
Foto: NORA
Nama Mira Warganera (42) tidak asing bagi para desainer dan pencinta mode khususnya di Jakarta. Sebab pada tahun 2008, ia meniti karier sebagai seorang fashion editor di sebuah majalah, lalu menjadi pengarah gaya (fashion stylist) untuk pemotretan iklan dan campaign beberapa mall besar di Jakarta.
Belakangan, namanya bersinar di arena olahraga berkuda setelah ia berhasil menorehkan prestasi internasional seperti Pemenang I kelas Dressage Intermediate 1 kejuaraan Arudda Academie di Portugal pada Juni 2019 lalu. Ia juga tercatat sebagai atlet nasional dan internasional di Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi).
Pembuktian Diri
Sebagai fashion stylist, bisa dibilang karier Mira cukup cemerlang. Sejak tahun 2012, ia mulai menjejakkan kaki di Eropa, dari Madrid, Spanyol hingga Inggris. Saat ini ia menjadi personal fashion stylist untuk dua artis Hollywood yang berbasis di London. Jalan mulus tersebut terbuka ketika ia memenangkan sebuah kompetisi stylist yang diadakan oleh salah satu majalah internasional pada tahun 2011. Kompetisi ini berjenjang, mulai di Singapura, Hong Kong, dan Dubai, kemudian ke Eropa.
Meski telah menetap di Inggris, pamor Mira sebagai fashion stylist di Indonesia dan Singapura tak menyusut. Sepanjang tahun 2012-2015, banyak iklan besar seperti Sunsilk yang mempercayakan wanita kelahiran Jakarta, 12 Maret 1978 ini sebagai penata gayanya. Termasuk campaign beberapa mal di Jakarta seperti Grand Indonesia, Senayan City, Central Park, Mall Kelapa Gading, dan Mall Taman Anggrek.
Selain menjalankan profesinya sebagai fashion stylist, Mira juga aktif sebagai atlet berkuda. Beragam kejuaran di Indonesia dan Eropa ia ikuti dengan prestasi yang cemerlang. Belasan kemenangan sudah ia raih. Sepanjang tahun 2018-2019 saja, di tingkat Nasional, ia meraih beberapa kali juara seperti Juara 1 kelas Advance Open ZZ Equestrian Cup 2018 dan Medali Emas di kelas Dressage Team Advance pada PORDA XIII Jawa Barat 2018. Serta Juara I kelas Intermediate 1 Indonesia Horse Show pada Juli 2019,
Sementara di tingkat internasional, Mira beberapa kali mengharumkan nama Indonesia. Ia meraih Juara 3 (hari ke-1) dan naik menjadi Juara 2 (hari ke-2) di kelas Dressage Prix St. Georges pada kejuaraan Couldelaria De Alter, Portugal pada April 2019. Selain itu ia juga meraih Juara 1 di kelas Dressage Intermediate 1 Free Style kejuaraan Alenquer Portugal serta Juara 1 kelas Dressage Intermediate 1 kejuaraan Arudda Academie Portugal pada Juni 2019 lalu. Baru-baru ini, tepatnya pada Januari 2020 lalu, Mira meraih medali perak di kejuaraan berkuda, Centro Hipico Costa Do Estoril, Portugal.
Walau sudah lama tinggal di Inggris, namun keputusannya untuk bertanding di arena berkuda Eropa baru ia mulai sejak tiga tahun terakhir. Selain untuk meningkatkan kemampuan, memilih bertanding di Eropa terpicu oleh rasa kecewa Mira setelah namanya dicoret sebagai atlet yang mewakili Indonesia di ajang Asian Games 2018. “Saya kecewa karena tidak masuk tim nasional. Padahal, saya meraih skor tertinggi saat kualifikasi,” katanya.
Untuk mendukung aktivitasnya sebagai atlet di Eropa, pada September 2018, Mira membeli dan memelihara seekor kuda di Portugal yang ia tunggangi saat bertanding. Ia menuturkan bahwa rasa puas ketika bertanding di Eropa memang berbeda dengan di Indonesia. Sebab di Eropa pesaingnya sangat banyak. Bahkan untuk satu kelas lomba saja, peserta bisa sampai 30 orang.
“Dengan banyaknya peserta, maka persaingan semakin ketat. Apalagi mereka sudah sangat ahli. Itu menjadi tantangan bagi saya untuk meningkatkan kemampuan lebih bagus lagi,” ujarnya.
Mira mengungkapkan bahwa menjadi atlet berkuda khususnya di Indonesia memang penuh tantangan karena minimnya dukungan dari organisasi olahraga berkuda dan pemerintah.
Walau kurang mendapat dukungan, namun saat akan bertanding di Eropa, ia selalu berkoordinasi dengan PP Pordasi sebagai bentuk kepatuhan apalagi membawa nama Indonesia.
“Saya berharap, pemerintah mau mendukung biaya untuk perawatan kuda yang digunakan atlet, dan juga ongkos ketika mengikuti kompetisi. Khusus bagi pengurus organisasi, PP Pordasi yang baru, semoga lebih baik dari pengurus sebelumnya,” ujarnya.
Soal image olahraga berkuda yang dianggap eksklusif oleh sebagian masyarakat Indonesia, Mira mengatakan hal itu wajar saja. Sebab image kuda di luar negeri baik di Eropa maupun di Timur Tengah, erat kaitannya dengan kerajaan.
Mira memastikan bahwa saat ini, setiap orang bisa menunggang kuda dengan harga yang bersahabat dengan cara menyewa di beberapa stable. “Saya rasa, semua jenis olahraga bila ditekuni dan ikut kompetisi tidak ada yang murah. Tapi kalau sekadar untuk have fun, harganya cukup terjangkau, kok,” katanya. (f)
Baca Juga:
Vanessa Kalani, Perempuan Di Balik The Jamu Bar
Gina S. Noer : Menjadi Sutradara yang Baik Adalah dengan Menjadi Ibu yang Baik
Catherine Hindra, Menjadi Pemimpin Bukan Bos
Topic
#women, #wanita, #harikartini


