Money
Kiat Mengolah Konten Produk di Media Sosial untuk Menarik Pelanggan

3 Jul 2020


(Foto: Pexels)

 
New normal membuat para pelaku bisnis harus menyiasati terbatasnya interaksi fisik dalam promosi dan transaksi. Memanfaatkan media sosial merupakan cara yang banyak digunakan untuk menarik pelanggan.

Akun Facebook dan Instagram dinilai sebagai media sosial yang efektif untuk meraih pelanggan. Berdasarkan data We Are Social dan Global Web Index, 34% pengguna internet Indonesia berusia 16 hingga 64 tahun mengaku dapat terpapar produk dari iklan di media sosial. Sementara, 32% lainnya merasa bahwa rekomendasi atau komentar di media sosial akan mendorong mereka untuk mengetahui lebih banyak tentang produk tertentu.
 
Jika Anda merupakan pelaku usaha yang kerap memanfaatkan media sosial, penting untuk mengetahui cara mengolah konten supaya menghasilkan pesan yang efektif menggaet pelanggan. Putri Nindya, social media strategist, menyampaikan langkah tentang bagaimana menarik perhatian pelanggan melalui media sosial.
 
1. Gunakan Shoppable Post
 
Shoppable post adalah unggahan yang memungkinkan pelanggan mengetahui harga maupun diskon tanpa dialihkan ke situs atau katalog lain. Fitur semacam ini disukai pelaku usaha karena dapat meningkatkan niat beli konsumen dan mempermudah proses transaksi.
 
"Meskipun menarik, fitur ini masih terbatas di Indonesia untuk merek besar yang telah diverifikasi oleh instagram. Jadi pastikan Anda telah membangun followers yang cukup yang sesuai dengan positioning brand Anda sebelum memilih jenis pos seperti ini," kata Putri.
 
2. Sampaikan Kontribusi Positif Produk Pada Lingkungan
 
Bisnis yang memiliki tanggung jawab sosial untuk tangani isu kemanusiaan dan keberlanjutan akan diterima pasar dengan lebih mudah. Hal ini juga merupakan cara tepat untuk membentuk citra positif dan meraih kepercayaan konsumen bagi bisnis kecil yang baru dirintis.
 
Tak hanya meningkatkan loyalitas konsumen, menyampaikan misi positif produk juga dapat membuat konten media sosial lebih menarik dan dapat mendorong pemangku kepentingan untuk berinvestasi. Pastikan Anda melakukan inisiatif yang relevan dengan situasi pasar agar calon konsumen yakin akan ketulusan Anda.
 
3. Menggandeng Micro-Influencer
 
Social media influencer dengan followers atau pengikut yang banyak tentu berdampak bagi penjualan. Namun, bekerja sama dengan influencer ternama juga menyedot biaya besar, termasuk biaya untuk mengirim sampel produk secara gratis dan pembuatan konten.
 
Hal ini merupakan tantangan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang miliki anggaran pemasaran terbatas. Tetapi keadaan ini masih bisa disiasati.

"Alih-alih bersaing dengan brand besar untuk menggunakan influencer top, Anda memiliki pilihan lain. Yaitu membuat konten dengan micro-influencer dan memanfaatkan pelanggan Anda saat ini untuk mengulas produk dengan lebih jujur ​​dan alami,” terang Putri.
 
Meskipun micro-influencer memiliki pengikut terbatas, mereka memiliki engagement dan target audience yang lebih spesifik. Studi yang dirilis oleh Adweek megungkapkan bahwa micro-influencer memiliki tingkat engagement 60% lebih baik dibandingkan influencer papan atas. Dengan demikian, Anda dapat berinvestasi dengan hasil lebih baik dan mengalokasikan sisa anggaran untuk kegiatan pemasaran lainnya.
 
4. Bangun Engagement Melalui Fitur Stories
 
Sebagian besar pengguna Instagram berusia 18 hingga 35 tahun. Generasi yang terdiri dari milenial dan gen Z ini lebih menyukai konten yang bersifat cerita dan memiliki rentang perhatian yang lebih pendek yaitu tak lebih dari 8 detik. Inilah mengapa fitur stories yang terasa lebih nyata serta jujur sangat populer dan lebih diminati dari pada unggahan biasa.

Manfaaatkanlah fitur stories untuk membangun engagement. Menempatkan iklan dalam stories juga merupakan cara tepat menjangkau pelanggan.

“Algoritma stories mendisrupsi platform yang ada. Tidak hanya bagi Anda yang menempatkan lebih banyak iklan, tetapi juga karena audiens lebih suka format cerita,” kata Putri.
 
5. Manfaatkan Filter Instagram
 
Produk Anda dapat menarik perhatian dengan lebih mudah hanya dengan membuat filter baru yang tengah viral. Buatlah filter unik dan menarik untuk menarik perhatian.

“Jika Anda ingin membuat filter instagram sendiri, selaraskan dengan tren saat ini untuk meningkatkan relevansi dengan situasi atau kondisi calon kosumen sekarang,” tutur Putri.

Cara yang cukup sederhana untuk menjadikan pesan pemasaran lebih efektif di media sosial bukan? Selamat mencoba! (f)


 
BACA JUGA:
COVID19 Merebak, Ini Kiat Berbisnis Dari Rumah
Ini Barang Yang Laris Setelah Lama Di Rumah Saja Karena Pandemi
Belanja dari Rumah, Tetap Bijak Mengatur Keuangan

 

 
 
 


Topic

#onlinemarketing, #mediasosial, #facebook, #instagram

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?