Menurut Wesmira Parastuti (Mia), konsultan karier dari Wesmira Consultant, beretiket baik di kantor merupakan bentuk penghargaan kita pada pekerjaan. Kalau masih bingung harus gimana, coba cek contoh-contoh ini!
Meja Kerja = Meja Rias?
Sikon: Biar nggak telat sampai ke kantor, kita buru-buru berangkat dan rela nggak sempat sarapan plus dandan. Terpaksa, deh, makan pagi dan berdandan di meja kerja.
Sebenarnya, nih, kesannya nggak profesional banget kalau kita muncul di kantor dengan penampilan berantakan. Nggak ada salahnya, kok, merapikan diri dulu di kamar mandi. Tampil segar dan rapi bakal menambah percaya diri. Malu, dong, kalau ditegur atasan karena penampilan asal-asalan. Rapikan, deh, dandanan kita sebelum jam kerja mulai.
“Gaya dandan dan pakaian tergantung suasana kerjanya. Jika agak kaku seperti di bank atau perusahaan asing, gunakan pakaian formal. Namun jika suasana kerja lebih bebas, bisa memakai baju agak santai namun tetap sopan. Untuk makeup, tetap gunakan yang natural saja dan jangan dandan di meja kerja,” ujar Mia.
“Sama seperti berdandan, makan sebaiknya nggak dilakukan di meja kerja. Kantor tentu menyediakan pantry yang bisa kita gunakan. Nggak terbayang, kan, jika makanan kita berjatuhan, ditambah lagi baunya memenuhi ruangan—malah mengganggu rekan kerja lainnya,” lanjut Mia.
DJ Amatir
Sikon: Kantor sepi bener…. Langsung, deh, kita menyetel musik keras-keras.
Sadar nggak, sih, kalau nggak semua rekan kerja di ruangan kita menyukai suasana ramai? Jika waktu kerja terganggu, hasil kerja pun nggak akan maksimal. Jika ingin mendengarkan musik, pasanglah volume speaker sekecil mungkin agar hanya kita saja yang bisa mendengarnya. Atau yang paling gampang, dengerin iPod sendiri aja!
“Lihat juga peraturan kantor, beberapa perusahaan asing biasanya melarang kita mendengarkan musik dan bersenandung. Bahkan ada yang melarang karyawannya bicara pada jam kerja. Mau nggak mau kita harus mematuhinya. Itu konsekuensi yang harus diterima jika memutuskan bekerja di kantor dengan aturan ketat,” ujar Mia. CC


