
Tak ada negeri yang bisa menandingi Indonesia dalam hal keragaman kuliner. Jutaan resep bisa dikumpulkan dari ratusan suku bangsa yang memiliki cara sendiri dalam mengolah makanan. Di IWA Restaurant, harta kuliner ini tampil eksotis, ciri khas Tugu Group yang konsisten menghadirkan kemewahan seni dan romansa sejarah Nusantara di tiap hotel dan restorannya.
Bale Agung setinggi 15 meter di Hotel Tugu Bali menjadi ‘rumah’ Iwa. Nama ini diambil dari kisah Kebo Iwa, mitologi Bali, yang mengisahkan seorang anak istimewa bernama Kebo Iwa. Ia sangat suka makan sehingga tubuhnya tumbuh menjadi raksasa. Tidak ada rumah yang cukup besar untuk Kebo Iwa, sehingga ia mendirikan balai besar (bale agung) untuknya bernaung. Ketika dewasa, ia menjadi kesatria hebat, sehingga diangkat menjadi panglima. Kehebatan pasukan Majapahit pun tidak bisa mengalahkan pasukan Bali di bawah pimpinan KeboIwa.
Layaknya KeboIwa, tamu yang singgah di Bale Agung akan dijamu dengan makanan yang menggugah selera dari berbagai penjuru Nusantara. Di sini, nasi campur yang menjadi highlight ditampilkan dalam versi playful. Lauk dan sayuran pilihan dihadirkan dalam ceruk – ceruk congklak kayu berukir kepala naga. Sepaket Congklak Nasi Campur berisi hingga 6 macam makanan yang terdiri atas lauk, gorengan, sayur, lauk pendamping, sambal, dan kerupuk. Satu paketnya bisa untuk makan berdua.


Sebagai makanan kesukaan hampir semua orang Indonesia, gorengan wajib ada. Pilihannya mulai dari Tempe Goreng Malang, Perkedel Jagung Kriuk Manado, hingga Lumpia Udang Babah. Sambal pun demikian, dari pilihan segenerik Sambal Bajak, hingga seseru Sambal Dabu-Dabu, Sambal Ikan Asin Padang, Sambal Terong Jawa, dan Sambal Bongkot Bali.

Aneka tumis sayuran, sayur lodeh, dan sayur asem juga hadir. Ada cerita menarik di balik nama Sayur Asem Ibu Soelastri. Dulu, Ibu Soelastri adalah guru di kelas memasak yang ada di Hotel Tugu. Ia sudah memasak untuk hampir semua Presiden RI saat berkunjung ke hotel maupun saat memesan katering. Ibu Soelastri juga membuat beberapa resep andalan di Hotel Tugu. Jadi, saat namanya muncul di nama menu, pasti menjadi rekomendasi. Namun, karena usianya, kini ia sudah pensiun sebagai pengajar.
Menikmati kelezatan sajian di IWA ini disempurnakan oleh suasanaresto yang klasik eklektik. Tradisi dan sejarah membaur dalam karyaseni yang terpajang hampir di tiap sudut restoran ini. Setelah bersantap, santai sejenak sambil menikmati suasana Pantai Canggu ditemani segelas Rinjani, cocktail bercita rasa tropis.

Boks
Pertama kali ketempat ini? Ini rekomendasi femina:
- Congklak Nasi Campur
- Nasi Babi Panggang Penebel
- Nasi Goreng Tugu
- Pisang Goreng Raja Dalu
- Rinjani Cocktail
Alamat: Hotel Tugu Bali, Jl. PantaiBatuBolong, Canggu, Bali.
Telp: (0361) 4731701.
Jam buka: 07.00 – 22.00 WITA.
Harga: Rp120.000++ – Rp230.000++.
Suasana:Tenang, interior klasik dengan koleksi benda sejarah.
Baca Juga:
Tomasso Mengenang Florence
First Crack Coffee : Racikan Kopi Masa Kini
Topic
#RekomendasiRestoran, #NasiCampur, #NasiBali


