
Foto: Dok. Jenahara
Ia adalah putri dari perancang busana senior Ida Royani. Walaupun orang tuanya telah memiliki nama besar di dunia fashion, Jehan tak menggunakan nama besar orang tuanya. Sang ibu bahkan mengetahui label busana muslim Jehan dari teman-teman aktris senior.
Lini busana muslim yang telah dibentuk pada tahun 2006 ini sempat vakum ketika Jehan menikah. Kesibukan baru sebagai ibu rumah tangga memberinya kesempatan untuk mencari konsep label yang lebih matang.
Pada tahun 2011, ia kembali ke dunia bisnis dan menghubungi teman semasa kecilnya, Bayi Nurhayati, putri dari mendiang aktor senior Benyamin Sueb, untuk meminjam modal.
Jehan menghadirkan tiga label fashion dengan nama yang mirip. Jenahara untuk busana ready to wear, Jenahara The Black Label sebagai desain busana koleksi terbatas dan eksklusif, serta Jenahara by Ida Royani untuk kerudung hasil kolaborasinya dengan sang ibu.
Kejelian membidik pasar membuahkan hasil. Jehan memutuskan untuk memasarkan busana muslim berdesain elegan untuk segmen konsumen menengah atas. Ceruk ini dinilai belum memiliki banyak kompetitor sehingga peluangnya untuk berkembang sangat besar.
Tiap empat bulan sekali, wanita lulusan LPTB Susan Budihardjo ini menghadirkan koleksi terbaru dengan harga mulai dari Rp350.000 untuk rok dan blus, serta Rp750.000 hingga Rp1.500.000 untuk gaun. Dalam sebulan, Jehan memperoleh omzet kotor sekitar Rp250juta untuk menjalankan bisnisnya.
Mengusung konsep busana minimalis dengan dominasi busana berbahan ringan, Jehan percaya desainnya akan mewarnai tren modest wear. “Busana tersebut dapat digunakan oleh tiap wanita, tidak hanya oleh pengguna hijab,” ujar desainer yang sedang membidik pasar Singapura, Malaysia, Australia, dan Eropa ini. (f)
Topic
#desainerindonesia


