Reviews
10 Ide Buku Untuk Bacaan Pengisi Liburan

5 Jul 2016


Tiada liburan tanpa mencuri kesempatan untuk membaca buku. Berikut ini adalah 10 buku seru untuk dibaca kala waktu senggang di masa mudik dan liburan.
 
1/ To Kill A Mocking Bird
Harper lee/ Harper Perennial Modern Classic


Novel yang tak terlupakan tentang masa kanak-kanak di sebuah kota yang dilanda krisis hati nurani. Buku ini menjadi buku terlaris tahun 1960, pernah difilmkan. Penuh kasih, dramatis, dan menyentuh, membawa pembacanya ke akar perilaku manusia yang bersalah atau tidak, kebaikan dan kekejaman, cinta dan kebencian, juga humor.
 
2/ My Name is Lucy Barton
Elizabeth Strout/ Random House























Bertahun-tahun tak bicara dengan sang ibu, Lucy Barton harus bertemu beliau saat dijenguk di rumah sakit  usai menjalani operasi usus buntu. Dialog dibangun lewat gosip tentang para tetangga, menuju alasan mengapa Lucy meninggalkan keluarganya untuk kuliah dan hidup sebagai penulis. Pernikahannya dengan pria dari keluarga mapan juga memberikan gambaran perbedaan kelas di masyarakat, potret kemiskinan, dan wabah AIDS yang menakutkan di masa itu. Nikmati cara bertutur Strout yang puitis di novel berlatar belakang New York pada tahun 1980-an ini.
 
3/ The Hundred-Year Walk: An Armenian Odyssey
Dawn Anahid MacKeen/ Houghton Harcourt
























Kisah pembantaian massal warga Armenia di Turki selama Perang Dunia I yang didengarnya dari kakeknya, Stepan Miskijan, yang berhasil menyelamatkan diri dari kebrutalan tersebut, tertanam di benak MacKeen hingga dewasa. Setelah menjadi jurnalis, ia berusaha menginvestigasi tragedi ini lebih dalam lewat jurnal sang kakek. dan menghabiskan 8 tahun menelusuri Turki, Suriah, dan Irak untuk menemukan jejak penderitaan kakeknya dan para korban. Perjalanannya dikemas dalam bentuk jalinan reportase dan memoar yang menjembatani antara perjuangan Stepan bertahan hidup dari rasa lapar, haus, kengerian, dan eksekusi.
 
4/ Frankenstein
Mary Shelley/ Qanita


Kisah Frankenstein sudah begitu familiar karena begitu banyak karya yang lahir dari Frankenstein. Bisa dikatakan, inilah ikon fiksi horor. Mary menerjemahkan horor tidak semata makhluk halus ataupun dari dunia supranatural, akan tetapi horor juga bisa diciptakan dari dunia sains. Lewat makhluk ciptaan Victor Frankenstein, perdebatan moral antara sains dan agama, baik dan buruk, seolah menjadi kabur batasannya.
 
5/ The Forty Rules of Love
Elif Shafak/ Viking


Ella, wanita yang tidak bahagia dengan pernikahannya. Pekerjaannya sebagai agen sastra, mengharuskannya membaca karya-karya  penulis baru. Salah satunya, naskah berjudul Sweet Blasphemy, novel yang ditulis seorang pria bernama Aziz Zahara. Ella terkesan sekali pada karya yang berkisah tentang Sham, yang mengeksplorasi Rumi dan darwisian, yang berhasil mengubah hidup seorang tokoh agama yang tidak bahagia, hingga akhirnya menjadi pengikut jalan sufi, penulis puisi dan penasihat cinta. Ella seperti terisap pada pelajaran hidup dari filosofi kuno dalam novel itu. Ajaran Rumi tersebut pas banget dengan hidupnya sekarang. Tak hanya terpikat pada novelnya, Ella pun terpikat pada sosok penulisnya.
 
6/ While the City Slept
Eli Sanders/Knopft

Sebuah insiden pembunuhan di musim panas 2009 di Seattle menjadi pemicu terbukanya borok sistem perawatan kesehatan mental di Amerika. Insiden itu melibatkan pasangan Teresa Butz dan Jennifer Hopper yang sedang jatuh cinta, Isaiah Kalebu, pemuda berusia 23 tahun dengan kondisi psikologis berbahaya karena dibesarkan oleh ayah yang otoriter dan ibu dengan riwayat keluarga pernah mengalami sakit mental. Sanders, yang pernah memenangkan penghargaan Pulitzer lewat liputan tentang kriminalitas, menawarkan reportase mendalam tentang situasi perawatan kesehatan mental di Amerika. Kisah diawali dari perilaku sehari-hari Kalebu yang berbahaya. Meski ia selalu dalam pengawasan keluarganya, polisi, pekerja sosial, pengacara dan hakimnya,   ia tetap jeli melakukan kejahatan saat menemukan celah. Kisah ini mengingatkan kita tentang kemungkinan yang bisa terjadi saat seorang individu dalam masyarakat terus-menerus jatuh ke lubang yang sama, dan jadi kewajiban kita semua untuk tidak menutup mata pada apa yang terjadi di lingkungan sekitar.  
 
7/ Attachments
Rainbow Rowell/ Penerbit Spring


Bagaimana rasanya jatuh cinta melalui kata-kata? Lincoln, seorang petugas keamanan internet, mengalaminya. Pekerjaannya memaksa Lincoln untuk mengawasi aktivitas e-mail seluruh karyawan. Di sisi lain, Beth dan Jennifer pun mengetahui bahwa ada seseorang yang mengawasi e-mail mereka. Namun, mereka tidak tahu siapa orangnya dan tidak mau ambil pusing. Beth dan Jennifer kerap bertukar cerita lewat e-mail. Lincoln, yang mengikuti cerita mereka dari awal dari balik layar komputer pengawas, daim-diam mulai jatuh cinta kepada salah satunya. Apa yang bisa dikatakan Lincoln kepada sang pemilik kata-kata?























 8/ The Girl on The Train
Paula Hawkins/ Riverhead Books
 
Rachel, gadis putus asa yang mengalami ketidakberuntungan demi ketidakberuntungan. Setelah bercerai, kehilangan pekerjaan, tak punya uang, ia tetap menaiki kereta commuter yang sama tiap pagi, hanya demi menutupi statusnya yang pengangguran dari teman sekamarnya. Menempuh rute yang sama, ia melewati rumah lamanya, yang pernah ia tinggali berama mantan suaminya dulu. Ia masenemukan pemandangan yang sama  tiap kali kereta berhenti di perhentian sinyal: sepasang suami-istri yang sedang menikmati sarapan dari jendela apartemennya. Rachel bahkan merasa mengenal mereka. Ia menyebut pasangan itu ‘Jess dan Jason’. Gambaran pasangan yang tampak sempurna. Hingga suatu kali, persis ketika kereta berhenti seperti biasa, ia menyaksikan wanita itu tidak dengan suaminya, sebelum kemudian ia dinyatakan hilang oleh polisi. Apa sebenarnya yang terjadi pada malam ketika wanita yang ia lihat dari kereta itu mengihlang? Benarkah Rachel terlibat? 

 












9/ The Grownup
Gillian Flynn/ Crown

Penulis thriller yang bagus bisa membuat para pembacanya ‘kecanduan’ menantikan karya mereka selanjutnya. Setelah sukses dengan Dark Places dan Gone Girl, Gillian kembali menghadirkan novel dengan ramuan ketegangan. Kali ini, ia mengangkat tentang sebuah rumah yang berhantu. Tapi, tentu saja bukan murni horor mainstream, melainkan horor yang memainkan teror psikologis. 



















10/ The Vegetarian
Han Kang/ Hogart




Yeong-hye, seorang ibu rumah tangga biasa, menjalani kehidupan normal sebagai istri yang baik. Namun, suatu hari mimpi buruk menghampirinya. Bayangan nyata tentang kekerasan dan pertumpahan darah, dalam tidurnya. Yeong-hye pun memutuskan untuk membersihkan pikirannya dengan berhenti makan daging alias menjadi vegetarian. Oleh keluarga besar dan suaminya, keputusan ini disikapi dengan keterkejutan. Sebuah potret kehidupan modern di Korea Selatan. (f)

 
 
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?