
Anggota Tim SAR nasional, Addri (Vino Bastian) berjuang menyelamatkan seluruh penumpang bis yang nyaris terperosok ke dasar jurang akibat tergelincir karena guyuran hujan deras. Suasana gelap menghadirkan situasi yang begitu mencekam, namun Addri berhasil menguasai situasi dan berkat kecekatannya ia berhasil menyelamatkan para penumpang.
Di lokasi terpisah, seorang pemuda bernama Arifin (Deva Mahenra)- seorang analis BMKG - melihat kondisi cuaca yang terjadi sudah melewati batas normal dan terus berdebat dengan Hadi (Ferry Salim) - atasannya mengenai apa yang harus dilakukan. Ia merasa bencana banjir yang jauh lebih besar akan terjadi bila kondisi cuaca tidak diantisipasi. Di saat sedang melakukan beberapa antisipasi penanggulangan bencana, kembali ia dipertemukan dengan Addri. Pada saat bersamaan, kekasih Arifin, Denanda (Acha Septriasa) seorang dokter juga tak mau tinggal diam membantu menyelamatkan nyawa penduduk.
Cuaca terus memburuk, hujan badai tak henti menerpa dan banjir siap menenggelamkan Jakarta. Sepak terjang Addri dan Arifin dalam menangani bencana dan mencari cara untuk menanggulanginya begitu menegangkan. Di tengah tantangan tinggi yang hampir membuat putus asa, Addri dan Arifin dipertemukan dengan Prof. Dr. Irwan Pongky (Yayu Unru) ahli sejarah yang menguasai pengetahuan terowongan bawah tanah buatan Belanda dan menjadi kunci bagi pemecahan masalah bencana banjir yang dihadapi kota Jakarta.
Seluruh pihak yang berjuang untuk dapat meminimalisir korban dan menguasai situasi juga didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dipimpin oleh Gubernur (Donny Damara) secara bijaksana dan dihormati oleh seluruh warganya.
Mengharukan saat Addri harus memilih antara menyelamatkan keluarganya sendiri atau penduduk Jakarta. Dalam kondisi bencana seperti itu, istri Addri, Indri (Putri Ayudya, Wajah Femina 2008) menjadi contoh wanita yang tabah dan memiliki kebesaran hati mendukung pekerjaan suaminya. Sikapnya yang memahami kesibukan Addri sebagai anggota tim SAR Nasional yang begitu menyita waktu bisa jadi pelajaran bagi wanita yang memiliki kondisi sama.
Untuk mewujudkan film BANGKIT! butuh riset hampir 2,5 tahun dan melibatkan BASARNAS, PMI dan BMKG untuk melengkapi detil-detil dalam film. Film yang disutradarai Rako Prijatno ini juga didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta. (f)


