Profile
Lauren Gunawan, Wanita Pasukan Pengawal Bermotor Presiden Amerika Serikat Yang Bangga Berdarah Indonesia

11 Jul 2019

 
Foto: dok. CNN 

Nama Alta Lauren Gunawan mendadak mencuat setelah kantor berita CNN Amerika dan NBC mempublikasikan wawancara mereka dengan wanita pertama yang menjadi salah satu anggota pasukan pengawal bermotor presiden Amerika Serikat (United States Secret Service Motorcade Division).

Wanita menjadi anggota secret service bukan hal baru, tapi Lauren (30) menjadi yang pertama di divisi pengawal bermotor. Yang membuatnya menjadi sensasi juga adalah fakta bahwa ia adalah wanita berdarah Asia Amerika.

"Ayah saya 100 persen orang Indonesia," ujarnya. Dia juga menyebut ibunya merupakan warga campuran. "Menjadi campuran adalah sesuatu yang luar biasa. Saya bangga menjadi warga Asia-Amerika," ungkap Lauren seperti dikutip dari NBC.


Foto: dok. NBC

 
Ia tak hanya mengendarai tapi juga menguasai urusan teknik motor besar. Dalam wawancara dengan CNN ia menceritakan kecintaannya pada motor sejak berusia 18 tahun. Sebuah hobi yang tidak terlalu disetujui oleh ayahnya yang orang Indonesia. Sensasi kebebasan yang ia rasakan saat mengendarai motor adalah alasannya. Tiga tahun lalu wanita yang tumbuh dan besar di Neponset, Illinois itu pindah ke Washington DC. 
 
 
Mungkin ia mewarisi naluri kakeknya yang seorang polisi di Illinois, sehingga ia merasa terpanggil untuk mencoba menjadi secret service. "Saya selalu ingin mengabdi pada masyarakat dan membuat kakek bangga."
 
Kini tugasnya sehari-hari adalah menghalau lalu lintas dan mengawal iring-iringan Presiden Amerika Serikat dan tamu-tamu kenegaraan sambil memastikan keselamatan mereka.  Tapi untuk menjadi bagian dari pasukan khusus ini bukan perkara mudah, apalagi di divisi pengawal motor yang hanya berjumlah 14 orang. Tinggal keberhasilan untuk lolosnya hanya 40%. Lauren bahkan mengaku gagal pada percobaan pertamanya.

Yang jelas bukan soal ia tidak kuat mengangkat motor berbobot 498 kg. "Saya langsung bisa mengangkat motor pada percobaan pertama," ujarnya pada CNN. Kegagalan dalam tes melakukan manuver jadi penyebab. Tidak menyerah, ia mencoba kesempatan kedua, dan berhasil. "Saya senang mereka memberikan kesempatan kedua," ungkapnya.

Semua pelamar harus melewati pelatihan intensif selama dua minggu. "Kami berkendara tujuh hari dalam seminggu, setahun penuh, dalam kondisi apapun. Selama pelatihan itu kami berlatih mengendarai motor selama delapan jam sambil terus berpikir harus melakukan ini dan itu."
 
Foto: dok. CNN
 

Lauren yang memiliki tinggi 5 kaki 4 inchi atau sekitar 160 cm  dan berat sekitar 75 kg itu bilang banyak wanita telah mencoba melamar pekerjaan ini, dan mengangkat motor seberat 498 kg yang jatuh setelah melakukan manuver adalah tantangan terberat. Dan ia sudah berkali-kali melakukannya. 

"Ada teknik untuk melakukan itu, tapi juga dibutuhkan kekuatan. Tantangan ini tak hanya membuat wanita tapi juga banyak pria gagal menjadi bagian dari unit ini. Tapi Lauren beda. Ia punya tekad kuat untuk menjadi bagian dari di unit ini. Ia telah memberikan 120 persen usaha. Tidak ada alasan wanita tidak bisa menjadi bagian dari unit ini. Ia memberikan segala upaya. Sejauh ini ia adalah anggota terbaik yang pernah saya temui," puji Brian Popiel, instruktur latihan dan rekan kerja Lauren. 

"Sebuah kehormatan untuk menjaga presiden. Tak setiap orang mampu melakukannya. Tentu, posisi ini disertai dengan tanggung jawab dan kekuatan prima," ujarnya. 

Bagi Lauren tidak ada pekerjaan lain yang ia inginkan dan berharap akan ada lebih banyak wanita  berkendara bersamanya. "Rasanya luar biasa. Saya merasa telah berhasil memecahkan langit-langit kaca, karena saya tidak ingin orang lain berpikir mereka tidak bisa meraih sesuatu. Jika Anda berdedikasi penuh dan bekerja keras untuk meraihnya, Anda akan bisa meraihnya dan mencapai tujuan Anda." (f)

Baca Juga:

Sutopo Purwo Nugroho, Pahlawan Kemanusiaan itu Telah Berpulang
Tasya Farasya Bold & Beautiful
Inna Chandika, Chief of Staff Tokopedia, Tak Pernah Berhenti Belajar


Topic

#profil, #wanitakarier, #glassceiling

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?