Konferensi pers rencana perilisan buku Menembus Garis Batas. Foto: Dok Greysia PoliiGreysia Polii, salah satu pemain ganda putri peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, mengundang rekan media untuk menyampaikan rencana besarnya meluncurkan buku biografi bertajuk Menembus Garis Batas, yang ditulis oleh dua jurnalis senior, Budi Suwarna dan Eko Prabowo, pada Rabu, 29 Mei 2024.
Jalan panjang Greysia Polli di dunia bulutangkis Indonesia memang tidak melulu keberhasilan yang ia raih. Jalan terjal dilalui Greysia untuk meraih mimpinya menjadi juara di ajang tertinggi perbulutangkisan dunia, Olimpiade. Greysia hampir menyerah melewati berbagai ujian yang datang hingga pernah beberapa kali berpikir untuk gantung raket. Namun tak ada jalan pintas menuju kemenangan; semua butuh perjuangan dan komitmen yang tinggi. Sebuah tantangan yang tak main-main buat seorang atlet.
Didiskualifikasi dari Olimpiade London 2012 dan pulang tanpa medali dari Olimpiade Rio de Janeiro 2016 membuat Greysia merasa perjuangannya sudah harus berakhir. Namun, siapa sangka di Olimpiade ketiga yang diikutinya Tokyo 2020 barulah ia merasakan buah dari kesabarannya tetap bertahan.
Greysia mencetak sejarah baru bersama Apriyani Rahayu, sebagai ganda putri pertama Indonesia yang memenangkan medali emas di Olimpiade. Tak hanya itu, Greysia adalah pebulutangkis tertua yang merebut emas bulutangkis Olimpiade di usia 33 tahun 356 hari.
Setelah 30 tahun berdedikasi untuk bulutangkis Indonesia, Greysia memutuskan pensiun pada 12 Juni 2022. Namun langkah Greysia tak berhenti di situ.
Bersama suami, Felix Djimin, Greysia merilis sebuah jenama fashion yang menghadirkan pilihan baru untuk penikmat sport fashion, yaitu Fine Counsel. Selain itu Greysia ditunjuk jadi mentor ganda putri menuju Olimpiade Paris 2024 sekaligus Chair of Athlete Commission di bawah Badminton World Federation (BWF). Prestasi lain, Greysia jadi anggota Komite Eksekutif NOC (National Olympic Committee) Indonesia periode 2024-2027.
Sebagai representatif atlet-atlet Indonesia, Greysia menyampaikan aspirasi dan menjembatani suara atlet ke NOC Indonesia, memberikan pendapat dan masukan mengenai pembinaan atlet Indonesia di IOC (International Olympic Committee). Greysia berharap usahanya bisa memberikan penerus di sektor ganda putri bulutangkis Indonesia yang bisa merebut gelar juara di Olimpiade Paris 2024 dan seterusnya.
Greysia ingin semangatnya dalam melewati berbagai limitasi bisa dirasakan juga oleh banyak orang, khususnya generasi muda yang berperan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Berangkat dari sinilah Greysia akhirnya mengiyakan berbagai saran yang datang kepadanya agar kisahnya dituangkan ke dalam buku.
“Sebetulnya tidak pernah terpikir oleh saya bahwa kisah perjalanan hidup saya bakal tertulis dalam sebuah buku biografi. Tetapi ternyata cerita-cerita saya mendapat tanggapan luar biasa dan menyentuh banyak hati yang mendengarnya. Itulah mengapa saya memutuskan untuk menuangkan setiap detil perjalanan saya ke dalam sebuah buku, dengan harapan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi banyak orang di luar sana," ucap ibu dari Jessia Selah Djimin ini.
Greysia dan sang mama yang membesarkan Greysia hingga jadi pebulutangkis besar. Foto: Dok. Greysia Polii
Lewat buku ini, Greysia mengisahkan banyak cerita yang belum pernah ia sampaikan kepada publik, mulai dari perjuangan Greysia kecil bersama sang mama yang merupakan ibu tunggal, Evie Pakasi. Mama di mata Greysia adalah sosok teladan yang pertama kali mengajarinya begitu banyak hal, termasuk perjuangan dalam hidup. Sang ibu juga turut hadir dalam acara konferensi pers ini.
"Bagi saya, keberhasilan tidak hanya tentang meraih medali emas di Olimpiade. Lebih dari itu, keberhasilan adalah tentang bagaimana saya bisa melampaui batasan diri, dan memberikan dampak positif pada orang lain, salah satunya lewat nilai-nilai yang saya bagikan dalam buku ini,” ujar wanita kelahiran 11 Agustus 1987 ini.
Buku Menembus Garis Batas tak hanya dijual untuk umum, tetapi juga akan disumbangkan hingga ke pelosok Tanah Air, lewat program charity yang digagas Greysia dengan dukungan para donatur dari swasta maupun perorangan. Sebagian dari keuntungan penjualan buku juga akan disumbangkan. Luasnya target wilayah penyebarluasan buku membuat Greysia menggandeng Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Pustaka Bergerak sebagai mitra dalam pendistribusian buku.
Raja Sapta Oktohari yang menjadi saksi hidup perjuangan seorang Greysia Polii. Foto: Dok Greysia Polii. Sementara itu, hadir juga dalam konferensi pers ini, Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum National Olympic Committee (NOC) Indonesia. Okto, begitu sapaan akrabnya, menyambut baik diluncurkannya buku Menembus Garis Batas. Okto yang menyaksikan jatuh-bangun Greysia di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Olimpiade Tokyo 2020 paham betul bagaimana Greysia melewati berbagai rintangan dalam perjalanan kariernya hingga akhirnya bisa memetik hasil gemilang di Olimpiade Tokyo 2020.
“Kisah hidup Greysia menggambarkan kepada kita semua tentang arti dari semangat juang. Sebuah proses panjang ini tak akan sanggup dilalui Greysia tanpa ketekunan dan yang tak kalah penting adalah dukungan dari support system, karena dari sinilah semua berawal, karakter Greysia yang gigih sebagai seorang atlet, terbentuk dari didikan keluarga,” ujar Okto.
Okto juga menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa dari buku ini, nantinya kisah Greysia Polii akan diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Untuk pemesanan buku dan berbagai informasi lanjutan mengenai buku Menembus Garis Batas, akan diumumkan melalui akun Instagram @menembusgarisbatas. (f)
Baca juga:
Greysia Polii, Ajak Generasi Muda Bangga Pakai Produk Lokal
Kemenangan Greysia Polii/Apriyani Gemakan Indonesia Raya Pertama di Tokyo
Greysia Polii, Melanjutkan Legacy
Bennita Luisa
Topic
#feminaindonesia, #greysiapolii


