Profile
Kreativitas, Budaya dan Empati ala Azura Jasmine Adrian, Pemenang Busana Nasional Wajah Femina 2025

17 Nov 2025

Pemenang Busana Nasional Wajah Femina 2025, Azura Jasmine Adrian. Busana: Danjyo Hiyoji Foto: Grego Gery (akreditasi lengkap foto di akhir artikel)


Di balik senyum lembut dan langkah anggunnya di Malam Final Wajah Femina 2025 yang mengantarkannya menjadi Pemenang Busana Nasional Wajah Femina 2025, Azura Jasmine Adrian menyimpan kisah tentang keberanian, kebaikan, dan perjalanan menemukan jati diri.

Calon arsitek ini menghadirkan pemikiran mendalam tentang bagaimana perempuan muda Indonesia bisa kreatif, berdaya, dan tetap membumi.

Dan lewat perjalanan selama Karantina Wajah Femina 2025, Azura menemukan bahwa keindahan sejati bukan hanya dari apa yang terlihat, melainkan dari hati yang tulus dan niat untuk terus berkembang.

Ibu sebagai inspirasi keseimbangan

Bagi Azura, pengalaman karantina selama tiga hari menjadi titik balik yang membuatnya semakin percaya diri dan menghargai keunikan setiap individu.

“Aku belajar banyak tentang cara bersosialisasi dan bagaimana terbuka dengan orang lain. Aku ingin dikenal sebagai sosok yang kreatif dan juga friendly,” ujar mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia, yang mengambil kelas internasional di The University of Queensland, Australia.

Pengalaman di Wajah Femina 2025 memperkaya cara pandangnya tentang estetika, budaya, dan desain yang berpadu harmonis untuk menguatkannya sebagai perempuan yang Berdaya, Bergaya, dan Berbudaya.

Penampilan anggun Azura di Malam Final Wajah Femina 2025; dalam kebaya Roemah Kebaya Vielga, busana Suedeson dan Danjyo Hiyoji. Foto: Dok. Femina/Vidi Putra Hagiansyah

Ketika ditanya tentang sumber kekuatannya, Azura tidak ragu menyebut inspirasi utama dalam hidupnya adalah sang ibu.

“Mama dan dua saudara perempuanku adalah sosok yang sangat berpengaruh. Kami tumbuh di rumah yang isinya perempuan semua. Dari situ aku belajar untuk menjaga diri dan untuk selalu be kind anyway to anyone, apa pun fase hidup orang itu,” katanya pelan.

Bagi Azura, sang ibu bukan hanya figur kehangatan, tapi juga inspirasi keseimbangan. “Mama seorang ibu rumah tangga sekaligus pekerja. Dari situ aku lihat, perempuan bisa melakukan banyak hal sekaligus tanpa kehilangan jati dirinya.”

Berkarya sambil menjaga nilai budaya

Azura memiliki minat tinggi pada budaya dan fashion. Sejak lama ia terlibat dalam berbagai projek yang menonjolkan warisan budaya Indonesia, seperti menjadi Duta Endek Bali pada tahun 2018 dan pernah tampil dalam film pendek Kebaya Kala Kini serta Gelung Elok Nusantara bersama Indonesia Kaya.

Pengalamannya menampilkan busana nasional di panggung Wajah Femina 2025 menjadi puncak dari perjalanan panjangnya memaknai tradisi dengan cara modern.

“Aku ingin mengenalkan budaya dengan cara yang lebih compact dan relevan buat teman-teman di zaman sekarang. Budaya itu nggak harus sesuatu yang berat atau kaku–kita bisa aplikasikan di kehidupan sehari-hari,” ujarnya penuh semangat.

Selama Karantina Wajah Femina 2025, Azura paling terkesan dengan dua kelas: Public speaking bersama Kamidia Radisti dan sesi merangkai bunga bersama Qory Sandioriva.

“Awalnya aku kira merangkai bunga itu bakal membosankan. Tapi ternyata, itu therapeutic banget. Aku belajar fokus, sabar, dan ternyata bisa have fun tanpa pressure. Rasanya ‘zen’ banget,” ceritanya sambil tertawa.

Sedangkan kelas public speaking menjadi pengalaman penting bagi Azura, terutama menghadapi malam final. “Kak Disti punya presence yang sangat confident. Dari situ aku belajar untuk berani bersuara dan enggak takut tampil di depan orang,” ungkap perempuan Cancer berusia 23 tahun ini.

Ingin terus memperkenalkan budaya Indonesia dengan cara lebih relevan. Foto: Dok. Femina/Nidia Okta Zuhayr

Di malam final, Azura sempat gugup menjawab pertanyaan juri ketika masuk Top 10. Namun ia memilih untuk tetap tenang dan jujur dalam menyampaikan pikirannya. “Aku sempat lupa beberapa kata, tapi aku terusin saja. Yang penting pesannya tersampaikan dan aku enggak terlalu pressure diri sendiri.”

Setelah Wajah Femina 2025, Azura ingin terus menggabungkan kreativitas, budaya, dan empati dalam setiap langkah. Dengan latar belakang arsitektur dan pengalaman sebagai model untuk berbagai jenama ternama, ia melihat banyak ruang untuk mengembangkan karya yang berpihak pada keindahan dan keberagaman perempuan Indonesia.

“Aku ingin menunjukkan bahwa perempuan bisa melakukan apa saja–berkarier, berkarya, sambil tetap menjaga nilai dan budaya. Itu yang aku pelajari dari Mama, dari teman-temanku, dan dari perjalanan ini,” tutupnya penuh makna.

Wajah Femina 2025 didukung oleh Indonesia Kaya, ghd Indonesia, dan Garmin Indonesia, yang berbagi visi untuk menginspirasi serta mendukung kemajuan perempuan Indonesia melalui kolaborasi dan karya nyata.

Terima kasih untuk kolaborasi sampul digital ini:
Fotografer: Grego Gery
Stylist: Dery Fitriawan
Busana foto utama: Danjyo Hiyoji
Busana foto thumbnail: Danjyo Hiyoji, Wilsen Willim 
Aksesori: Riana Meilia Lombok NTB Pearls
Lokasi: Skala Studio Jakarta
Desain grafis: Papermint Studio
, Yosef Sulistiantoro

Official hair styling tools: ghd indonesia
Official makeup: Sariayu Martha Tilaar
Official hairdo: Irwan Team Hair Design


Produser: Zornia Harisantoso, Tria Nuragustina, Martha Simanjuntak
Asisten produser & logistik: Bennita Luisa, Ratnasanti Sulistyorini 


Wajah Femina 2025 didukung Indonesia Kayaghd Indonesia, dan Garmin Indonesia, yang berbagi visi untuk menginspirasi dan mendukung kemajuan perempuan Indonesia melalui kolaborasi dan karya nyata. (f)
 

Laili Damayanti


Topic

#WajahFemina2025, #PerempuanBerdaya, #BudayaIndonesia, #BerdayaBergayaBerbudaya

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?