Profile
Dr. Nathania Karina, Konduktor Wanita Indonesia yang Akan Memimpin Orkestra Remaja TRUST di Vienna, Austria

29 Jul 2019


Dok. TRUST



Di tengah dominasi pria pada profesi konduktor di dunia orkestra, ternyata ada konduktor wanita yang mencuri perhatian. Ia adalah Dr. Nathania Karina, yang kurang lebih sudah 7 tahun terjun ke dunia konduktor di tanah air.  
 
Menurutnya, jangankan di Indonesia, di dunia orkestra internasional saja konduktor wanita memang jarang ditemui. Maklum saja, selama ini profesi konduktor dikenal sebagai profesi yang maskulin. Posisi yang umumnya diisi oleh pria.
 
“Tapi bukannya tidak mungkin wanita mengisi posisi ini. Walaupun masih sedikit konduktor wanita, tapi lama kelamaan semakin bertambah jumlahnya,” tutur wanita yang akrab dipanggil Nia ini.
 
Awalnya, wanita yang juga menjadi direktur musik untuk  Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST) ini menekuni profesi sebagai konduktor karena ‘kecemplung’, walaupun sebenarnya latar belakang pendidikannya adalah piano. Sekitar 10 tahun lalu, ia mendapatkan kesempatan untuk diminta mengajar orkestra komunitas kecil.
 
Berikutnya, semakin banyak tawaran-tawaran menarik hingga akhirnya ia yakin untuk menekuni profesi konduktor dengan lebih serius.
 
Menjadi konduktor wanita di tengah dominasi pria tak dipungkiri membuat Nia harus menghadapi berbagai pandangan stereotipe. Menurutnya, banyak orang yang tak percaya bahwa dirinya adalah seorang konduktor orkestra.
 
“Apalagi saya petite (mungil) dan masih muda. Orang seringnya menganggap bahwa menjadi konduktor itu harus beruban (tua) sehingga dianggap lebih capable,” cerita Nia.
 
Pandangan-pandangan ini menuntut Nia untuk berupaya lebih baik untuk membuktikan bahwa walaupun dirinya adalah seorang wanita muda, ia juga bisa menjadi seorang konduktor. Nia pun percaya, orang akan mengapresiasi apa yang dilakukannya jika mereka menyaksikan sendiri hasilnya langsung.
 
Berkat kerja kerasnya, kini Nia pun menjadi salah satu konduktor muda yang diperhitungkan di tanah air. Bagaimana tidak, sudah banyak prestasi yang didapatkan Nia bersama timnya.



Dok. TRUST
 
 

Tahun 2015, Nia berhasil membawa tim orkestra remaja TRUST untuk tampil di Australian International Music Festival di Sydney, Australia dan mendapatkan silver medal. Berlanjut di tahun 2017 juga berkesempatan tampil di Malaysia Philharmonic Orchestra dan sempat menjadi duta Indonesia untuk berkolaborasi dengan orkestra asal Spanyol.
 
Tak cepat berpuas diri, Nia pun akan kembali membawa timnya untuk tampil di salah satu festival orchestra terbesar dan bergengsi di dunia, The World Orchestra Festival di Vienna, Austria pada 1 – 4 Agustus mendatang.
 
Orkestra komunitas remaja pertama di Indonesia yang dipimpin oleh Nia ini akan membawakan lagu-lagu tradisional daerah yang diaransemen ulang. Seperti Rasa Sayange, Bungong Jeumpa, Janger, Cublak-Cublak Suweng dan Manuk Dadali, serta beberapa medley lagu khas Sumatera Utara seperti Sik Sik Sibatumanikam, Sing Sing So dan Sigulempong.
 
“Saya sangat berharap keberangkatan TRUST Orchestra keVienna dapat menjadi motivasi dan penyemangat untuk musisi muda Indonesia. Mimpi menembus panggung dunia adalah sesuatu yang bisa diwujudkan dengan kerja keras, komitmen dan kerjasama yang baik antara pemerintah, komunitas dan pelaku seni,” harapnya. (f)


BACA JUGA :
Avip Priatna, Kuatkan Nasionalisme Indonesia Lewat Ruang Musik Asyik
Kelembutan Asri ‘Achie’ Yuniar, Di Balik Lengkingan Musik Cadas
Endah Laras, Menjadi Sinden di Masa Kini

 


Topic

#profil

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?