Dok. Rawpixel
Di tengah pandemi yang membuat manusia serba terbatas melakukan mobilitas, adaptasi kebiasaan baru terjadi di berbagai lini kehidupan. Salah satunya adalah menggunakan layanan belanja online untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Adaptasi ini mempengaruhi pola konsumen melakukan pembayaran daring.
Menurut prediksi Boston Consultant Group, di Asia Tenggara, pembayaran digital akan semakin diminati. Dari 47% menjadi 84% di tahun 2025.
Meningkatnya pembayaran digital ini dirasakan masyarakat lebih aman dan nyaman di tengah pandemi karena tidak ada sentuhan fisik dengan uang tunai, pembayaran juga dirasa lebih cepat hanya menggunakan perangkat telepon pintar dan laptop milik pribadi yang dapat diakses langsung.
Faktanya, tren peningkatan pembayaran daring konsumen Indonesia tak perlu menunggu lama. Hasil riset yang dilakukan Inventure, menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 mendorong pembayaran secara cashless, cardless dan contcatless menjadi prioritas konsumen saat bertransaksi di tahun 2021.
Dari 629 responden sebesar 63,5% mengatakan setuju, sedangkan sebesar 36,5% mengatakan tidak setuju. Sehingga secara umum dapat disimpulkan bahwa digital payment akan menjadi cara baru saat bertransaksi di era post-COVID-19.
Sementara menurut Bank Indonesia (BI) pandemi COVID-19 telah mengakselerasi adopsi digital payment dalam setiap transaksi. Selama pandemi, pembayaran digital mampu tumbuh subur dengan capaian kenaikan sebesar 65 persen.
Sebagai catatan, transaksi harian di e-commerce pada April 2020 naik menjadi 4,8 juta transaksi. Konsumen baru meningkat 51 persen, dan permintaan volume melonjak lima hingga 10 kali saat pandemi.
Hal ini tak lepas dari penggunaan aktif internet di Indonesia. Dengan jumlah mencapai 180 juta pengguna, Indonesia menempati posisi keempat di dunia sebagai negara pengguna internet terbanyak. Dengan rincian penggunaan 58 persen untuk layanan daring (online) dan 36 persen untuk berbelanja daring (e-commerce).
Fakta ini pun memberikan peluang yang manis bagi UKM untuk lebih serius dalam menawarkan pembayaran digital pada para konsumennya. Ingin tahu bagaimana cara menggunakan pembayaran digital dalam bisnis dan apa keuntungannya untuk usaha Anda?
Mari ikuti sesi Bincang UKM persembahan Femina dan Facebook She Means Business dengan topik Pembayaran Digital dan Dukungan Pemerintah untuk Pembiayaan UKM
Selasa, 2 Februari 2021
Jam 16.00 WIB
via Zoom Meetin
Narasumber :
Victoria Simanungkalit, Kementerian Koperasi dan UKM
Ayu Budiyanti, Co-founder Rahsa Nusantara
Rizki Triana, Founder Oemah Etnik
Pakar Pembayaran Digital
Daftar segera di sini
BACA JUGA :
Cara Membuat Desain Produk Berkualitas untuk Pasar Internasional
Lindungi Merek dan Produk UKM dengan HAKI
Pentingnya Desain Produk untuk Menarik Minat Calon Konsumen
Topic
#pembayarandigital, #wanitawirausa, #UKM


