Jaafar Jackson sebagai Michael Jackson membawakan Bad. Foto: Universal Pictures
Saat berpulang–dianggap bunuh diri–pada 25 Juni 2009, Michael Jackson adalah seorang legenda yang penuh kontroversi, terutama terkait dengan tuduhan pelecehan terhadap anak-anak.
Kehidupannya pun seperti dongeng tersendiri, dan popularitasnya adalah salah satu fenomena dunia hiburan di abad ke-20.
Tahun ini, film biopik Michael jadi salah satu film bujet besar yang ditunggu-tunggu, mengisahkan perjalanan Michael Jackson sejak kecil sebagai bagian dari grup musil ersama abang-abangnya, Jackson 5, kemudian bersolo karier, berusaha lepas dari bayang-bayang sang ayah, hingga meraih puncak ketenarannya di era 80-an.
Sebelum kamu nonton filmnya (tonton di IMAX makin seru!), ini dia 5 fakta yang perlu kamu tahu tentang film Michael.
1/ Diperankan oleh keponakan Michael Jackson
Di masa kecil, Michael Jackson dimainkan oleh Juliano Valdi, actor cilik yang menggemaskan dan pintar banget ngedance.
Ekspresi Juliano sebagai Michael kecil yang harus kerja keras dan digambarkan takut pada sang ayah, Joe Jackson (Colman Domingo bersinar!), cukup haunting.
Juliano Valdi (tengah) yang bermain apik sebagai Michael Jackson kecil saat berlatih dengan Jackson 5. Foto: Universal Pictures
Pemeran Michael Jackson dewasa adalah Jaafar Jackson, keponakan langsung Michael, anak dari kakak Michael, Jermaine. Jaafar terpilih dari pencarian selama dua tahun.
Secara fisik, Jaafar memang sangat mirip Michael. Ia khusus belajar koreografi, terutama moonwalk, untuk menampilkan sosok Michael. Dan ia sengaja tidak memberitahukan keluarga selama setahun kalau ia memerankan sang paman.
Meski seorang penyanyi, lagu-lagu dalam film Michael merupakan vokal asli Michael Jackson yang diolah ulang, walau ada juga beberapa lagu yang dicampur dengan vokal asli Jaafar, seperti dalam Beat It, Thriller, dan Billie Jean.
Jaafar fokus melatih gaya tari ala Michael, juga gestur tubuh. Hasilnya? Jaafar nailed it!
Jaafar Jackson, keponakan yang memainkan pamannya sendiri. Foto: Universal Pictures
2/ Dimodali Jackson Estate
Jackson Estate adalah badan hukum yang mengelola harta warisan, aset, hak cipta, dan pendapatan Michael Jackson setelah dia meninggal. Estate ini dikendalikan salah satunya oleh John Branca, yang di dalam Michael diperankan oleh Miles Teller.
Jackson Estate masih bersengketa hukum dengan anak kedua Michael, Paris Jackson, yang tidak mendukung dirilisnya film ini. Paris menuduh Branca egosentris dan buang-buang uang dengan meng-casting aktor mahal memerankan dirinya.
3/ Tak ada Janet Jackson di dalam Michael
Buat penonton yang pernah mengikuti perjalanan hidup seorang Michael Jackson, ada yang terasa mengganjal saat menonton: Ke mana Janet Jackson, ya?
Janet Jackson, adik bungsu Michael, yang terkenal dekat dengan Michael selama hidupnya, tak ada penampakannya sama sekali dalam Michael.
Janet menolak dimunculkan dalam film ini, karena ia berada di pihak Paris, dan tidak setuju dengan cara Jackson Estate mengelola peninggalan Michael Jackson.
Ketidakhadiran Janet membuat cerita dalam Michael seperti di semesta alternatif–namun secara terbuka Janet mendukung debut akting keponakannya, Jaafar.
4/ Didukung sutradara dan penulis skenario ternama
Kritisi film Amerika mengatakan bahwa sang sutradara, Antoine Fuqua, menyia-siakan talentanya dengan membuat film seperti video musik panjang. Fuqua sendiri terkenal dengan film-film aksi kaya drama, seperti Training Day, Bullet Train, dan seri The Equalizer.
Sementara penulis skenario John Logan juga dikritik menghadirkan cerita usang yang klise, dan hanya menarik di adegan musikalnya. John Logan pernah masuk nominasi Oscar lewat Gladiator, The Aviator, dan Hugo. Ia juga menulis The Last Samurai dan Skyfall.
5/ Diprediksi jadi box office
Dengan bujet sekitar 155 juta dolar AS, film musikal yang menampilkan banyak adegan konser spektakuler ini diprediksi bakal meraup sukses. Apalagi Michael Jackson masih memiliki nilai komersial.
Michael diharapkan bisa menyaingi box office dari Michael Jackson’s This Is It, film dokumenter tentang persiapan Michael Jackson sebelum konser This Is It di O2 Arena, London, yang dirilis beberapa bulan setelah kepergiannya (Oktober 2009).
Reka ulang video musik Thriller di lokasi yang sama seperti ketika dibuat tahun 1982. Foto: Universal Pictures
This Is It mencapai 268 juta dolar di box office global, dan hingga kini jadi Film Dokumenter Terlaris Sepanjang Masa.
Michael tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai hari ini, 22 April 2026. (f)
Zornia Harisantoso
Topic
#reviews


