Pameran
Kekuatan Seni Rupa Indonesia di Beijing International Art Biennale 2017

24 Sep 2017

 
Foto: KIR


Ada yang menarik di Beijing International Art Biennale 2017 atau BIAB 7th 2017. Selain tema bersejarah yang diangkat yakni ‘Silk Road and World’s Civilization’ atau ‘Jalan Sutera dan Pemberadaban Dunia’, hadir 16 seniman Indonesia yang turut memeriahkan acara ini.

Dikuratori oleh Kus Indarto, pameran yang akan berlangsung dari 24 September- 15 Oktober 2017 di National Art Museum of China, Beijing ini seperti membuka kembali lembar-lembar sejarah tentang ‘Silk Road’ sebagai sebuah terobosan ekonomi yang berdampak besar pada aspek sosial, politik, dan budaya.

“Ini sebuah tema yang menantang tidak saja bagi seniman Tiongkok sendiri, namun juga bagi para seniman dari luar Negeri Tirai Bambu—termasuk seniman Indonesia. Kita akan disadarkan terhadap dampak dari ‘Silk Road’ yang dirasakan Tiongkok dan negara-negara yang pernah menjadi mitra hubungan dagang tersebut, seperti di kawasan Asia Tengah, negara-negara Arab, Eropa Timur, hingga Eropa Barat, dan lainnya,” ucap Kus.
 
‘Silk Road’ yang diawali sekitar abad ke-2 Masehi hingga berlanjut sekitar abad 16 Masehi tidak hanya dipahami sebagai praktik perdagangan semata, namun juga sebagai sebuah pertukaran kebudayaan. Tema ini pun bisa memberi sumbangan besar bagi gejala akulturasi atau percampuran kebudayaan antarkawasan di berbagai negara yang dilalui oleh ‘Silk Road’ tersebut.
 
Hampir sebagian besar karya seniman Indonesia yang dihadirkan dalam BIAB 2017 di Paviliun Indonesia adalah karya yang mencoba melakukan pembacaan ulang (re-reading) atas tema ‘Silk Road’, yang kemudian dikontekstualkan kembali (re-contextualization) ke dalam persoalan yang berkaitan dengan kondisi dan kultur Indonesia, atau yang berkaitan dengan ketertarikan dan pemahaman personal masing-masing seniman.
 
Penafsiran yang diterjemahkan oleh seniman ke dalam karya masing-masing ini sangat mengagumkan. Hingga pada satu titik karya seni mereka sukses membangkitkan kembali kenangan masa lalu sekaligus mengukuhkan kekuatan kreatif para seniman Indonesia di dunia internasional. (f)

Baca juga:
Dari #10TahunAnomaliCoffee! Apresiasi Kopi Lewat Ilustrasi Seni
Koleksi Seni Taeyang ‘BIGBANG’ Bernilai Lebih Dari Rp7 Miliar
4 Tip Menempatkan Karya Seni di Dalam Rumah


 


Topic

#pameran

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?