Pameran
Art Jakarta Jadi Motor Penting Ekonomi Kreatif Indonesia

12 Oct 2025

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya turut hadir dalam pembukaan Art Jakarta 2025


Art Jakarta, salah satu pekan seni rupa Indonesia paling bergengsi dan dinanti-nantikan, sukses digelar pada 3-5 Oktober 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pekan seni ini mencerminkan dinamika seni rupa Asia Tenggara lewat kehadiran 75 galeri terkemuka dari 16 negara. Hadir pula rangkaian program solid berupa berbagai presentasi istimewa dan kolaborasi yang didukung oleh beragam mitra.

Dalam edisi keenamnya setelah rebranding pada tahun 2019, Art Jakarta digerakkan oleh tekad komunitas kreatif Indonesia, dengan kolaborasi sebagai pendorong utama di baliknya.

Hari pertama pembukaan Art Jakarta dihadiri oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha dan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Veronica Tan, serta dan Kepala Dinas Kebudayaan Pronvinsi DKI Jakarta Mochamad Miftahulloh Tamary.

Dalam sambutannya, Fadli Zon mengatakan, “Di sini kita melihat bagaimana seni rupa mampu menjembatani identitas, membuka dialog lintas bangsa, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat kreativitas Asia Tenggara. Dukungan melalui MTN Seni Budaya merupakan salah satu komitmen Kementerian Kebudayaan RI untuk memperkuat ekosistem seni rupa di Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan relevan dengan tantangan zaman.”

Teuku Riefky Harsya pun ikut mengapresiasi Art Jakarta 2025 yang jadi motor penting bagi ekonomi kreatif Indonesia . “Sektor seni rupa bukan hanya menyumbang nilai tambah ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas bangsa, memperluas jejaring internasional, serta membuka peluang kolaborasi lintas disiplin,” ujar Teuku Riefky.

Yang Vi Sun, Market Head South East Asia Julius Baer, pendukung utama Art Jakarta, menyatakan, “Julius Baer telah lama mengunggulkan seni melalui kemitraan dengan lembaga, galeri, dan pencipta terkemuka di seluruh dunia. Tahun ini, kami senang sekali berkolaborasi dengan seniman Indonesia Eddie Hara. Karya-karyanya yang khas dan dinamis dipamerkan di Julius Baer VIP Lounge.”
 
Foto: Dok. Art Jakarta

“Di era yang ditandai gejolak politik dunia dan dalam negeri, juga hambatan ekonomi, daya tahan komunitas seni rupa di Indonesia justru menjadi krusial, menegaskan kembali peran penting seni rupa sebagai sesuatu yang selalu ada dalam hidup kita,” ujar Tom Tandio, Fair Director Art Jakarta.

Penampilan dua karya seni pertunjukan ikut membuka Art Jakarta, yaitu Luckily There’s No Inside (with Friendly Ghost) oleh Ardi Gunawan dan PLUNGE oleh Victoria Kosasie yang berkolaborasi dengan Marleigh Belsley—masing-masing dipersembahkan oleh ISA Art Gallery dan SEWU SATU.

Seperti edisi-edisi sebelumnya, Art Jakarta menggelar segmen-segmen yang menawarkan perspektif penuh stimulan tentang seni rupa kontemporer.

SPOT, menampilkan seniman Indonesia yang berkarya lintas medium dengan berbagai penjelajahan tematik: Ardi Gunawan (ISA Art Gallery), Ipeh Nur (ara contemporary), Endry Pragusta (Rachel Gallery), Aditya Novali (ROH), dan Adi Gunawan (SANKHARA Art).

SCENE, platform bagi kelompok dan kolektif seniman untuk menggalang dana dan memamerkan projek inovatif, kali ini diikuti 33 peserta dari berbagai kota di Indonesia, memperlihatkan praktik seni dinamis di luar Jakarta.

AJX, menghadirkan tiga program penting: Korea Focus, menyoroti sebagian dari suara-suara paling potensial di dunia seni rupa kontemporer Korea Selatan dari 12 galeri di Korsel dalam sebuah kolaborasi dengan Korean Ministry of Culture, Sports and Tourism, dan Korea Arts Management Service. Berikutnya adalah MTN (Manajemen Talenta Nasional) Seni Rupa, yaitu program strategis nasional yang ditujukan untuk memupuk bakat Indonesia. MTN Seni Budaya memamerkan karya-karya oleh seniman Indonesia—Dzikra Afifah, Iwan Yusuf, Mariam Sofrina, Natasha Tontey, Syaiful Garibaldi, dan Uji Hahan Handoko—yang dikurasi oleh Agung Hujatnika dengan tema Arus Baru (Rising Current).

AJ Talk, platform untuk dialog antara pengamat, seniman, kolektor, galeri, dan kurator, menyediakan peluang bagi publik untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di seni rupa lokal dan global.
 
Art Jakarta Papers akan hadir pada 6-8 Februari 2026

Dalam Art Jakarta 2025 juga diumumkan gelaran Art Jakarta Papers 2026, yang akan diselenggarakan 6-8 Februari 2026, menghadirkan EDISII, DEVFTO Printmaking Institute, The Leonardi, Irfan Hendrian, dan Krack!.

Art Jakarta Papers 2026 akan mengajak pengunjung menemukan kisaran luas penjelajahan artistik seputar kertas, dari gambar, seni cetak, patung, hingga instalasi. Konsep pekan seni rupa baru ini diharapkan dapat memupuk pasar bagi seni rupa kontemporer berbasis kertas di Indonesia. (f)

Baca juga:
Art Jakarta 2025 Siap Hadirkan Koleksi Terbaik dari 75 Galeri Mancanegara
Edisi ke-4 Art Jakarta Gardens, Dinamika Seni Luar Ruang Menjawab Tantangan Zaman
Art Jakarta 2024 Menghadirkan Koleksi dari 73 Galeri Seni


Topic

#feminaindonesia, #feminapartnership

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?