Profile
Frida Marpaung Buktikan Naluri Ibu Jadi Kekuatan Pimpin 10 Ribu Talenta

24 Dec 2025

Frida Herlina Marpaung memimpin dengan hati dan menjadi jembatan inklusi di MR.D.I.Y. Indonesia. Foto: Dok. MR.D.I.Y


Di balik kesuksesan MR.D.I.Y. Indonesia sebagai gerai perlengkapan rumah tangga favorit keluarga, ada sosok perempuan tangguh yang memimpin dari hati.

Frida Herlina Marpaung, Chief People Officer MR. D.I.Y Indonesia, membuktikan bahwa mengelola lebih dari 10.000 karyawan tidak membutuhkan tangan besi, melainkan sentuhan empati seorang ibu.

Menyambut momen Hari Ibu, kepemimpinan perempuan Batak ini menjadi inspirasi bagi banyak perempuan tentang bagaimana integrasi nilai keluarga dapat menciptakan budaya kerja yang inklusif, memberdayakan, dan manusiawi.

Peran sebagai ibu dan pemimpin, bagi banyak orang, sering dianggap sebagai dua kutub yang saling tarik-menarik. Namun bagi Frida, keduanya adalah simbiosis yang sempurna.

“Bagi saya, menjadi ibu adalah sekolah kepemimpinan terbaik. Di rumah, saya belajar tentang kesabaran tanpa batas dan cara memahami kebutuhan anak yang bahkan tidak terucap,” kata Frida. “Filosofi inilah yang saya bawa ke kantor; memimpin bukan tentang memerintah, tapi tentang mengasuh potensi dan memastikan setiap individu merasa ‘pulang’ saat berada di tempat kerja.”

Pandangan ini memberinya perspektif mendalam di dunia HR modern. Ia memahami bahwa karyawan bukan sekadar angka produktivitas, melainkan manusia utuh yang membawa cerita dan tanggung jawab dari rumah mereka masing-masing. 

Dengan tanggung jawab mengawasi ribuan karyawan di seluruh Indonesia, Frida merancang kebijakan yang berpusat pada manusia (human-centered). Mulai dari proses onboarding hingga pengembangan karier, elemen keseimbangan hidup menjadi napas utamanya.

“Prinsip saya sederhana: Karyawan yang merasa dihargai secara personal akan memberikan loyalitas secara profesional. Kebijakan HR tidak boleh kaku, ia harus memiliki ruang untuk empati, karena setiap karyawan adalah orang tua, pasangan, atau anak bagi seseorang di luar sana.”

Salah satu gebrakan nyata Frida adalah program perekrutan karyawan tuna daksa dan tuna wicara yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial. Saat ini, lebih dari 100 individu penyandang disabilitas telah menjadi bagian dari keluarga besar MR.D.I.Y.

“Motivasi saya adalah menciptakan akses yang setara. Saya ingin MR.D.I.Y. menjadi tempat di mana keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya. Melalui inklusi, kita tidak hanya memberi pekerjaan, tapi kita sedang membangun martabat dan rasa bangga bagi mereka dan keluarga mereka,” ujarnya.

Sebagai ibu bekerja, Frida paham betul rasanya bergelut dengan manajemen waktu dan rasa bersalah (working mom guilt). Pengalaman pribadinya menjadi dasar lahirnya kebijakan yang suportif bagi perempuan dan orang tua di MR.D.I.Y.

“Saya pernah berada di posisi di mana saya harus memilih antara rapat penting atau urusan mendesak anak. Pengalaman itu menyadarkan saya bahwa fleksibilitas adalah kemewahan yang seharusnya menjadi hak. Itulah mengapa kami mendorong kebijakan yang lebih adaptif agar para ibu tetap bisa berdaya tanpa harus mengorbankan peran mereka di rumah,” ungkap Frida.

Di dunia industri, pencapaian Frida diakui lewat berbagai prestasi penghargaan seperti Best Employer Brand Award 2024 hingga Influential Women in HR 2025. Namun, baginya, prestasi dan kebahagiaan terbesarnya dalam bekerja adalah melihat staf perempuan di area operasional—yang biasanya didominasi pria—kini mampu menduduki posisi strategis.

Ia percaya bahwa kekuatan perempuan terletak pada kemampuan melihat manusia secara holistik melalui kolaborasi dan empati. “Pelajaran terbesar dari peran ganda ini adalah bahwa kelembutan bukan berarti kelemahan. Justru dari kemampuan kita untuk berempati, kita bisa membuat keputusan yang lebih bijaksana dan berdampak jangka panjang.”

Di momen Hari Ibu ini, Frida mengingatkan kita semua: Ibu bisa menjadi keduanya, karier dan keluarga, dan dari keseimbangan itulah, kepemimpinan terbaik lahir.

“Saat nilai-nilai kasih sayang seorang ibu dibawa ke ruang rapat, hasilnya adalah organisasi yang lebih solid dan berdaya,” Frida menegaskan. (f

Baca juga: 
Positive Vibes Pemenang I Wajah Femina 2025, Nawasi Laisha Ramadhania
Derry Wijaya: Memberdayakan Perempuan Lewat Teknologi AI
Dewi Makes Berkarya dengan Hati


 


Faunda Liswijayanti


Topic

#wanitakarier, #pemimpinperempuan, #hariibu

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?