Profile
Ungkapan Jiwa Rossa

26 Jun 2025

Busana: Eddy Betty Foto: Raja Siregar (akreditasi lengkap foto di akhir artikel)
 

Diva pop Indonesia, Rossa, tak pernah berhenti memukau publik. Konser-konser megahnya selalu laris manis, lagunya tak lekang oleh waktu, dan kehadirannya selalu dinantikan.

Namun, di balik gemerlap panggung, perempuan mungil ini adalah sosok penuh inspirasi, memiliki visi untuk keberlanjutan, dan selalu berupaya memberi kembali kepada masyarakat. 

Konser megah dengan pesan berdaya 

Bisa dibilang Rossa adalah salah satu penyanyi perempuan Indonesia yang cukup produktif membuat konser besar. Baru-baru ini saja, setelah sukses dengan konser Here I Am di Jakarta yang dihadiri ribuan penggemar, Rossa menggelar konser di Kuala Lumpur yang juga tak kalah sukses. 

Di sela-sela pemotretan sampul digital Femina beberapa waktu lalu, Rossa mengungkap bahwa konsernya belakangan ini bukan sekadar pertunjukan musik biasa. Ia ingin memanfaatkan panggungnya sebagai platform untuk menyampaikan pesan-pesan sosial, termasuk sosialisasi gaya hidup berkelanjutan. 

Salah satu inisiatifnya adalah mengampanyekan penggunaan tumbler kepada semua orang. Selain itu, ia bekerja sama dengan Plasticpay untuk mengumpulkan plastik bekas yang bisa ditukarkan dengan uang.

Tak hanya plastik, Rossa juga menyoroti potensi limbah lain seperti minyak jelantah. Untuk isu yang satu ini, ia berkolaborasi dengan Noovoleum, sebuah perusahaan yang mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat. ”Dihargain lumayan, jadi mereka (pengepul) juga dapat uang lagi untuk itu,” ujar Rossa antusias. 

Wanita yang terkenal dengan lagu Tegar ini juga tergerak dengan inisiatif yang digagas Get Plastic di Bali. Yayasan ini berhasil mengedukasi warga sekitar untuk memilah plastik dan mengolahnya menjadi bensin solar yang kemudian dibagikan gratis kepada UMKM setempat. Rossa bahkan berencana untuk membeli alat pengolah plastik tersebut dari sebagian hasil konsernya dan menyumbangkannya ke pemda untuk membantu UMKM.

Visi tentang keberlanjutan ini tak lepas dari inspirasi yang didapatkannya dari musisi internasional. ”Aku, tuh, terinspirasi sama Coldplay, sih, jujur. Kayak yang, wah hebat banget ya mereka. Maksudnya, vokalnya itu digunakan untuk giving back, to earth, to society,” ungkap Rossa. 

Baginya, seorang public figure memiliki kesempatan besar untuk menggerakkan perubahan sosial (social movement), apalagi melalui musik.

Terlibat dalam gerakan sosial sebenarnya bukan hal baru bagi Rossa karena selama ini ia selalu menyisihkan sebagian dari pendapatan konsernya untuk kegiatan sosial.

Contohnya, ia bekerja sama dengan yayasan yang berhubungan dengan dunia pendidikan, dan sebagian hasil konsernya digunakan untuk membeli laptop untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. 

Busana: Eridani Foto: Raja Siregar (akreditasi lengkap foto di akhir artikel)


Kuncinya, kolaborasi dan keterbukaan

Hampir 30 tahun berkarirr, Rossa merefleksikan pelajaran hidup terpentingnya yaitu kolaborasi dan keterbukaan pikiran.

Seperti dalam mempersiapkan konser terbarunya, yang hanya memakan waktu beberapa bulan, Rossa mengaku semua bisa terwujud berkat kolaborasi.

Ia pun sangat bersyukur bisa bekerja berdampingan dengan banyak individu hebat di balik layar yang telah bersamanya sejak tahun 2004. Rossa juga dikelilingi teman-teman musisi yang mendukungnya dengan luar biasa, seperti Afgan, yang 'memaksa' ingin tampil di konsernya karena merasa ini adalah konser terbesar Rossa, atau Ivan Gunawan yang tetap tampil meski sedang sakit. Selain masih ada penampilan kejutan dari Dipha Barus dan Eka Gustiwana.

Bicara tentang pertemanan, Rossa selalu berusaha untuk tidak cepat down secara mental dan terus membina hubungan baik dengan banyak orang. Prinsipnya, positive vibes attract positive things.

Bersama Afgan dalam konser Here I Am di Jakarta. Foto: Dok. Rossa


Ia juga berusaha untuk selalu terbuka terhadap ide-ide baru dan tidak terpaku pada kesuksesan di masa lalu. “Inti dari sebuah kolaborasi adalah kita bisa menghargai setiap pendapat untuk mencapai satu hasil yang terbaik,” katanya, tegas. 

Prinsip ini juga yang ia bawa saat menjadi juri di berbagai ajang pencarian bakat. Meski telah lebih dulu memiliki pengalaman di dunia musik, Rossa tetap terbuka pada talenta-talenta baru. “Pengalaman ini membuat saya semakin "peka" dan kagum dengan talenta-talenta luar biasa di Indonesia,” ungkapnya, kagum. 

Dari kontribusinya di ajang pencarian bakat ini pula kemudian lahirlah ide untuk membentuk The Ladies, grup vokal yang terdiri atas empat solois wanita dengan karakter vokal yang kuat jebolan ajang yang sama. “Kita, tuh, kekurangan banget, sih, grup vokal perempuan yang luar biasa,” kata Rossa tentang The Ladies, yang meramaikan konser Here I Am.

Busana: Wilsen Willim Foto: Raja Siregar (akreditasi lengkap foto di akhir artikel)

 

Fase baru hidup Rossa

Saat ini, Rossa sedang menikmati fase baru dalam hidupnya. Sang putra, Rizky Langit Ramadhan, berhasil diterima di jurusan Hubungan Internasional di Universitas Padjajaran. Sebuah momen penuh haru yang membanggakan bagi Rossa sebagai seorang ibu.

Ia mengungkapkan bahwa Rizky memang sudah tertarik pada hubungan internasional dan politik global sejak lama.

Dengan Rizky pergi kuliah ke luar kota, Rossa mencoba mengisi fase empty nest yang bakal dilaluinya dengan memiliki cita-cita baru: Belajar bahasa asing. “Aku ingin belajar Bahasa Korea atau Bahasa Mandarin,” ujarnya, tersenyum. 

Ia membayangkan bisa menghabiskan tiga bulan di Tiongkok untuk belajar Bahasa Mandarin. Baginya, hidup tidak melulu tentang mencari uang, melainkan juga tentang memperkaya diri. 

Setelah konser megah tahun ini, Rossa berencana untuk menjalani fase baru hidupnya. Foto: Dok. Rossa


Selain itu, Rossa juga berencana untuk lebih mendalami bisnis yang tengah ia jalani, yaitu Rossa Beauty dan properti. Karena alasan ini pula, untuk tiga tahun ke depan, ia tidak akan mengadakan konser besar. Ia ingin fokus pada bisnis dan mempelajari hal-hal baru di luar dunia musik.

Melalui musik, bisnis, dan kehidupan pribadinya, Rossa terus menunjukkan bahwa kesuksesan sejati adalah kombinasi dari bakat, kerja keras, keterbukaan terhadap hal baru, dan dedikasi untuk memberi dampak positif bagi dunia. 

Ia pun mengungkap rasa syukurnya kepada ‘Rossa muda’. Ia berterima kasih karena sosok mudanya adalah pribadi yang pantang menyerah, menikmati setiap langkah, dan tangguh. Karena semua itu, ia kini bisa menikmati hasil dari perjuangan 'Rossa muda'.

Rossa adalah bukti nyata bahwa seorang diva, atau queen of pop, bisa menjadi lebih dari sekadar bintang di panggung, melainkan juga agen perubahan yang menginspirasi.

Fotografer: Raja Siregar 
Stylist: Rajasa Pramesywara
Busana foto utama: Eddy Betty
Busana foto #2, #4: Eridani, Wilsen Willim
Aksesori: Subeng Klasik
Makeup artist: Ryan Ogilvy
Hairstylist: Ichanaa Hair
Lokasi: Skala Studio Jakarta


Baca juga: 
Di Balik Pemotretan Rossa untuk Cover Femina
Passion di Balik Lensa Raja Siregar
Konser Rossa di Kuala Lumpur Sukses, Ariel Jadi Bintang Tamu


Faunda Liswijayanti


Topic

#Rossa, #digitalcover, #penyanyi, #musik, #berdaya

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?