
Dok. Pexel
Tak dapat dipungkiri pandemi COVID-19 memukul para pelaku usaha. Ada yang bertahan, namun tak jarang yang tumbang. Padahal, pelaku usaha adalah salah satu penopang perekonomian negeri.
Untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional, Google menjanjikan dana bantuan modal dan hibah untuk membantu UMKM sebesar 10 juta dolar AS atau sekitar 104,9 milyar rupiah. Bekerja sama dengan Kiva, dana tersebut diperuntukkan sebagai pinjaman bagi UMKM di seluruh daerah.
“Google menyediakan US$10 juta dalam bentuk pinjaman modal untuk membantu pemilik UKM agar lebih siap dalam menghadapi masa sulit ini,” jelas Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia dalam acara peringatan Google for Indonesia kelima (18/11).
Diharapkan dengan penyediaan dana bantuan pinjaman berbunga rendahini dapat membantu UMKM yang terdampak pandemi COVID-19 di komunitas-komunitas yang kurang terlayani di Indonesia.
"Bagi para pemilik bisnis, masalah utama saat ini adalah akses ke modal. Bantuan finansial dapat memberikan mereka ruang membuat strategi baru dan meningkatkan kemampuan mereka," ujar Veronica Utami, Director of Marketing Google Indonesia dalam acara yang sama.
Seperti dijelaskan oleh Danny Ardianto, Government Affairs and Public Policy Manager Google Indonesia, tak ada batasan sektor usaha yang bisa mendapatkan dana pinjaman dalam program ini. Mereka membuka peluang seluas-luasnya untuk bisa membantu UMKM dari berbagai sektor usaha.
Kendati demikian, masih menurut Danny, segala persyaratan dan ketentuan untuk bisa mendapatkan dana pinjaman tersebut akan mengikuti aturan Kiva sebagai mitra penyalur dana terhadap UMKM.
"Partner lokal ini adalah mereka yang fokus memberikan penyaluran dana ke UMKM di Tanah Air. Nanti, jenis sektor, persyaratan hingga suku bunganya akan ditentukan dari Kiva dan partner lokal," tambah Danny.
Selain itu Danny juga memastikan bahwa program ini akan menarik sebanyak-banyaknya pelaku usaha yang tersebar di seluruh Indonesia, agar bisa terbantu secara lebih maksimal. Pasalnya, hal ini penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional apabila bantuan tersebar secara merata.
"Secara umum, kami melihat Indonesia adalah salah satu negara dari sisi ekonomi yang sangat potensial, dan berpengaruh pada digital juga. Kami membantu agar UKM dapat tumbuh lagi pasca pandemi. Jadi kami melihat Indonesia sebagai negara yang perlu didukung," papar Danny optimis. (f)
BACA JUGA :
Pentingnya Desain Produk untuk Menarik Minat Calon Konsumen
Cerahnya Peluang Ekspor Produk Keramik dan Kakao Olahan Pasca COVID-19
Pentingnya Kontrol Kualitas Produk Saat Ekspansi ke Pasar Internasional
Topic
#UMKM, #Modal


