra Indonesia karena membahas perferensi seksual yang berbeda, termasuk dunia lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Namun ini menjadikannya unik karena membungkus hal tabu dalam bentuk puisi.
5/ The Majesties
Buka karya Tiffany Tsao ini mengisahkan klan keluarga Indonesia-Tionghoa yang kaya raya, Sulinado. Diawali dengan kisah Gwendolyn yang terbangun di rumah sakit dan menyadari bahwa dirinya adalah satu-satunya korban selamat dalam sebuah tragedi penyerangan atas keluarganya. Ternyata pelaku penyerangan adalah Estella, saudara kandungnya sendiri. Lantas mengapa Estella tega meracuni seluruh keluarga? Gwendolyn berusaha mencari tahu motif yang menyelubungi Estella. (f)
BACA JUGA:
Daniel Radcliffe, David Beckham hingga Dakota Fanning Membacakan Buku Harry Potter untuk Para Penggemar di Rumah
Menikmati Seni Lewat Ruang Daring Pekan Ini
8 Drama Korea Baru Mulai Tayang Bulan Mei
Topic
#intanparamaditha, #rekomendasiintanparamaditha, #calonarang, #raumanen, #themajesties, #penulisfeminis




