Pria kelahiran Solo ini juga tetap duduk dengan tenang, ketika Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, yang kerap disingkat dengan sebutan Greyap ini, sudah bersorak sampai guling-gulingan di lapangan, saat bola dari lawan jatuh di luar arena pertandingan. Rasa gembiranya masih tertahan oleh permintaan challenge dari lawan. Sewaktu video review memperlihatkan bahwa bola memang benar jatuh di luar lapangan, barulah ia mengepalkan kedua tangan, mengangkatnya sebagai tanda kemenangan, bangkit dari tempat duduk, dan memeluk Apri yang menghampirinya.
Rasa bangga tak bisa disembunyikan dari wajahnya. Dengan air mata membayangi mata, ia merengkuh Apri dengan erat, lalu mengusap kepala Greysia yang masih menangis menelungkup. Ketika bersama Flandy Limpele dulu ia berlaga di Olimpiade 2004, ia memang tidak berhasil meraih medali emas. Namun, kini ia berhasil mencetak pasangan emas.
Emas di Olimpiade ini bukan emas pertama Greysia. Sejak Eng Hian dipercaya untuk melatih ganda putri Indonesia pada 2014, Greysia beberapa kali mendapatkan emas dan meraih gelar juara di bawah asuhannya. Bersama partner lamanya, Nitya Krishinda Maheswari, Greysia mendapatkan emas di Asian Games 2014. Sementara itu, bersama Apri, Greysia meraih gelar juara French Open 2017, India Open 2018, Indonesia Master 2020, dan Thailand Open 2021.
Namun, sejak awal Eng Hian memang menargetkan emas Olimpiade untuk mereka. Hanya saja, saat menuju pesta olahraga itu, pandemi menghantam, menyebabkan banyak turnamen penting tidak bisa terlaksana. Mengutip laman Bola.Com, hal tersebut amat memengaruhi mental atlet, membuat atlet tidak bisa mendapatkan suasana kompetisi untuk menjajal hasil latihan. Apalagi, penundaan Olimpiade berarti atlet juga bertambah usia saat pesta olahraga ini digelar. Di sisi lain, tanpa turnamen, pelatih pun tidak dapat menilai efektivitas latihan ataupun mengukur peta kekuatan lawan.
Eng Hian tak kehabisan strategi. Ia pun menyiapkan program khusus untuk pasangan Greyap. Agar performa Greysia tetap terjaga, ia bekerja sama dengan tim strength and condition, tim nutrisi, dan dokter PBSI. Karena belum bisa latihan seperti biasa saat karantina tertutup, maka ia fokus dulu pada pemulihan cedera atlet. Pada pertengahan tahun 2020, barulah masuk pada sesi latihan untuk menguatkan otot pendukung agar tidak cedera lagi. Sementara itu, Apri pun jadi punya lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan power dan skill, sekaligus mengasah kematangan. Untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatan, Greyap melakukan latih tanding dengan ganda putra.
Ketika Greyap dipastikan menembus babak final, peraih medali perunggu di Olimpiade Athena 2004 ini berusaha mengayomi anak asuhnya itu dengan meminta publik agar tidak membebani mereka dan meredam ekspektasi. Karena, sudah terbukti, beban yang berat justru membuat atlet tidak mampu bermain bagus seperti biasa. Mantan atlet yang pernah bermain untuk Inggris ini meminta agar pemberitaan media tidak berlebihan.
Sebagai coach, ia tidak hanya berperan sebagai pelatih untuk urusan teknis, melainkan juga sebagai motivator. Berkat motivasi dari Eng Hian, Greysia yang sempat ingin pensiun dini setelah gagal di 2 Olimpiade, akhirnya memutuskan untuk terus menjadi atlet. Ketika anak-anak asuhnya berhasil juara, ia sangat mengapresiasi, namun tak lupa mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri.
Keberhasilan Greyap raih emas Olympiade Tokyo 2021 juga berarti keberhasilan bagi Eng Hian, yang akrab dengan sapaan Didi. Tak semua atlet hebat mampu menjadi pelatih yang hebat pula. Tetapi, ayah dua anak ini membuktikan bahwa ia bisa berperan sebagai keduanya. Flandy yang kini melatih tim Malaysia pun ikut bangga dengan keberhasilannya.
Eng Hian mengubah pasangan tak diunggulkan menjadi pasangan tak terkalahkan di Olimpiade. A true living legend. (f)
Baca Juga:
10 Fakta Unik Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020
Hari Ini Olimpiade Tokyo 2020 Resmi Dibuka Tanpa Penonton Umum
7 Atlet Tampan Olimpiade Tokyo 2020
Topic
#badminton, #enghian, #greyap, #olimpiadeTokyo




