Career
Valencia Arifin, Berkreasi Lewat Sepatu

18 Mar 2015

“The harder you work, the luckier you get,” inilah hal yang diyakini oleh Valencia Arifin, pemenang Cita Cinta Student Entrepreneur Awards 2014. Cewek berusia 22 tahun yang sedang melanjutkan pendidikan di Istituto Marangoni Italia jurusan Fashion Accessory ini telah membuktikannya. Setelah melewati sejumlah cobaan, kini brand sepatu miliknya, Castle Footwear, dipakai oleh beberapa penyanyi muda Indonesia.

Valen nggak berhenti belajar untuk berbisnis. Selain di bidang fashion, dia juga melebarkan sayap di dunia hiburan melalui bisnis Princess Syahrini karaoke di kota kelahirannya, Palembang.

Sempat di-bully
“Sejak SD saya suka menggambar obyek warna-warni plus mengumpulkan gambar fashion di majalah. Hobi ini berlanjut hingga SMA sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengambil kuliah fashion business di Lasalle College International. Orangtua, sih, mendukung asal saya berkomitmen. Ternyata, saya memang menikmatinya.

“Kehidupan di kampus nggak selalu mulus. Saya pernah di-bully teman saat mengerjakan proyek bareng. Dia meremehkan kemampuan saya dan menganggap semua yang saya lakukan salah. Saya jadi terpacu untuk membuktikan diri kalau saya bisa menjadi orang sukses. Apalagi, ayah saya saat itu sakit diabetes—makin semangat, deh, merealisasikannya sebelum ayah pergi.”















Sulitnya jadi pengusaha

“Saya memutuskan untuk membuat brand sepatu Castle Footwear. Modalnya Rp 15 juta, tabungan saya dari uang jajan selama kuliah. Produk saya terjual untuk pertama kalinya di tahun 2012 saat mengadakan bazar di Grand Indonesia, Jakarta, bersama tim Lasalle. Lumayan, puluhan sepatu saya terjual.

“Menjadi pengusaha, tuh, nggak mudah. Ada saja cobaan dalam menjalani bisnis ini—mulai dari modal, tantangan deal dengan supplier, menangani tenaga kerja yang usianya di atas saya, hingga pelanggan yang ingin menukar barang padahal sudah cacat pasca dipakai. Harus kuat mental, deh, dan coba dinikmati saja.”

Berguru ke Bob Sadino
“Saya penasaran dengan pola pikir orang-orang sukses. Akhirnya, saya nekat menghubungi pengusaha Bob Sadino melalui situsnya. Ternyata saya mendapat respons—Om Bob langsung menelepon dan menanyakan alasan saya ingin bertemu. Meski awalnya judes, belakangan dia setuju bertemu karena tahu saya ingin mendapat entrepreneur education untuk jadi orang sukses demi ayah yang sakit.

“Saya senang banget bisa mendapatkan ilmu langsung dari Om Bob. Dia memberi tip cara menangani karyawan dan pelanggan—bahkan saya diminta mempraktikkan langsung dengan cara menyapa pengunjung di pasar swalayan miliknya. Benar-benar pengalaman berharga.”

Ikut Hong Kong Fashion Week
“Selain belajar dari Bob Sadino, saya juga mendapat mentoring dari Merry Riana dengan mengikuti Merry Riana Campus Ambassador. Memperluas jaringan sosial juga menjadi strategi saya untuk mengembangkan bisnis—sering-sering, deh, bagikan kartu nama.

“Hasilnya, salah satu kenalan mengajak saya berpartisipasi di Hong Kong Fashion Week 2013. Saya membawa 70 sepatu dengan motif batik untuk pameran selama lima hari. Syukurlah, hanya tersisa delapan pasang untuk dibawa pulang. Mereka suka dengan sepatu motif batik yang saya buat.”

Dilirik Cherrybelle
“Saya pernah menerima pesanan 1.000 sepatu untuk sebuah instansi. Akhirnya, sih, saya membagi proyek tersebut dengan orang lain karena waktu produksi yang terbatas. Kini, karena saya juga membantu usaha keluarga berupa Princess Syahrini Karaoke, saya nggak lagi memproduksi sepatu mass. Saya batasi hanya untuk pesanan khusus dengan tema tertentu—dalam sebulan bisa memproduksi 20 pasang.





























“Untuk sepatu couture ini, saya menjualnya antara Rp 1,2 juta – Rp 2,5 juta per item. Selain memasarkan produk lewat media sosial seperti akun instagram @castlejakarta, saya juga promosi dari mulut ke mulut. Syukurlah, saya mendapat pesanan dari penyanyi Indonesia seperti Cherrybelle dan Bling. Saya senang bisa menuangkan kreativitas demi memenuhi permintaan klien.”

Mendunia berkat CCSEA
“Saya serius ingin menjadi pengusaha sukses. Jadi saat dosen mengabari ada event Cita Cinta Student Entrepreneur Awards (CCSEA), saya ikut serta. Hadiahnya menggiurkan, sih, yaitu mendapat mentoring dari pengusaha terkemuka sekaligus dapat mengikuti Global Student Entrepreneur Awards, ajang penghargaan bagi mahasiswa pengusaha di tingkat dunia.

“Tanpa disangka, saya menjadi pemenang—happy banget! Selain mendapat ilmu dari para juri yang stylish dan berpengalaman, saya juga bisa bertemu para pebisnis muda dari seluruh Asia. Harapan saya, nih, dengan adanya tambahan pengalaman dan kenalan, bisnis saya bisa makin dikenal di masyarakat Indonesia dan dunia.”


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?