Seseru apa kehebohan calon pengantin dan para pengiringnya? Foto: Magenta Light StudiosSimon West, sutradara yang selama ini dikenal dari karya film-film aksi seperti Con Air (1997), Lara Croft: Tomb Raider (2001), hingga The Expendables 2 (2012), kini menawarkan sesuatu yang berbeda lewat Bride Hard.
Film ini ruang eksplorasi baru bagi West, yang memadukan aksi, komedi, dan sentuhan kekompakan khas perempuan.
Proyek film ini juga menjadi ajang reuni bagi dua bintang Pitch Perfect, Rebel Wilson dan Anna Camp. Kerduanya kembali menghadirkan kekompakan ditingkahi humor, namun kini dalam cerita berlatar penuh kekacauan di pesta pernikahan.
Film ini mengisahkan Sam (Rebel Wilson), seorang agen rahasia, yang sedang dijatuhi sanksi setelah dianggap ceroboh karena memilih bertindak sendirian tanpa koordinasi dengan timnya. Akibat sikap keras kepalanya itu, ia diskors.
Kalau film Bridesmaids menggambarkan kegilaan Gen X, Bride Hard menampilkan kehebohan Milenial. Foto: Magenta Light StudiosFilm ini menonjolkan kekuatan persahabatan perempuan dalam dinamika unik. Sam dan Betsy digambarkan memiliki kepribadian bertolak belakang, bahkan sempat berselisih. Anehnya, justru perbedaan itu yang membuat film ini terasa begitu hangat dan seru.
Kita juga dapat melihat bahwa perempuan bisa saja berbeda pandangan, bisa saling beradu argumen, tetapi tetap saling menjaga, dalam situasi paling gila sekalipun.
Bisakah Sam (Rebel Wilson) memimpin teman-temannya mengatasi penjahat? Foto: Magenta Light StudiosRebel Wilson tampil percaya diri lewat ekspresi wajah yang konyol, celetukan nyeleneh, dan kelakuan usil. Di sisi lain, Anna Camp tampil mengejutkan sebagai Betsy, tokoh pengantin yang awalnya tampak kikuk, tetapi perlahan menunjukkan sisi pemberani dan menjadi bagian penting dalam aksi penyelamatan pesta mereka.
Menariknya, Bride Hard secara terbuka mengusung isu feminisme, dari pesan soal solidaritas perempuan, kemandirian, hingga keberanian untuk menantang norma yang selama ini didominasi laki-laki di film-film aksi.
Tak heran, sebagian penonton pria, menganggap film ini terasa "maksa" karena dianggap terlalu menonjolkan agenda perempuan. Komedinya pun seperti asal-asalan, walau di situlah daya tariknya (judulnya saja pelesetan, kan).
Jangan lewatkan satu momen yang jadi easter egg tersendiri bagi para penggemar Pitch Perfect.
Pada akhirnya, Bride Hard bukan sekadar film aksi-komedi biasa. Di balik segala kekacauan yang terjadi, film ini menghadirkan kisah persahabatan perempuan yang kalau gak heboh dan rumit, gak seru....
Bride Hard tayang di bioskop Tanah Air mulai 14 Juli 2025. (f)
Baca juga:
Kitab Sijjin & Illiyyin: Setiap Balas Dendam Ada Konsekuensinya
Ballard: Ketangguhan Perempuan di Tengah Korupsi Moral dan Diskriminasi Semu
Lyora: Penantian Buah Hati Rilis Official Trailer dan Poster
Aqeela Hamarthya
Topic
#feminaindonesia, #reviews


