Money
6 Kiat Membuat Video Makanan Jadi Terlihat Menggiurkan untuk Bisnis Kuliner

31 Jul 2021


Foto: Unsplash


Menurut survei yang dilakukan Facebook, saat ini video menjadi konten paling menarik perhatian pemirsa. Sebagai pebisnis kuliner, Anda jangan ketinggal untuk membuat konten video. Tak punya budget untuk menyewa videographer profesional atau membeli kamera? Jangan menyerah, saat ini telepon genggam pun bisa Anda manfaatkan untuk menghasilkan video yang menarik, kok.

Jika video produk fashion mesti terlihat keren, maka video produk kuliner mesti terlihat menggiurkan dan membuat pemirsa tertarik untuk mencicipinya. Agar misi ini tercapai simak beberapa trik yang disampaikan M.Haffid, Creative Editor Tigarama Creative & Twotubber Media, dalam Exclusive Training Kelas ke-2 bertajuk Food Video Bikin Laper Mata Calon Konsumenmu! yang disiarkan langsung di Facebook Wanwir Mahir Digital. Acara ini merupakan bagian dari program Kerjasama Facebook #shemeansbusiness dan Wanita Wirausaha femina Batch ke-3 tahun 2021.

1/ ‘Senjata’ penting
Untuk menghasilkan video yang ‘enak’ dilihat selain telepon genggam, menurut Haffid Anda  perlu mempersenjatai diri dengan peralatan pendukung dengan harga terjangkau dan mudah dibeli di marketplace. Yaitu;

  • Lighting. Penggunaan cahaya tambahan berupa lampu akan memberi dimensi pada gambar yang ditampilkan dan membuat warna makanan lebih ‘keluar’. 
  • Tripod. Sangat penting untuk membuat video yang stabil dan memudahkan jika Anda melakukan pengambilan video sekaligus menata makanan seorang diri. 
  • Reflektor. Alat ini akan membuat cahaya lebih merata.
  • Gimbal. Penting sekali agar video Anda stabil. Getaran sedikit saja bisa membuat video goyang sehingga tidak nyaman ditonton pemirsa.
  • Audio. Alat yang bisa disambungkan ke telepon genggam atau nirkabel ini berguna jika Anda ingin mengeluarkan detail suara yang menggugah seperti saat air dituang ke gelas, makanan masuk ke dalam minyak, atau renyahnya kerupuk. 


2/ Props
Properti berupa latar makanan serta elemen-elemen pendukung produk seperti talenan, piring, sendok, atau herbal, sangat penting untuk membangun suasana video. Agar makanan tampak makin menggugah selera, Anda perlu melakukan penataan gaya (styling). Misal, permukaan roti burger dioles dengan minyak mengilap, nasi diganjal agar terlihat lebih munjul, penggunaan es batu buatan, dan lain sebagainya. 

“Untuk membentuk brand image di media sosial, sebaiknya gunakan background yang sama. Ini akan membuat tampilan yang lebih rapi dan konsisten,” saran Haffid.


3/ Treatment        
Pelajari beberapa sudut pengambilan video dan gunakan untuk mengambil video makanan yang tepat. Sudut pengambilan gambar atas (flat lay) cocok untuk mengambil makanan yang memiliki topping menarik misalnya. Pengambilan video dari bawah (low angle) lebih tepat digunakan untuk mengambil gambar makanan yang memiliki dimensi vertikal seperti burger. Pengambilan video dengan teknik zoom in akan membuat video keju yang meleleh pada burger atau pizza akan tampak makin mengiurkan. Luangkan waktu untuk mengatur-atur makanan untuk menghasilkan komposisi yang menarik. Jangan pelit untuk mengambil klip sebanyak mungkin hingga mendapatkan video yang diinginkan. 


4/ Story Board/ Story Line
Apa saja yang bisa dijadikan konten video? Tak terpaku pada produk semata, Anda juga bisa membuat konten berupa acara masak bersama, memasak ala Anda, hingga bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan atau minuman tertentu.

Untuk sebuah video singkat dengan beberapa klip sederhana, Anda mungkin bisa eksekusi langsung di lapangan. Tetapi jika ingin menghasilkan video panjang dengan narasi penuh, yang membutuhkan banyak klip video, Anda perlu perencanaan matang. Yaitu berupa cerita yang dipecah-pecah untuk diterjemahkan dalam potongan-potongan video. Ini biasa dilakukan oleh profesional. 

Ini akan membuat Anda lebih mudah mempersiapkan properti yang diperlukan serta bekerja secara efektif, tidak melenceng kemana-mana sehingga tak membuang waktu. Namun, bukan berarti Anda tak bisa melakukan improvisasi,ya. 


5/ Aplikasi pendukung
Saat ini sangat banyak pilihan aplikasi untuk mengedit warna, cahaya, dan suara yang mudah digunakan,  bahkan gratis. Beberapa aplikasi edit video yang mudah dan disarankan Haffid untuk pemula antara lain inShot, VSCO, dan Lightroom. “inShot dan VSCO memiliki banyak pilihan filter sementara Lightroom cocok untuk Anda yang senang mengulik dan mengedit secara manual.”

Jangan lupa siapkan memory telepon yang besar karena Anda membutuhkan kapasitas besar untuk menyimpan video yang Anda ambil dan edit.

Agar mood video konsisten, sebaiknya Anda mengingat atau mencatat pengaturan filter dan warna yang digunakan. Untuk musik, sesuaikan dengan mood yang ingin dibangun. Jika pilihan musik kurang banyak atau ingin lebih menarik, unggah musik sesuai keinginan Anda dalam aplikasi.


6/ Latihan, Latihan, latihan
Setiap telepon dan aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Sempatkan untuk mengenali telepon milik Anda. Haffid berpesan juga agar terus belajar dengan melihat video hasil karya videografer profesional, mencari tahu perkembangan tren video yang sedang viral, mencoba hal-hal baru, konsisten, dan jangan menyerah. (f)  



Topic

#bisnis, #bisniskuliner, #shemeansbusiness, #eksklusiftraining, #video

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?