
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.
Untuk saat ini, Indonesia memiliki prevalensi orang dengan gangguan jiwa sekitar 1 dari 4 penduduk, yang artinya sekitar 20 persen populasi di Indonesia mempunyai potensi masalah gangguan jiwa.
Gangguan kesehatan mental bisa menyerang siapapun dan kapanpun. Sehingga, setiap orang atau individu harus mulai sadar dan mawas diri untuk mencegah risiko buruk akibat gangguan kesehatan mental yang terjadi. Berikut tujuh buku yang layak Anda baca weekend ini untuk menjaga kesehatan mental kita.

Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Indonesia
Dr. Sandersan (Sandy) Onie / Kompas Gramedia
Buku pegangan ini berisi pedoman singkat mengenai depresi, kecemasan, maupun beberapa kondisi stres kronis dan cerita dari mereka yang pernah mengalaminya. Ada sepuluh langkah terbaik yang disarankan buku ini untuk dapat dilakukan terhadap mereka yang sedang berada dalam situasi sulit, kemudian dilanjutkan dengan apa yang dapat dilakukan untuk membantu seseorang yang sedang mengalami situasi sulit, dan cara menangani individu yang ingin bunuh diri.
Penulis buku ini, Dr. Sandersan (Sandy) Onie merupakan peneliti kesehatan mental dan pendiri Emotional Health for All. Dalam peluncuran bukunya, Dr. Sandy Onie mengatakan. buku ini membantu pembaca memahami bagaimana menangani situasi sulit, apa yang harus dilakukan dan dikatakan, serta apa yang tidak boleh dilakukan dan diucapkan.
Buku yang dibuat untuk membekali setiap orang di Indonesia dengan pengetahuan dasar mengenai kesehatan mental dan semangat saling membantu dalam masa-masa sulit dan penuh tantangan dan dilengkapi dengan temuan terbaru dan masukan dari para ahli, baik dari dalam negeri maupun luar Indonesia.

Foto: Dok. Gramedia
Semua Orang Butuh Curhat
Lori Gottlieb / GPU
Buku ini bercerita tentang perjalanan Lori Gottlieb, terapis berpengalaman dengan praktik yang berkembang pesat di Los Angeles untuk menemukan kembali arahnya ketika ia mengalami krisis pribadi yang menyebabkan dunianya runtuh. Bertemu dengan Wendell, terapis veteran dengan gaya yang tidak biasa, membantu Gottlieb dengan sesi terapi yang terbukti transformatif.
Dari kisah pasiennya - seorang produser Hollywood yang egois, seorang pengantin baru yang didiagnosis menderita penyakit ganas, seorang warga senior yang mengancam akan mengakhiri hidup di hari ulang tahunnya jika hidupnya tidak menjadi lebih baik, dan seorang wanita berusia dua puluhan tahun yang tidak bisa berhenti bergaul dengan orang yang salah - Gottlieb menemukan bahwa pertanyaan yang menjadi ajang pergulatan mereka adalah pertanyaan yang sama yang ia ajukan kepada Wendell.
Dengan gaya bercerita yang ringan, Gottlieb mengundang kita ke dunianya, baik sebagai terapis maupun pasien, menemukan jawaban untuk banyak hal dalam hidup.

Foto: Dok. Gramedia
Berani Tidak Disukai
Ichiro Kishimi & Fumitake Koga / GPU
Buku yang sudah terjual lebih dari 3,5 juta eksemplar ini mengungkap rahasia bagaimana mengeluarkan kekuatan terpendam yang memungkinkan Anda meraih kebahagiaan yang hakiki dan menjadi sosok idaman.
Berangkat dari teori Alfred Adler, satu dari tiga psikolog terkemuka abad 19 selain Freud dan Jung, buku ini mengikuti percakapan yang menggugah antara seorang filsuf dan seorang pemuda. Dalam lima percakapan yang terjalin, sang filsuf membantu muridnya memahami bagaimana masing-masing dari kita mampu menentukan arah hidup kita, bebas dari belenggu trauma masa lalu dan beban ekspektasi orang lain.
Lewat kisah-kisah bijak, buku karangan penulis asal Jepang ini memandu Anda memahami konsep memaafkan diri sendiri, mencintai diri, dan menyingkirkan hal-hal yang tidak penting dari pikiran. Cara pikir yang membebaskan akan membantu Anda membangun keberanian untuk mengubah dan mengabaikan batasan yang mungkin tanpa sadar Anda berlakukan bagi diri sendiri.

Foto: Dok. Gramedia
Loving The Wounded Soul
Regis Machdy / GPU
Regis, sebagai salah satu penyintas depresi dan akademisi psikologi, akan mengungkap apa itu depresi dan mengapa depresi rentan dialami manusia abad ini. Buku ini membahas depresi secara komprehensif, mulai dari aspek klinis dan budaya, faktor internal dan eksternal, serta higher meaning dari kehadiran depresi itu sendiri.
Tak hanya menjadi pedoman bagi orang dengan depresi, buku ini juga penting bagi pendamping dan siapa saja yang ingin memahami kompleksitas jiwa sekaligus menemukan makna sejati kehidupan. Apalagi di tengah pergulatan orang dengan depresi, banyak stigma yang melabeli sehingga mereka kesulitan untuk mendapatkan pertolongan.

Foto: Dok. Gramedia
Alasan Tetap Hidup
Matt Haig / GPU
Apa rasanya menjadi orang yang mengalami gangguan kecemasan atau depresi? Ada dorongan yang membanjiri perasaan dan pikiran mereka sampai-sampai tubuh fisiknya pun ikut sakit. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.
Matt Haig pernah berada di titik itu, mencoba bunuh diri di pinggir tebing ketika berusia 24 tahun. Serangan panik yang bertubi-tubi dan harapan yang tak lagi terlihat membuatnya berpikir bahwa mengakhiri segalanya adalah hal terbaik. Tetapi, pada langkah terakhir, ia berhenti dan mengurungkan niatnya. Sampai sekarang, ia menjadi bukti bahwa gangguan kecemasan dan depresi bisa diatasi.
Melalui buku ini, Matt Haig akan membagikan pengalamannya, mulai dari gejala depresi, rasanya mendapat serangan panik, hingga apa yang membuatnya bertahan hidup hingga hari ini.
Buku ini mengajak pembacanya menyelami apa yang para penderita depresi rasakan dan bagaimana cara membantu mereka (atau bahkan diri sendiri) menjadi lebih baik.

Foto: Dok. Gramedia
Memahami Trauma dengan Perhatian Khusus Pada Masa Kanak-Kanak
Prof. Irwanto, Ph.D., Hani Kumala, M.Psi / GPU
Buku kecil ini mencoba untuk menjelaskan mengenai Trauma Psikologis sebagaimana yang dipahami oleh profesional di bidang kesehatan mental. Hal ini penting karena dalam berbahasa sehari-hari, istilah trauma sudah digunakan untuk menggambarkan pengalaman yang mencekam serta memberikan efek jera jangka panjang dalam diri individu.
Agar pemahaman terhadap trauma bisa sesuai dengan perkembangan riset dan praktik di bidang layanan kesehatan mental, buku ini menyajikan tiga perspektif untuk membantu para pembaca mengonstruksikan gambaran pengalaman traumatis yang berbeda-beda, yaitu perspektif model medis, psikologi positif, dan psikologi perkembangan.
Masing-masing perspektif memberikan asumsi dan cara menjelaskan trauma yang sangat memengaruhi pandangan profesional atau praktisi sampai saat ini. Salah satu diskusi penting dalam buku ini adalah tentang traumagenik, yaitu bagaimana individu yang mengalami trauma akan memproses berbagai krisis yang dialami pasca peristiwa traumatis tersebut agar dapat menjadi penyintas (survivor).
Dalam hal ini, penjelasan mengenai keadaan traumagenik juga membantu praktisi memahami mengapa korban kekerasan di masa kanak-kanak rentan terhadap reviktimisasi dan Pembaca juga diajak mendiskusikan mengenai resiliensi, posttraumic growth, PTSD, dan proses pemulihan dalam konteks kultural. Tersaji juga berbagai instrumen untuk asesmen untuk para pembaca.

Foto: Dok. Gramedia
Kenali dan Atasi: NPD, OCD, PPD
Dian Noviyanti / GPU
Tidak ada perjalanan hidup manusia yang mulus-mulus saja tanpa rintangan. Hidup penuh jatuh bangun, ada torehan luka juga bahagia. Sebagian orang segera sadar dan bergegas bangkit, namun tak sedikit yang tertawan masa lalu dan enggan beranjak.
Peristiwa yang kita lalui menjejak pada diri kita hari ini. Tanpa disadari, semua mencuat dalam wujud gejala psikis. Bisa berupa gangguan kepribadian, depresi, maupun kecemasan.
Buku yang mengangkat tema Narcissistic Personality Disorder (NPD), Obssessive-Compulsive Disorder (OCD), dan Postpartum Depression (PD) ini akan mengajak kita belajar mengenal masalah mental. Lengkap dengan ilustrasi menarik dan contoh yang gamblang agar mudah bagi pembacanya untuk belajar dan melakukan perjalanan ke dalam diri. (f)
Baca Juga:
Rayakan Hari Toleransi Sedunia, STOP Bullying di Tempat Kerja
Kelola Emosi dengan Meditasi untuk Kesehatan Mental di Era Hybrid Working
Lakukan Latihan Ini Setiap Hari untuk Membangun Kekuatan Mental
Faunda Liswijayanti
Topic
#buku, #review, #kesehatanmental


